SIANTAR, SENTERNEWS
Stadion Sangnaualuh Pematangsiantar yang telah lama mangkrak karena sempat bermasalah, saat ini mulai dibenahi dengan membangun lapangan dan drainase lengkap dengan ruang kontrol untuk pemeliharaan rumput.
Pembenahan stadion dilakukan Dinas Pariwisata Pematangsiantar dengan menggunakan anggaran dari APBD Pematangsiantar Tahun Anggaran (TA) 2026 senilai Rp7 milair lebih.
“Pertama yang akan dibenahi adalah lapangan dengan menggunakan rumput Jepang yang disebut Zoysia Japonica, “ kata Hamzah Fanshuri Damanik, Kamis (30/09/2026).
Selain lapangan berstandar nasional, juga dibangun drainase dan ruang kontrol sistim pengendalian air menggunakan tangki di dalam tanah sebagai alat untuk pemeliharaan rumput lapangan.
“Ada springkel sebagai alat penyiram air yang dirancang khusus untuk menyiram dan menjaga kelembapan rumput lapangan,” ujar Hamzah sembari mengatakan, saat ini sedang dilakukan perataan lapangan menggunakan alat berat.
Saat media ini ingin mengetahui bagaimana kondisi pembangunan lapangan stadion yang pernah menjadi kebanggaan warga Kota Siantar itu, ternyata pintu masuknya ditutup dari bagian dalam sehingga tidak bisa masuk untuk mengetahui tentang plang proyek.
“Sebenarnya boleh masuk ke bagian dalam stadion. Kalau pintunya tertutup dari dalam, mungkin karena soal keamanan. Masalahnya, beberapa hari lalu ada dua maling yang ditangkap dan sudah dilaporkan ke Polres,” kata Hamzah.
Untuk saat ini, hanya pembangunan lapangan dan sarana pendukung yang sedang dikerjakan. Sedangkan fasilitas lain di dalam stadion tidak ditangani. Antara lain, tribun yang sempat dibangun dengan kondisi besi baja yang terkatung-katung dan tribun lama yang sudah tidak layak pakai.
“Kalau tribun dan lainnya memang tidak kita pegang karena itu merupakan inventaris. Kita hanya membangun lapangan dan sarana pemeliharaan lapangan saja dulu,” kata Hamzah.
Terpisah, anggota DPRD Pematangsiantar, Andika Prayogi Sinaga SE mengatakan, karena anggaran yang dikucurkan cukup besar, pelaksana pembangunannya harus benar-benar sesuai ketentuan.
“Pemko harus melakukan pengawasan ekstra kepada pihak pelaksana, jangan sempat menimbulkan masalah karena penggunaan stadion untuk kepentingan publik khususnya untuk dunia olahraga sepakbola,” kata politisi Partai Hanura tersebut.
Untuk memaksimalkan fungsi pengawasan Komisi III yang membidangi pembangunan fisik, dalam waktu dekat berencana meninjau ke lokasi. Apabila lapangan stadion itu sudah selesai dan dimanfaatkan, tentu perlu didukung untuk pengembangan sepakbola Kota Siantar.
“Sepakbola itu merupakan olahraga rakyat dan banyak bibit muda yang dapat dibina untuk mengukir prestasi ke tingkat lebih baik. Jadi, stadion itu dapat dimanfaatkan dengan menggelar event lokal bahkan tingkat propinsi,” ujarnya mengakhiri. (In)






