Senter News
Senin, 23 Maret 2026
No Result
View All Result
  • HEADLINE
  • SIANTAR-SIMALUNGUN
  • SUMUT
  • ANEKA RAGAM
  • NASIONAL
  • SEREMONIAL
  • VIDEOGRAM
  • PODCAST
  • HEADLINE
  • SIANTAR-SIMALUNGUN
  • SUMUT
  • ANEKA RAGAM
  • NASIONAL
  • SEREMONIAL
  • VIDEOGRAM
  • PODCAST
No Result
View All Result
Senter News
No Result
View All Result
  • HEADLINE
  • SIANTAR-SIMALUNGUN
  • SUMUT
  • ANEKA RAGAM
  • NASIONAL
  • SEREMONIAL
  • VIDEOGRAM
  • PODCAST
Home NEWS HEADLINE
Kondisi Pasar Dwikora pada bagian dalam

Kondisi Pasar Dwikora pada bagian dalam

PD PHJ Apa Khabar? Pasar Dwikora Siantar Semrawut

Penulis: Redaksi Senternews.com
19 Maret 2024 | 22:22 WIB
Rubrik: HEADLINE
Share on FacebookShare on WhatsappShare on Telegram

SIANTAR,SENTERNEWS

Kinerja Perusahaan Daerah Pasar Hors Jaya (PD PHJ) Kota Siantar semakin dipertanyakan. Pasalnya akibat tidak mampu mengelola Pasar Dwikora atau Pajak Parluasan, pusat perbelanjaan tradisional itu akhirnya jadi begitu semrawut.

Kesemrawutan tampak jelas mulai dari tumpukan  sampah  di depan pintu masuk dari Jalan Gotongroyong yang membuat pandangan begitu tidak sedap dan menjijikkan karena telah mengundang aroma busuk. Sehingga,  pengunjung enggan masuk untuk berbelanja.

Pada bagian dalam, lantai Pasar Dwikora itu malah banyak rusak dan becek. Bahkan, jalan dari gang ke gang penghubung antar kios tampak gelap apalagi banyak kios banyak  tutup. Paling parah lagi, atap  balairung pedagang ikan basah yang sempat rubuh belum juga diperbaiki. Sehingga, ditemukan genangan air yang juga mengundang bau tak sedap.

Sejumlah pedagang mengatakan, pengunjung atau pembeli ke pusat pasar tradisional itu semakin sepi. Sehingga, penjualan semakin hari semakin berkurang. Dan, banyaknya kios yang tutup karena pemiliknya pindah berjualan ke bagian luar. Terutama pedagang hasil bumi seperti sayur-sayuran, cabe, bawang,  tomat dan lainnya.

Kondisi Pasar Dwikora pada bagian dalam

Akibat banyak pedagang yang pindah ke bagian luar, khususnya di Jalan Patuan Nagari dan Jalan Gotong Royong dan sekitarnya, arus lalulintas menjadi terganggu dan menjadi sumber  macetnya arus lalulintas.

“Kalau bertahan jualan di dalam, tak ada pembeli. Bukan aku saja pindah berjualan ke luar, banyak pedagang lain mengambil lapak berjualan di tepi  jalan. Apa boleh buat, kios yang kita tinggalkan di bagian dalam harus tetap dibayar dan lapak yang kita gunakan di luar ini juga harus bayar,” kata seorang pedagang sayur mayur di Jalan Patuan Nagari, Selasa (19/3/2024).

Sementara, sejumlah pedagang yang masih tetap bertahan di bagian dalam tak kalah mengeluh. Kondisi tersebut sudah berlangsung beberapa tahun.  Dan, pihak PD PHJ  seperti tidak mau tau dengan kondisi yang dialami pedagang.

“Kalau semua berlomba berjualan ke luar menjual apa yang dijual di bagian dalam, pembeli pasti tak masuk lagi berbelanja. Inilah yang membuat kita sering menunggak sewa kios,” kata pedagang sayur mayur lainnya.

Sampah yang menumpuk

Sementara, pedagang non hasil bumi mengaku, untuk buka dasar saja baru bisa setelah tengah hari. “Saya malah pernah tidak buka dasar. Jadi gimana lagi?” kata pedagang sepatu dan sandal marga Nasution.

Paling bertahan hanya pedagang pakaian bekas. Di tengah sepinya pembeli, tidak sedikit di antara mereka yang hanya buka pada waktu-waktu tertentu. Misalnya, hanya hari Sabtu maupun Minggu atau pada hari libur saja.  “Kalau kita tidak buka dan hanya di rumah saja sangat tidak enak, Tapi, kalau buka beginilah sepinya,” kata pedagang pakaian bekas.

Soal kesemrawutan Pasar Dwikora Kota Siantar itu dibenarkan anggota DPRD Siantar Metro Hutagaol dari Komisi II yang membidangi masalah pasar. Pihak PD PHJ dikatakan  memang tidak mampu melakukan terobosan membuat kondisi pasar jadi tidak semrawut.

“Permasalahan Pasar Dwikora itu sebenarnya sudah kompleks dan kondisinya begitu  memprihatinkan. Lantai becek, drainase tidak berfungsi. Itu jelas sangat mempengaruhi orang yang berbelanja. Kalau berbelanja jelas sangat tidak nyaman,” kata Metro Hutagaol.

Untuk menertibkan pedagang yang berjualan ke luar pasar menurut Metro Hutagaol memang bukan kewenangan pihak PD PHJ . Namun, kalau kondisi pasar ditata rapi dan mampu bekerja sama dengan Pemko Siantar, pedagang yang menumpuk ke badan jalan sehingga menimbulkan macet, tentu bisa ditanggulangi.

Dijelaskan, beberapa waktu lalu saat  Komisi II melakukan Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan pihak PD PHJ, banyak hal yang harus dibenahi. Namun karena ketiadaan dana, akhirnya kemrawutan seperti dibiarkan.

“Sebenarnya tidak ada alasan pihak PHJ soal ketiadaan dana kalau mereka bisa melakukan komunikasi yang baik dengan Walikota. Parahnya lagi, pihak PD PHJ pernah mengajukan anggaran, tapi   Rencana Kerja dan Anggaran Perubahan mereka tidak ditandatangtani Walikota,” kata Metro lagi.

Masalah lain yang  disoroti anggota DPRD Siantar dari Fraksi Demokrat tersebut, soal belum berfungsinya Pasar Rakyat Balairung Rajawali juga menjadi catatan tersendiri karena sejak serah terima kepada PD PHJ tahun 2020 lalu, juga belum dioperasikan.

“Saya pribadi pernah mengusulkan  kepada pihak PD PHJ agar balairung Rajawali itu dialih fungsikan saja menjadi arena parkir. Dari pada kosong melompong, saya pikir itu lebih baik apalagi kondisi parkir di tepi jalan sudah sangat padat dan mengganggu arus lalulintas. Lagi pula bisa menambah penghasilan PD PHJ,” bebernya.

Demikian juga dengan kondisi atap balairung yang roboh belum juga diperbaiki. “Saya pikir rendahnya kinerja pihak  PD PHJ membuat pasar parluasan itu jadi seperti sekarang ini,” ujarnya mengakhiri.

Sementara, berbagai pemasalahan yang terjadi di lingkungan Pasar Dwikora, sangat sulit dikonfirmasi kepada Dirut PD PHJ, Bolmen Silalahi yang tidak pernah mengangkat telpon dan menjawab Whats App. Demikian juga Reza selaku Humasy PD PHJ. (In)

ShareSendShare

Berita Terkait

HEADLINE

Soal Dugaan Mark Up Eks Rumah Singgah Covid-19 Rp14,5 Miliar, DPRD Siantar Tunggu  Hasil Kajian Kejagung

18 Maret 2026 | 18:29 WIB

SIANTAR, SENTERNEWS Terkait Dugaan Penyimpangan Prosedur Administrasi dan Dugaan Mark Up Harga Pembelian Eks Rumah Singgah Covid-19 senilai Rp14,5 miliar...

Read moreDetails
HEADLINE

Demo Soal Dugaan Mark Up & KKN Rp14,5 Miliar di Kejagung “Panggil dan Periksa Walikota Siantar !”

13 Maret 2026 | 16:38 WIB

JAKARTA, SENTERNEWS Dugaan mark up pembelian eks Rumah Singgah Covid-19 senilai Rp14,5 miliar  tahun  2025 yang dilakukan Pemko Siantar sesuai...

Read moreDetails
HEADLINE

Mark Up Pembelian Eks Rumah Singgah Covid-19 Rp14,5 Miliar, Resmi Diserahkan DPRD Siantar ke  Kejagung  

5 Maret 2026 | 14:42 WIB

SIANTAR,SENTERNEWS Dugaan mark up pembelian Eks Rumah Singgah Covid-19 senilai Rp14,5 miliar hasil temuan Panitia Khusus (Pansus) DPRD Siantar, resmi...

Read moreDetails
Juru Bicara  Fraksi DPRD Siantar
HEADLINE

Mark Up Pembelian Eks Rumah Singgah Rp 14,5 Miliar, Mayoritas Fraksi Setuju ke Kejagung

26 Februari 2026 | 22:02 WIB

SIANTAR, SENTERNEWS Dugaan Penyimpangan Prosedur Administrasi dan Dugaan Mark Up Harga Pembelian Eks Rumah Singgah Covid-19 senilai Rp14,5 miliar yang...

Read moreDetails
Pansus serahkan hasil kerja kepada pimpinan DPRD S|iantar
HEADLINE

Kasus Pembelian Eks Rumah Singgah Covid-19 Rp14,5 Miliar Menyalahi & Pansus DPRD Siantar Minta Disampaikan ke Kejagung

26 Februari 2026 | 14:06 WIB

SIANTAR, SENTERNEWS Terkait  pembelian Eks Rumah Singgah Covid-19 senilai Rp14,5 miliar lebih yang dilakukan Pemko Siantar diminta  agar dilaporkan kepada...

Read moreDetails
HEADLINE

Meski Kenaikan NJOP 1.000 Persen Sudah Ditinjau, Malah Ada Tambah Naik

13 Februari 2026 | 08:29 WIB

SIANTAR, SENTERNEWS Dari hasil peninjauan kembali terkait kenaikan Nilai Jual Objek Pajak (JOP) yang dilakukan Pemko Siantar, ada yang mengalami...

Read moreDetails

Berita Terbaru

ANEKA RAGAM

Perempuan Warga Siantar Timur Meninggal Ditabrak Kereta Api

22 Maret 2026 | 19:12 WIB
ANEKA RAGAM

Suasana Masih Lebaran, Pedagang Ikan Basah di Pajak Parluasan Siantar Sepi

22 Maret 2026 | 09:22 WIB
SIANTAR-SIMALUNGUN

Pemkab Simalungun Gelar Shalat Idul Fitri 1447 H di Halaman Kantor Bupati

22 Maret 2026 | 08:54 WIB
SIANTAR-SIMALUNGUN

Kapolres Simalungun: Wisatawan Meningkat 40 Persen, “Periksa Ketat Alat Kelayakan Keselamatan di Pelabuhan”

21 Maret 2026 | 20:14 WIB
SIANTAR-SIMALUNGUN

Kapolres Simalungun Lakukan Pengecekan Kapal Wisata: “Utamakan Keselamatan”

21 Maret 2026 | 17:46 WIB
ANEKA RAGAM

Walikota Siantar  Bersama Unsur Forkopimda Lepas  Pawai Takbir  Hari Raya Idul Fitri 1447 H/2026 M

21 Maret 2026 | 08:18 WIB
ANEKA RAGAM

Pawai Obor 1000 Obor BKM Masjid Raya Siantar Semarakkan Malam Takbiran Hari Raya Idul Fitri 1447 H

21 Maret 2026 | 08:16 WIB
ANEKA RAGAM

Sholat Idul Fitri 1447 H Muhammadiyah Kota Siantar, Aman dan Kondusif

20 Maret 2026 | 10:04 WIB
SIANTAR-SIMALUNGUN

Kapolres Simalungun: Pintu Tol Panei Dibuka 07.00 WIB Sampai 21.00 WIB

19 Maret 2026 | 22:50 WIB
SIANTAR-SIMALUNGUN

Live Report Kapolres: Arus Lalu Lintas Meningkat, Jalur Lingkar Luar Parapat Bantu Urai Kemacetan

19 Maret 2026 | 19:48 WIB
NASIONAL

Di Bawah Bayang-Bayang Teror: Masa Depan Demokrasi Dipertaruhkan

18 Maret 2026 | 22:39 WIB
HEADLINE

Soal Dugaan Mark Up Eks Rumah Singgah Covid-19 Rp14,5 Miliar, DPRD Siantar Tunggu  Hasil Kajian Kejagung

18 Maret 2026 | 18:29 WIB

barak barak barak barak barak barak

  • Redaksi
  • Pedoman
  • Terms
  • Policy
  • Visi & Misi

© 2024 Senternews.com

rotasi barak berita hari ini danau toba sinata

No Result
View All Result
  • HEADLINE
  • SIANTAR-SIMALUNGUN
  • SUMUT
  • ANEKA RAGAM
  • NASIONAL
  • SEREMONIAL
  • VIDEOGRAM
  • PODCAST

© 2024 Senternews.com

rotasi barak berita hari ini danau toba sinata