SIANTAR, SENTERNEWS
Didampingi sejumlah Unsur Forkopimda Walikota Pematangsiantar Wesly Silalahi menerima penghargaan sebagai Tokoh Toleransi di Kota Pematangsiantar dari Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB).
Penghargaan diberikan karena di masa kepemimpinan Wesly selaku Wali Kota, Pematangsiantar di tahun 2024 mendapat peringkat 5 Indeks Kota Toleransi (IKT) dari Setara Institute, dan di tahun 2025 naik ke peringkat 4.
Penghargaan diserahkan melalui acara Silaturahmi Bersama Tokoh Lintas Agama Kota Pematangsiantar. Berlangsung di rumah dinas wali kota, Jalan MH Sitorus Kelurahan Teladan Kecamatan Siantar Barat, Kamis (24/09/2026).
Wali Kota Pematangsiantar Wesly Silalahi mengapresiasi dan mengucapkan terimakasih kepada Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Pematangsiantar yang telah memberi penghargaan tersebut. Dikatakan, kerukunan umat beragama bukan sekadar slogan, tetapi merupakan kekuatan sosial yang harus terus dirawat bersama.
“Sejalan dengan tema kita, “Kerukunan Itu Indah Walaupun Kita Berbeda Agama Tetapi Tetap Rukun, dan Damai untuk Membangun Kota Pematangsiantar”. Saya mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga dan memperkuat toleransi,” beber Wesly.
Karenanya, prestasi Pematangsiantar sebagai salah satu kota dengan tingkat toleransi tertinggi di Indonesia, harus dipertahankan dan tingkatkan. Menjadikan keberagaman sebagai kekuatan, bukan sebagai perbedaan yang memisahkan. Sehingga Pematangsiantar semakin rukun, inklusif, dan nyaman bagi seluruh masyarakat.
Sementara, Ketua DPRD Kota Pematangsiantar Timbul Marganda Lingga mengucapkan selamat kepada Wesly yang telah diberi penghargaan dari FKUB sebagai Tokoh Toleransi.
Sebagai Ketua DPRD, Timbul menyampaikan komitmen penuh bahwa DPRD akan terus menjadikan kerukunan dan toleransi sebagai landasan setiap kebijakan. Pembangunan fisik penting,tetapi pembangunan hati dan persatuan jauh lebih utama.
Kapolres Pematangsiantar AKBP Dhana Noer Kurniawan SIK MM juga mengucapkan selamat kepada Wesly. Bahkan, Polri dikatakan siap menjaga keamanan dan ketertiban. “anpa bantuan dari semua tokoh-tokoh Polres dikatakan bukan apa-apa.
“Ingatkan kami, beritahu kami untuk sama-sama menciptakan suasana yang aman, nyaman, dan tertib di kota yang kita cintai ini,” sambungnya.
Sebelumnya, Ketua FKUB Kota Pematangsiantar Drs HM Ali Lubis didampingi sejumlah tokoh agama dalam sambutannya mengajak seluruh tokoh dan Forkopimda untuk menanamkan kebersamaan di dalam pikiran.
Diceritakannya, di masa lalu terjadi kericuhan di Ambon, Sampit, Kupang, dan lainnya. Banyak yang memperkirakan kericuhan juga akan terjadi di Pematangsiantar.
“Bahkan saat terjadi kekurang-harmonisan di Tanjungbalai, orang memperkirakan hal yang sama muncul di Pematangsiantar. Tetapi apa yang dibayangkan, tidak terjadi,” tandasnya.
Turut hadir, mewakili Kodim 0207/Simalungun, dan unsur Forkopimda, pimpinan OPD Pemko Pematangsiantar, para pimpinan organisasi keagamaan, para tokoh agama (Islam, Kristen, Katolik, Budha, dan Hindu), serta para camat. (In)






