SIANTAR,SENTERNEWS
Pria berstatus sebagai barista atau peracik kopi berinisial IS (28) ditemukan meninggal tergantung di ayunan rumahnya di salah satu perumahan Kelurahan Tambun Nabolon, Kecamatan Siantar Martoba, Kota Siantar, Selasa (13/10/2026).
Jenazah pria yang sempat bekerja di salah satu kafe di Siantar Barat itu, pertama kali ditemukan ayahnya sendiri berinisial HS (60) yang datang ke rumah korban. Bahkan, sempat memanggil nama anaknya. Tetapi karena curiga, akhirnya pintu rumah yang terkunci didobrak paksa. Dan korban ditemukan meninggal dalam posisi tergantung diayunan.
Temuan itu akhirnya diketahui warga dan diteruskan ke pihak kepolisian yang langsung turun ke lokasi melakukan olah TKP. Kemudian, pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pematangsiantar, mengevakuasi kenapa ke RSUD Djasamen Saragih Pematangsiantar.
Salah seorang tetangga dekat korban, Febri, mengatakan rumah korban sudah terlihat gelap sejak Sabtu malam (10/10/2026).
“Biasanya lampunya hidup kalau malam. Tapi sejak Sabtu malam lalu, rumahnya sudah gelap. Berbeda dari biasanya,” ujar Febri di lokasi.
Terpisah ayah korban si sekitar ruang jenazah RSUD mengatakan, Minggu (11/10/2026) sempat datang ke rumah akannya itu. Namun pintu rumah dalam keadaan terkunci dan tidak ada jawaban dari dalam.
Selasa (13/10/1026) kembali datang dan memanggil nama anaknya. Karena tidak ada jawaban dan sempat mencium bau tak aedap, muncul rasa curiga. Kemudian mendobrak pintu dan menemukan anaknya telah meninggal dunia.
Dijelaskan, Sabtu (10/10/2026), anaknya sempat menceritakan tengah memiliki beban persoalan keluarga dan ekonomi. Bahkan, mengalami keretakan dalam rumah tangga. Sang istri disebut telah pergi meninggalkan rumah beberapa hari sebelum kejadian.
Pihak keluarga mengatakan rencananya jenazah akan disemayamkan dan dimakamkan pada Rabu (14/10/2026). kemudian Pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan terkait peristiwa tersebut. (Ad)







