SIMALUNGUN, SENTERNEWS
Gerakan Ikatan Mahasiswa dan Pemuda (GIMP) bersama Gerakan Pemuda Sumatera Utara Untuk Rakyat Simalungun (GEMPUR) desak Polres Simalungun melalui AKP Wisnugraha Paramaartha sebagai Kasat Reskrim yang baru, membersihkan praktek perjudian.
Ketua GIMP Indra Simarmata menegaskan, praktik perjudian seperti togel, tembak ikan, dan bentuk lainnya tidak bisa lagi dianggap biasa biasa saja. Sementara, praktrek perjudian yang diduga berlangsung terorganisir dari jaringan yang dikendalikan sosok berinisial “AK”.
“Kami melihat ini bukan sekadar praktik perjudian biasa. Ada dugaan ini merupakan jaringan yang terstruktur dan sistematis. Jika benar ada aktor utama di baliknya, maka aparat penegak hukum harus berani mengungkapnya secara transparan,” ujar Indra.
Senada dengan pernyataan Ketua GEMPUR, Rezi Ardiansya. Aksi perjudian yang terus berlangsung menimbulkan keresahan di tengah masyarakat dan mencederai rasa keadilan.
“Praktik Perjudian ini tidak boleh dibiarkan terlalu lama seolah-olah kebal hukum. Kami mendesak aparat untuk tidak hanya menindak pelaku di lapangan. Tetapi juga membongkar siapa dalang utamanya,” tegas Rezi.
Ditegaskan, momentum pelantikan AKP Wisnugraha Paramaartha sebagai Kasat Reskrim Polres Simalungun, Rabu/15/04/2026) untuk membuktikan pergantian kepemimpinan menjadi ujian nyata bagi komitmen penegakan hukum di wilayah tersebut.
“Kami menunggu langkah konkret dari Kasat Reskrim yang baru. Apakah berani mengungkap sosok ‘AK’ dan membersihkan jaringan perjudian hingga ke akar, atau justru praktik ini akan terus dibiarkan?” lanjut Indra.
Sebagai bentuk komitmen, kedua organisasi tersebut menyatakan akan terus mengawal isu ini dan mendorong transparansi serta akuntabilitas aparat penegak hukum dalam menangani praktik perjudian di Simalungun.
“Masyarakat Simalungun saat ini menunggu bukti nyata. Ini bukan hanya soal penegakan hukum, tetapi juga tentang keberanian dan integritas,” tutup Rezi. (In)






