Senter News
Sabtu, 16 Mei 2026
No Result
View All Result
  • HEADLINE
  • SIANTAR-SIMALUNGUN
  • SUMUT
  • ANEKA RAGAM
  • NASIONAL
  • SEREMONIAL
  • VIDEOGRAM
  • PODCAST
  • HEADLINE
  • SIANTAR-SIMALUNGUN
  • SUMUT
  • ANEKA RAGAM
  • NASIONAL
  • SEREMONIAL
  • VIDEOGRAM
  • PODCAST
No Result
View All Result
Senter News
No Result
View All Result
  • HEADLINE
  • SIANTAR-SIMALUNGUN
  • SUMUT
  • ANEKA RAGAM
  • NASIONAL
  • SEREMONIAL
  • VIDEOGRAM
  • PODCAST
Home NEWS HEADLINE
Santap nasi bungkus dan poster soal makan

Santap nasi bungkus dan poster soal makan

Demo Futasi di Depan kantor Wali Kota: “Ganas! Lapaar!!”

Penulis: Redaksi Senternews.com
26 September 2023 | 19:00 WIB
Rubrik: HEADLINE
Share on FacebookShare on WhatsappShare on Telegram
  1. SIANTAR, SENTERNEWS 

Unjuk rasa  petani dari Forum Tani Sejahtera Indonesia (Futasi) di depan kantor Wali Kota Siantar yang mendapat pengawalan  puluhan pengaman dari Satpol PP dan personel Polres Siantar, memiliki berbagai dinamika, Selasa (26/9/2025).

Selain harus merasakan haus di tengah terik matahari sehingga tenggorokan yang kering hanya dibasahi dengan air mineral gelas merek murahan, petani yang mengelola lahan di Kelurahan Gurilla, Kecamatan Siantar Sitalasari Kota Siantar itu, tidak segan-segan berteriak, ”Lapaaaar!”.

Teriakan lapar sepertinya sangat beralasan. Karena, sekira  jam 12.00 Wib, berjengkal-jengkal perut beberapa pengunjukrasa mulai keroncongan karena  belum diisi. Ternyata,   teriakan lapar itu ditanggapi beberapa ibu-ibu atau “inang-inang” dengan membuka tas, mengeluarkan ubi rebus untuk dibagi kepada beberapa orang pengunjukrasa.

Meski ubi rebus itu disebut pengunjukrasa sebagai makanan rakyat jelata, tapi berhasil dikunyah dengan lahap. “Ganas! Ganas!” kata seorang lelaki setengah tua sambil mengunyah  ubi rebus yang sengaja dibawa dari Kelurahan Gurillla tepat tinggal pengunjuktrasa.

“Ganas maksudnya ganti nasi!” kata lelaki itu lagi untuk kemudian disambut pengunjuk rasa lain dengan teriakan,”Ganas! Ganas!”.

Ternyata, teriakan lapar itu ditanggapi pengunjukrasa yang berorasi dengan menggunakan pengeras suara.  Petani dikatakan sudah biasa menahan lapar dan berpanas-panasan saat mengelola lahan pertanian yang telah dirusak pihak PTPN III yang juga dikatakan sebagai pemegang Hak Guna Usaha (HGU).

“Walaupun kita lapar, tidak mungkin kita pulang tanpa membawa hasil. Disini kita lapar dan kalau pulang juga lapar. Untuk itu, lebih baik kita tetap disini. Bila perlu kita menginap  sampai mendapat kepastian,” kata seorang pengunjukrasa yang berorasi.

Mengamati dinamika itu, Junaedi Sitanggang sebagai Asisten III Pemko yang menerima pengunjukrasa tampak diam. Demikian juga para personel Satpol PP dan personel Polres Siantar. Sementara, saat azan sholat Zuhur berkumandang sekira jam 12.30 Wib, orasi dihentikan.

Jelang beberapa saat, ada beberapa inang-inang datang membawa nasi bungkus dalam kantong kresek. Kemudian, nasi bungkus itu dibagi kepada beberapa pengunjukrasa lainnya.

Ketika nasi bungkus dibuka, lauknya ternyata hanya tempe goreng dan ada juga pakai bakwan. Dicampur sedikit sayur berkuah. Karena jumlahnya sangat terbatas, satu bungkus  disantap dua orang. Atau dua bungkus untuk tiga orang.

Di sela-sela pengunjukrasa menyantap nasi bungkus ala kadarnya itu, pihak Kepolisian melakukan mediasi antara Pemko Siantar dengan pengunjukrasa.  Seiring habisnya nasi bungkus yang dilahap, Yakop sebagai orator penghunjukrasa mengumukan hasil mediasi.

“Dari hasil kesepakatan kita dengan Pemko yang dimediasi pihak kepolisian, kita diminta  segera menyurati Wali Kota untuk melakukan audiensi dan kita segera menyuratinya. Tapi, kalau dalam seminggu ini tidak ada tanggapan dari Wali Kota, kita siap datang lagi dengan jumlah massa yang lebih besar,” kata Yakop.

Kemudian, masa aksi keluar dari halaman kantor Wali Kota. Namun, di depan pintu gerbang, mereka berdiri melingkar berpegangan tangan menghadap keranda yang diusung pengunjukrasa bertuliskan,”RIP Wali Kota Siantar”.

Diiringi lagu perjuangan, pengunjukrasa bergantian menabur bunga warna warni di atas keranda dan keranda itu akhirnya dibakar. Selanjutnya pengunjukrasa membubarkan diri dengan tertib. (In)

ShareSendShare

Berita Terkait

HEADLINE

Kaum Ibu Korban Koperasi “Bodong” Mengadu dan Menjerit di Depan PN Siantar, Desak BNI Kembalikan Rp4,2 Miliar  

27 April 2026 | 17:53 WIB

SIANTAR, SENTERNEWS Puluhan kaum ibu berterik-teriak dan menjerit di depan kantor Pengadilan Negeri (PN) Siantar. Minta agar kasus Koperasi Swadharma...

Read moreDetails
Gubernur Sumut dan Walikota Siantar
HEADLINE

Kalah Telak ! Pemprov Sumut , Dinas Pendidikan, Pemko Siantar & SMA Negeri 5 Kota Siantar, Wajib Bayar Ganti Rugi Rp40,7 Miliar

19 April 2026 | 21:52 WIB

SIANTAR, SENTERNEWS Setelah kalah telak lagi karena Peninjauan Kembali (PK) ditolak Mahkamah Agung (MA) sesuai Putusan Nomor 44 PK/Pdt/2026 terkait...

Read moreDetails
Duduki ruang Rapat Gabungan DPRD Siantar
HEADLINE

Unjuk Rasa Himapsi dan Saling: “Duduki Kantor DPRD Siantar dan Terobos Kantor Walikota” 

13 April 2026 | 16:47 WIB

SIANTAR, SENTERNEWS Unjukrasa Himpunan Mahasiswa dan Pemuda Simalungun Indonesia (Himapsi) serta Sahabat Lingkungan (Saling) “memanas”. Massa aksi sempat menduduki kantor...

Read moreDetails
HEADLINE

Dumas “Mark Up” Pembelian Eks Rumah Singgah Rp14,5 Miliar: Kejari Siantar Periksa Sejumlah Pejabat Pemko

2 April 2026 | 15:23 WIB

SIANTAR, SENTERNEWS Pengaduan masyarakat (Dumas) soal dugaan mark up pembelian eks Rumah Singgah Covid 19 senilai Rp14,5 miliar yang disampaikan...

Read moreDetails
HEADLINE

Soal Dugaan Mark Up Eks Rumah Singgah Covid-19 Rp14,5 Miliar, DPRD Siantar Tunggu  Hasil Kajian Kejagung

18 Maret 2026 | 18:29 WIB

SIANTAR, SENTERNEWS Terkait Dugaan Penyimpangan Prosedur Administrasi dan Dugaan Mark Up Harga Pembelian Eks Rumah Singgah Covid-19 senilai Rp14,5 miliar...

Read moreDetails
HEADLINE

Demo Soal Dugaan Mark Up & KKN Rp14,5 Miliar di Kejagung “Panggil dan Periksa Walikota Siantar !”

13 Maret 2026 | 16:38 WIB

JAKARTA, SENTERNEWS Dugaan mark up pembelian eks Rumah Singgah Covid-19 senilai Rp14,5 miliar  tahun  2025 yang dilakukan Pemko Siantar sesuai...

Read moreDetails

Berita Terbaru

ANEKA RAGAM

STAI Samora Pematangsiantar Dukung Penuh Festival Anak Soleh Indonesia XIII

15 Mei 2026 | 19:26 WIB
SIANTAR-SIMALUNGUN

IRT Meninggal Duduk dan Membusuk di Rumahnya, Dievakuasi Polsek Gunung Malela

15 Mei 2026 | 14:11 WIB
ANEKA RAGAM

Warga Heboh! Buaya Ditemukan di Tengah Jalan 

14 Mei 2026 | 21:46 WIB
SIANTAR-SIMALUNGUN

Lompat Tembok Rumah dan Kabur ke Ladang Ubi, Residivis Sabu Dibekuk Polsek Dolok Batu Nanggar

14 Mei 2026 | 20:30 WIB
ANEKA RAGAM

Krisis Kepercayaan Diri Mahasiswa Muslim di Era Digital: Analisis Ketergantungan Smartphone Dalam Perspektif Pendidikan Islam Kontemporer

14 Mei 2026 | 20:01 WIB
SEREMONIAL

Demi Peningkatakan Kemampuan Mahasiswa, STAI Samora Siantar Seminar “Public Speaking For Gen Z”

14 Mei 2026 | 08:59 WIB
ANEKA RAGAM

Kelompok Cipayung dan OKP di Siantar Tolak Hasil Musda KNPI XIV dan Desak Musda Luar Biasa

13 Mei 2026 | 22:35 WIB
ANEKA RAGAM

Meski Hujan Deras, Unjukrasa  di Kantor PLN Pematangsiantar Memanas

13 Mei 2026 | 16:55 WIB
ANEKA RAGAM

Simulasi Sispamkota : Personel Polres Siantar dan Pengunjukrasa Terlibat Bentrok  

13 Mei 2026 | 15:34 WIB
SEREMONIAL

Wisuda Lansia Dihadiri Walikota Siantar

13 Mei 2026 | 08:17 WIB
ANEKA RAGAM

PC FSP KEP SPSI Siantar Simalungun Demo di Depan Kantor Kanwil DJP Sumut II dan PT PLN Siantar

12 Mei 2026 | 21:41 WIB
SIANTAR-SIMALUNGUN

Kabur Pakai Mobil Sedan, Dua Maling Anak Lembu Dimassakan dan Diserahkan ke Polres Simalungun

12 Mei 2026 | 20:51 WIB

barak barak barak barak barak barak

  • Redaksi
  • Pedoman
  • Terms
  • Policy
  • Visi & Misi

© 2024 Senternews.com

rotasi barak berita hari ini danau toba sinata

No Result
View All Result
  • HEADLINE
  • SIANTAR-SIMALUNGUN
  • SUMUT
  • ANEKA RAGAM
  • NASIONAL
  • SEREMONIAL
  • VIDEOGRAM
  • PODCAST

© 2024 Senternews.com

rotasi barak berita hari ini danau toba sinata