SIMALUNGUN, SENTERNEWS
Pembalakan hutan yang diduga liar di sekitar kawasan Danau Toba, seperti Aek Nauli, Simpang Palang, Kecamatan Dolok Panribuan dan di Desa Rondang Kecamatan Tanah Jawa, Kabupaten Simalungun, semakin masif.
Parahnya lagi, praktek illegal itu berlangsung secara terbuka. Lengkap menggunakan mesin potong dan alat berat. Sementara, kayu hutan gelondongan dikirim ke sejumlah sawmil kilang di Kota Pematangsiantar.
Pernyataan itu disampaikan pengamat lingkungan hidup, M Rizky yang sudah turun ke sejumlah kawasan hutan yang telah ditebangi.Dan, penebangan kayu hutan berbentuk gelondongan itu diduga tidak memiliki dokumen resmi.
“Kayu gelondongan yang ditebangi diangkut pada malam hari dan telah menumpuk di beberapa kilang di Pematangsiantar,” ujarnya yang mengaku bahwa aksi tersebut terkesan dibiarkan.
Sementara, kilang yang diduga menampung kayu hutan di Pematangsiantar itu antara lain. Kilang CIT, Jalan Sisingamangaraja tak jauh dari Panti Sosial Sumatera Utara, Kilang LB, di kelurahan Pondok Sayur dan Kilang JB di Jalan Ring Road.
Keterangan Rizky itu diperkuat dengan pernyataan warga bernisial S. Para pelaku pembalakan liar itu dikatakan pemain besar. masing-masing berinisial SM, HHS dan JRS. “Kalau petugas mau turun ke lapangan, saya siap menunjukkan lokasi mereka. Ini bukan hoax,” katanya.
S, warga yang tinggal tak jauh dari kawasan hutan itu mengaku resah karena sewaktu-waktu akan terjadi bencana banjir maupun longsor. Karenanya, sudah mendatangi Dinas Kehutanan Kabupaten Simalungun untuk menyerahkan data.
“Waktu saya datang, kepala dinasnya tidak ada di tempat untuk itu saya meninggalkan nomor handpone. Tapi, sampai sekarang tidak ada respon. Apakah pejabat di Simalungun juga terlibat? kata S sembari menegaskan siap untuk membantu membongkar kasus tersebut.
Dijelaskan juga, ada beberapa video soal pembalakan liar yangs sudah beredar dan masyarakat diharap dapat memviralkannya melalui media sosial. Sehinga, diketahui Presiden RI, Prabowo Subianto, Kapolri maupun Menteri Kehutanan.
“Saat terjadi pembakaran hutan di beberapa daerah di Indonesia baru-baru ini, Bapak Presiden Prabowo langsung bertindak tegas mencabut izin para perusak hutan. Untuk perusak hutan di Kabupaten Simalungun juga harus ditindak tegas sebelum terjadi bencana,” kata S.
Terpisah, ketika pembalakan kawasan hutan di Kabupaten Simalungun itu dikonfirmasi kepada anggota DPRD Sumatera Utara, Gusmiyadi, langsung meminta data dan mengucapkan terimakasih atas data yang diberikan.
“Terimakasih informasi atas keresahan masyarakat Siantar-Simalungun terkait dugaan adanya praktek ilegal loging tersebut,” kata anggota DPRD Sumut dari Partai Gerindra itu.
Sebagai tindaklanjut, segera melakukan cros cek atas data yang sudah diterimanya kepada KPH 2 Pematangsiantar, untuk memastikan duduk perkaranya seperti apa dan mwelakukan evaluasi. Selanjutnya, apabila bukti sudah lengkap, mempertimbangkan memanggil pihak-pihak terkait.
“Kemungkinan, kita juga juga mendorong Komisi D melakukan sidak terkait penampung kayu yang diduga illegal itu,” katanya yang juga mendesak Dinas Kehutanan Sumatera Utara , Kepolisian dan stakeholder terkait, melakukan pengecekan lapangan. (In)







