Senter News
Jumat, 15 Mei 2026
No Result
View All Result
  • HEADLINE
  • SIANTAR-SIMALUNGUN
  • SUMUT
  • ANEKA RAGAM
  • NASIONAL
  • SEREMONIAL
  • VIDEOGRAM
  • PODCAST
  • HEADLINE
  • SIANTAR-SIMALUNGUN
  • SUMUT
  • ANEKA RAGAM
  • NASIONAL
  • SEREMONIAL
  • VIDEOGRAM
  • PODCAST
No Result
View All Result
Senter News
No Result
View All Result
  • HEADLINE
  • SIANTAR-SIMALUNGUN
  • SUMUT
  • ANEKA RAGAM
  • NASIONAL
  • SEREMONIAL
  • VIDEOGRAM
  • PODCAST
Home NEWS HEADLINE
Taman pulau jalan yang disebut kampungan dan berbahaya

Taman pulau jalan yang disebut kampungan dan berbahaya

Taman Pulau Jalan di Siantar “Kampungan” & Ancam Pengendara

Penulis: Redaksi Senternews.com
26 Juli 2023 | 19:19 WIB
Rubrik: HEADLINE
Share on FacebookShare on WhatsappShare on Telegram

SIANTAR, SENTER NEWS

Sejumlah pulau Jalan yang dibangun di  Jalan Ahmad Yani dan Jalan Sisingamangara Kota Siantar yang terdiri dari 3 lokasi dengan dana keseluruhannya Rp 557 juta lebih, dituding “kampungan”. Bahkan,  mengancam keselamatan  pengendera sepeda motor khususnya.

Pernyataan itu terungkap pada  Rapat Dengar Pendapat (RDP) pembahasan Pengantar Nota Keuangan Ranperda Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD 2022, antara Komisi IIII DPRD Siantar dengan Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (PRKP) Kota Siantar, Rabu (26/7/2923).

“Taman pulau jalan di Jalan Ahmad Yani dan Jalan Sisingamangaraja justru menebangi pohon. Wah, saya jadi sedih dan  taman itu kampungan,” ujar Astronout Nainggolan dari Komisi III sembari mengatakan bahwa menebang pohon mudah, Tapi untuk menanamnya tentu harus menunggu lama supaya besar.

Harusnya, taman menciptakan kota Siantar menjadi asri dan hijau. Kemudian, pembuatan  pot bunga bentuknya seperti tempat pembuangan sampah. Bahkan, diplester apa membuat kualitas pekerjaan menjadi rendah.  Agar lebih baik dan indah , seharusnya menggunakan dinding batu alam.

“Kalau begini, maup timba,” ujar Astronout menyebutkkan bahasa daerah yang bermakna memprihatinkan. Kemudian, PRKP diminta  tidak menebangi pepohonan yang sudah tinggi dan rindang.  Sejatinya  harus dipangkas kalau memang mengganggu. Bukan justru ditebangi.

Sementara, personel Komisi III lainnya  mengatakan, bak yang dibangun justru mengundang kecelakaan lalu lintas karena bentuknya  yang mirip  kotak-kotak dan runcing, sangat berdekatan dengan badan jalan.

“Itu rawan kecelakaan lalulintas. Jangan ini justru menimbulkan masalah baru dan kita minta itu direka ulang atau CCO. Jangan lanjutkan, itu bahaya ,” ujar Ketua Komisi III, Denny H Siahaan.

Imanaoel Lingga yang juga dari Komisi III mengatakan, di kota-kota lain, justru  pepohonan justru dipelihara supaya kota menjadi  hijau. Di Siantar malah  sebaliknya, menebangi pohon. “Siantar harusnya hijau,” ujarnya.

Lebih tegas lagi dikatakan, pepohonan yang ditebang untuk membuat suasana menjadi hijau justru merubah Siantar menjadi gersang. Terutama di sekitar Jalan Sisingamangaraja dekat eks terminal Sukadame.

“Saya setuju supaya pekerjaan membuat taman badan jalan sebagai ruang hijau itu di CCO,” ujar Imanoel lagi sembari mempertanyakan bagaimana rencana pihak konsultan melakukan perencanaan taman di badan jalan tersebut.

Mendapat “serangan”  dari Komisi III tersebut, Kadis PRKP, Ir Rispani Sidauruk didampingi sejumlah staf  sepertinya tidak mampu menjawab dengan baik. Sehingga, akhirnya menyatakan siap untuk melakukan CCO.

“Ya, terimakasih atas saran dan masukannya, kita akan siap melakukan CCO,” ujarnya singkat.

Sementara, pantauan di lokasi, pembuatan taman badan jalan tersebut, saat ini  sedang dikerjakan. Akar-akar kayu  dan tungkul batang pohon yang tampak  mencuat ke permukaan  . Tidak diketahui  dikemanakan batang-batang kayu berbagai jenis pohon itu dibawa. Sementara,  suasananya tampak begitu gersang.

Kemudian, sesuai dengan plang proyek berbetuk poster , pekerjaan taman pulau jalan itu,  malah dikerjakan  rekanan dari luar daerah. Seperti, CV Nugraha Perkasa, beralamat Medan Sunggal Kota Medan. Kemudian Gapura Alam Persada, beralamat Medan Denai Kota Medan. (In)

ShareSendShare

Berita Terkait

HEADLINE

Kaum Ibu Korban Koperasi “Bodong” Mengadu dan Menjerit di Depan PN Siantar, Desak BNI Kembalikan Rp4,2 Miliar  

27 April 2026 | 17:53 WIB

SIANTAR, SENTERNEWS Puluhan kaum ibu berterik-teriak dan menjerit di depan kantor Pengadilan Negeri (PN) Siantar. Minta agar kasus Koperasi Swadharma...

Read moreDetails
Gubernur Sumut dan Walikota Siantar
HEADLINE

Kalah Telak ! Pemprov Sumut , Dinas Pendidikan, Pemko Siantar & SMA Negeri 5 Kota Siantar, Wajib Bayar Ganti Rugi Rp40,7 Miliar

19 April 2026 | 21:52 WIB

SIANTAR, SENTERNEWS Setelah kalah telak lagi karena Peninjauan Kembali (PK) ditolak Mahkamah Agung (MA) sesuai Putusan Nomor 44 PK/Pdt/2026 terkait...

Read moreDetails
Duduki ruang Rapat Gabungan DPRD Siantar
HEADLINE

Unjuk Rasa Himapsi dan Saling: “Duduki Kantor DPRD Siantar dan Terobos Kantor Walikota” 

13 April 2026 | 16:47 WIB

SIANTAR, SENTERNEWS Unjukrasa Himpunan Mahasiswa dan Pemuda Simalungun Indonesia (Himapsi) serta Sahabat Lingkungan (Saling) “memanas”. Massa aksi sempat menduduki kantor...

Read moreDetails
HEADLINE

Dumas “Mark Up” Pembelian Eks Rumah Singgah Rp14,5 Miliar: Kejari Siantar Periksa Sejumlah Pejabat Pemko

2 April 2026 | 15:23 WIB

SIANTAR, SENTERNEWS Pengaduan masyarakat (Dumas) soal dugaan mark up pembelian eks Rumah Singgah Covid 19 senilai Rp14,5 miliar yang disampaikan...

Read moreDetails
HEADLINE

Soal Dugaan Mark Up Eks Rumah Singgah Covid-19 Rp14,5 Miliar, DPRD Siantar Tunggu  Hasil Kajian Kejagung

18 Maret 2026 | 18:29 WIB

SIANTAR, SENTERNEWS Terkait Dugaan Penyimpangan Prosedur Administrasi dan Dugaan Mark Up Harga Pembelian Eks Rumah Singgah Covid-19 senilai Rp14,5 miliar...

Read moreDetails
HEADLINE

Demo Soal Dugaan Mark Up & KKN Rp14,5 Miliar di Kejagung “Panggil dan Periksa Walikota Siantar !”

13 Maret 2026 | 16:38 WIB

JAKARTA, SENTERNEWS Dugaan mark up pembelian eks Rumah Singgah Covid-19 senilai Rp14,5 miliar  tahun  2025 yang dilakukan Pemko Siantar sesuai...

Read moreDetails

Berita Terbaru

ANEKA RAGAM

STAI Samora Pematangsiantar Dukung Penuh Festival Anak Soleh Indonesia XIII

15 Mei 2026 | 19:26 WIB
SIANTAR-SIMALUNGUN

IRT Meninggal Duduk dan Membusuk di Rumahnya, Dievakuasi Polsek Gunung Malela

15 Mei 2026 | 14:11 WIB
ANEKA RAGAM

Warga Heboh! Buaya Ditemukan di Tengah Jalan 

14 Mei 2026 | 21:46 WIB
SIANTAR-SIMALUNGUN

Lompat Tembok Rumah dan Kabur ke Ladang Ubi, Residivis Sabu Dibekuk Polsek Dolok Batu Nanggar

14 Mei 2026 | 20:30 WIB
ANEKA RAGAM

Krisis Kepercayaan Diri Mahasiswa Muslim di Era Digital: Analisis Ketergantungan Smartphone Dalam Perspektif Pendidikan Islam Kontemporer

14 Mei 2026 | 20:01 WIB
SEREMONIAL

Demi Peningkatakan Kemampuan Mahasiswa, STAI Samora Siantar Seminar “Public Speaking For Gen Z”

14 Mei 2026 | 08:59 WIB
ANEKA RAGAM

Kelompok Cipayung dan OKP di Siantar Tolak Hasil Musda KNPI XIV dan Desak Musda Luar Biasa

13 Mei 2026 | 22:35 WIB
ANEKA RAGAM

Meski Hujan Deras, Unjukrasa  di Kantor PLN Pematangsiantar Memanas

13 Mei 2026 | 16:55 WIB
ANEKA RAGAM

Simulasi Sispamkota : Personel Polres Siantar dan Pengunjukrasa Terlibat Bentrok  

13 Mei 2026 | 15:34 WIB
SEREMONIAL

Wisuda Lansia Dihadiri Walikota Siantar

13 Mei 2026 | 08:17 WIB
ANEKA RAGAM

PC FSP KEP SPSI Siantar Simalungun Demo di Depan Kantor Kanwil DJP Sumut II dan PT PLN Siantar

12 Mei 2026 | 21:41 WIB
SIANTAR-SIMALUNGUN

Kabur Pakai Mobil Sedan, Dua Maling Anak Lembu Dimassakan dan Diserahkan ke Polres Simalungun

12 Mei 2026 | 20:51 WIB

barak barak barak barak barak barak

  • Redaksi
  • Pedoman
  • Terms
  • Policy
  • Visi & Misi

© 2024 Senternews.com

rotasi barak berita hari ini danau toba sinata

No Result
View All Result
  • HEADLINE
  • SIANTAR-SIMALUNGUN
  • SUMUT
  • ANEKA RAGAM
  • NASIONAL
  • SEREMONIAL
  • VIDEOGRAM
  • PODCAST

© 2024 Senternews.com

rotasi barak berita hari ini danau toba sinata