SIANTAR,SENTERNEWS
Kota Siantar bakal batal sebagai penyelenggara Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI tahun 2024, cabang olaharaga kick boxing. Hal itu terjadi apabila penyelesaian gedung Merdeka di Jalan Merdeka Kota Siantar tidak selesai Juli 2024.
Ketua KONI Kota Siantar Jayadi Sagala mengatakan, pekan lalu bertemu panitia Tim PON Sumatera Utara di Medan. Menyatakan pembangunan gedung berlantaia lima harus kejar target dan sudah harus selesai Juli. Sedangkan saat ini yang selesai baru lantai empat.
“Sekarang pembangunan masih lantai empat dan itu juga belum finishing. Karenanya, sudah muncul alternatif bahwa penyelenggara kick boxing akan digelar di luar kota Siantar. Misalnya Medan tau malah Tebing Tinggi,” kata Jayadi Sagala,Rabu (27/3/2024).
Kemudian hal lain yang sudah harus dipersiapkan sebelum pelaksanaan PON bulan September 2024 mendatang, panitia penyelenggara sudah memastikan kesiapan hotel termasuk pemberian DP kepada pihak hotel dan persiapan lainnya.
“Kalau Siantar gagal menjadi penyelenggaran kick boxing, sangat memalukan dan kesempatan itu entah kapan bisa ada lagi,” ujarnya.
Sementara, pihak Pemko Siantar melalui M Hamam Soleh sebagai Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Kota Siantar mengatakan, sudah memanggil pihak pengembang PT Suryatama dan tim teknis yang juga dihadiri Tim Pengawas dari Walikota. Melakukan pertemuan di ruang Bappeda Kota Siantar, Selasa (26/3/2024).
“Pada pertemuan itu, terjadi adu argumen dan ada pemaparan soal teknis kapan finishing untuk lantai lima. Hasilnya, pengembang dapat meyakinkan tim pengawas selesai Juli,” kata Hamam Soleh.
Dijelaskan juga, kekawatiran Tim Pengawas gedung tidak selesai bulan Juli, dapaat dipahami pihak pengembang serta tim teknis. Karenanya, pada pertemuan itu dipaparkan tahapan-tahapan pekerjaan secara rinci untuk meyakinkan Tim Pengawas.
“Pekan depan kita akan kembali memanggil pihak pengembang dan tim teknis pembangunan untuk mematangkan penyelesaian lantai lima. Saat ini, sesuai laporan pihak pengembang, penyelesaian gedung sudah 79,85 persen,” kata Hamam Soleh.
Dijelaskan juga, Tim PON Sumatera Utara sudah turun ke Kota Siantar. Selain meninjau hotel yang akan dijadikan sebagai penginapan atlit juga meninjau pembangunan gedung. Sedangkan SK Gubernur pelaksanaan Kick Boxing di Kota Siantar, sudah keluar.
Hamam Soleh membenarkan, Panitia PON sudah mencari altenatif atau opsi kota lain sebagai pelaksana olahraga kick boxing di luar kota Siantar. Tapi, itu plan B. Plant A pelaksanaannya tetap di Siantar.
“Jadi, kontruksi harus dikejar selesai bulan Juli. Soal teknis, pengembang akan melakukan penambahan alat dan tenaga kerja. Kalau pelaksanaan kick boxing keluar dari kota Siantar, tentu sangat memalukan,” ujar Hamam Soleh mengakhiri. (In.)






