SIANTAR, SENTERNEWS
Anggota DPRD Sumatera Utara, Rony R Situmorang, kecam kasus bullying (perundungan) terhadap pelajar salah satu SMP Negeri Pematangsiantar yang juga dilakukan temannya sendiri. Apalagi videonya sempat viral melalui media sosial.
“Saya mengecam kasus bullying itu dan harapan kita jangan sempat terulang kembali. Untuk itu, pihak sekolah harus mampu melakukan pembinaan kepada para pelajar. Bukan hanya sekedar mengajar,” kata Rony R Situmorang, politisi Partai NasDem itu, Senin (28/09/2026).
Dijelaskan, sekolah harus mampu memberi pemahaman kepada para tenaga pendidik atau guru bagaimana caranya agar dapat membentuk karakter anak didik dengan baik. Karena, anak didik itu pada dasarnya memiliki karakter yang berbeda-beda.
Misalnya, kalau ada anak didik sanguinis atau selalu aktif dalam bergerak, tentu berbeda dengan menghadapi anak didik berkarakter koleris atau pemberani dan lebih percaya diri.
Berbeda lagi menghadapi anak didik yang melakonis tetapi selalu rapi dan rajin. Hanya saja, selalu takut salah dan berbeda juga menghadapi anak didik yang plegmatis atau pendiam.
“Untuk anak sanguinis beri dia kesempatan untuk tampil dan anak yang percaya diri harus diberi pemahaman untuk menghargai pendapat orang lain.
Kalau anak yang melankolis, jangan buru-buru disalahkan dan harus diberitahu tidak apa-apa kalau salah. “Sedangkan anak plegmatis atau pendiam, perhatikan dan sering menyebut namanya,” kata Rony.
Selain peran sekolah, peran orang tua untuk membentuk karakter anak tentu sangat penting. Orang tua harus mampu memperlihatkan adab yang bagi bagi anaknya. Selalu melakukan pengawasan dengan baik kepada siapa saja berteman.
“Sekali lagi, saya kecam kasus bulying antar pelajar itu dan jangan terulang lagi. Ini tentu jadi PR bagi sekolah dan orang tua juga,” kata Ronny mengakhiri.
Sekedar informasi, kasus perundungan (bullying) dan pemukulan terhadap seorang siswi di salah satu SMP Negeri di Kota Pematangsiantar, itu telah dimediasi Dinas Pendidikan Pematangsiantar dengan menyelesaikannya secara kekeluargaan, Sabtu (26/09/2026).
Pada perdamaian yang turut disaksikan orang tua kedua belah pihak dan pihak sekolah, terungkap, korban berinisial NR sering diejek dan menyebut-nyebut nama orang tuanya. Puncaknya, Jumat (26/09/2026) salah seorang siswi, GLH, memukul NR hingga matanya bengkak dan memar.
Saat dilakukan perdamaian itu, orang tua pelaku dan pelaku sudah meminta maaf dan bersedia membiayai perobatan korban sampai sembuh.
“Kita dari Pemerintah Kota Pematangsiantar berharap tidak ada informasi yang simpang siur, yang dapat mengganggu mental dan psikis kedua belah pihak,” tukas Syaiful Rizal Kepala Dinas Pendidikan Pematangsiantar. (In)






