SIMALUNGUN, SENTERNEWS
Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Pematangsiantar Santo Fransiskus dari Assisi gelar Masa Bimbingan (MABIM) Tahun 2026.
Kegiatan mulai tanggal 2 sampai 5 Juli 2026 dengan mengusung tema, “Mewujudkan Identitas Kader Sebagai Pelayan Gereja dan Pejuang Kemanusiaan” itu berlangsung di SMP RK Cinta Rakyat 3 Jl. Batik Kota Pematangsiantar.
Diikuti 9 perempuan dan 7 lelaki dari Universitas HKBP Nommensen Pematangsiantar, Politeknik Bisnis Indonesia dan Universitas Terbuka.
Peserta menerima materi dasar kaderisasi, Who Are You, Seven Habits, Pengantar Ajaran Sosial Gereja (ASG), Analisis Sosial (ANSOS), Komunikasi Efektif, Teknik Lobi dan Negosiasi, Teknik Public Speaking dan Debat, Konstitusi PMKRI, serta Pengantar Teologi Pembebasan.
Pemateri Who Are You, Reinhard J D Hutahaean, Dr dr SKed SH SpF MM BA sebagai Ketua IDI Siantar-Simalungun mengajak peserta mengenali jati diri, memahami potensi dan nilai-nilai yang dimiliki, serta membangun kesadaran akan tanggung jawab sebagai mahasiswa dan calon kader PMKRI.
Selain pembelajaran di dalam kelas, peserta juga mengikuti Ekskursi Sosial, proses pembelajaran lapangan yang memberikan kesempatan kepada peserta untuk mengamati secara langsung kondisi masyarakat.
Ketua Panitia Pelaksana MABIM 2026, Vincentius Danu Bona Arta Nadeak mengatakan, seluruh persiapan dilakukan secara maksimal agar proses kaderisasi berjalan dengan baik dan memberikan pengalaman yang bermakna bagi seluruh peserta.
“MABIM merupakan pintu gerbang lahirnya kader-kader PMKRI. Kami ingin setiap peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan mengenai organisasi, tetapi juga mengalami proses pembentukan karakter, kepemimpinan, dan semangat pengabdian,” katanya.
Harapannya, seluruh peserta mengikuti setiap tahapan dengan penuh kesungguhan. Sehingga mampu menjadi kader yang kritis, humanis, berintegritas, serta siap melayani Gereja dan masyarakat.
Sementara, Ketua Presidium PMKRI Cabang Pematangsiantar Santo Fransiskus dari Assisi Periode 2026–2027, Fransisco Mezgion Hutauruk menegaskan, kaderisasi merupakan jantung organisasi yang menentukan keberlanjutan gerakan PMKRI.
“PMKRI tidak hanya mencetak mahasiswa yang aktif dalam organisasi. Tetapi membentuk kader yang memiliki integritas moral, kemampuan intelektual, dan keberpihakan kepada masyarakat,” katanya.
Melalui MABIM 2026 diharap lahir kader-kader baru yang mampu menjawab tantangan zaman, menjaga nilai-nilai Gereja, serta mengimplementasikan semangat Pro Ecclesia et Patria dalam setiap karya dan pengabdiannya.
Dukungan juga disampaikan pemateri, Ayunda Lince Sipayung, mantan Bendahara Umum PMKRI Pusat. Dikatakan, proses kaderisasi harus dimaknai sebagai perjalanan pembelajaran yang akan menjadi fondasi kehidupan berorganisasi.
Rangkaian MABIM ditutup dengan Sidang Kelulusan Peserta, yaitu forum evaluasi menyeluruh terhadap proses yang dijalani setiap peserta.
Penilaian dilakukan berdasarkan kehadiran, kedisiplinan, partisipasi, sikap, kemampuan memahami materi, serta keterlibatan peserta dalam seluruh rangkaian kegiatan. Hasil sidang menjadi dasar penetapan kelulusan peserta sebagai anggota biasa PMKRI.
Kegiatan dilanjutkan dengan Sharing Bersama Senior sebagai ruang dialog antara peserta dan para senior. Terakhir, Sidang Penutupan sebagai forum resmi yang menandai berakhirnya seluruh rangkaian MABIM 2026.
Pada kesempatan itu dilakukan evaluasi pelaksanaan kegiatan, pengumuman peserta yang dinyatakan lulus, serta peneguhan komitmen kader baru untuk melanjutkan proses pembinaan di PMKRI Cabang Pematangsiantar Santo Fransiskus dari Assisi. (Rel)






