BATAM, SENTER NEWS
Sejumlah mahasiswa dari Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) yang berunjuk rasa di depan kantor Bea Cukai Kota Batam diserang Orang Tak Dikenal (OTK) yang diperkirakan sebagai preman, Senin (2/4/2024) sekira jam 11.00 WIB.
Ketua (GMNI). Dicky Kota Batam yang dikonfirmasi melalui WhatsApp membenarkan kejadian tersebut. “Awalnya kami sudah mengajukan surat unjukrasa, pada 27 Maret 2024 lalu. Titik kumpul, di Daerah SP Plaza Sagulung,” kata Dicky.
Dijelaskan, awalnya kelompok mahasiswa itu bergerak dari Polsek Batu Aji dan sampai Intel Polres sekitar pukul 10.00 WIB mendapat pengawalan dari polisi. Namun setiba di depan kantor Bea Cukai Batam mereka langsung di hajar OTK berpakaian sipil yang disebut sebagai preman.
Dijelaskan, orang berpakaian bebas itu diperkirakan sebanyak 80-100 orang. “Kita dari GMNI menyoroti tentang kinerja Bea Cukai Batam terkait soal pengawasan peredaran rokok maupun pelabuhan pelabuhan tikus dan barang masuk keluar Batam. Apakah Bea Cukai kota Batam tutup mata untuk hal-hal tersebut, ” ujar Dicky.
Namun, saat akan melakukan orasi, kelompok OTK berbaju preman yang berjaga di kantor Bea Cukai Kota Batam, melakukan penyerangan sehingga massa GMNI berhasil dipukul mundur.
“Kami semua kena pukul dan kami sudah membuat laporan ke Polresta Barelang, (Kanit2) kami juga sudah melakukan visual di rumah sakit Elisabeth,” kata Dicky sembari mengatakan bahwa Kepala Bea Cukai Batam diduga menerima upeti dari para mafia dan dibekingi mafia kelas kakap. (Mj)






