SIMALUNGUN, SENTERNEWS
Seorang pemuda berstatus mahasiswa berinisial JNT (27) nekat mengakhiri hidup dengan gantung diri di dalam gubuk perladangan Sigarantung, Dusun Bagot Puloan, Nagori Siatasan, Kecamatan Dolok Panribuan, Kabupaten Simalungun.
Kejadian itu dibenarkan Kasi Humas Polres Simalungun, AKP Verry Purba. “Begitu laporan masuk, personel kami langsung bergerak ke lokasi,” ujarnya, Jumat, (08/05/2026).
Berdasarkan keterangan yang dihimpun, peristiwa bermula ketika saksi NAG.,(23), putri dari pemilik gubuk, merasa curiga terhadap keberadaan korban. Sebelumnya, Kamis (07/05/2026) sekira pukul 15.00 WIB, korban datang berkunjung ke rumah orang tua saksi dan meminjam telepon genggam milik saksi.
Merasa ada yang tidak beres, saksi berjalan kaki menuju gubuk tersebut dan terkejut mendapati korban dalam keadaan tergantung. Saksi seketika berlari pulang dan memberitahukan kejadian itu kepada orang tua serta kakaknya.
Bersama keluarga dan saksi, mereka segera mendatangi lokasi dan dengan inisiatif menurunkan jenazah korban dengan cara memotong kain sarung untuk gantung diri. Kepala Desa setempat kemudian dihubungi dan meneruskan laporan kepada Kapolsek Dolok Panribuan.
Kapolsek Dolok Panribuan, IPTU P. Ponijan SH, bersama Kanit Reskrim IPDA B. Hutasoit dan personel Polsek langsung mendatangi lokasi dan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP). Tim INAFIS Polres Simalungun dan tenaga medis melakukan visum luar.
“Dari hasil olah TKP, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan di tubuh korban. Peristiwa ini dikategorikan non-pidana dengan dugaan kuat korban melakukan bunuh diri,” ucap AKP Verry Purba.
Diduga kuat, motif di balik tindakan tragis ini adalah keputusasaan akibat hubungan asmara yang berakhir. Korban diketahui baru saja diputuskan oleh kekasihnya.
Jenazah korban selanjutnya dibawa ke RSUD Djasamen Saragih untuk pemeriksaan VER luar sesuai permintaan keluarga, sebelum akhirnya diserahkan kepada pihak keluarga untuk dibawa ke rumah duka.
“Kami menyampaikan duka yang mendalam kepada keluarga korban. Polres Simalungun memastikan seluruh proses penanganan berjalan dengan baik, transparan, dan penuh rasa kemanusiaan. Situasi di lokasi saat ini dalam keadaan aman dan kondusif,” ungkap AKP Verry Purba mengakhiri keterangannya. (In)





