SIANTAR,SENTERNEWS
Karena Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Siantar hanya memiliku satu unit alat berat berupa eskapator, sampah begitu cepat menggunung di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) di Tanjung Pinggir, Kecamatan Siantar Martoba, Kota Siantar.
Akibatnya, sudah menjadi pemandangan biasa kalau puluhan truk yang mengangkut sampah dari berbagai lokasi terpaksa harus antri panjang menunggu sampai diurai. Bahkan, para sopir ada yang menunggu sampai dua jam.
“Kita masih memiliki satu unit eskapator untuk mengurai sampah. Tapi, tahun 2024 ini sudah ada anggaran dari APBD Siantar 2024 untuk pengadaan eskapator,” kata Kadis Lingkungan Hidup, Dedy Setiawan, Selasa (16/1/2024).
Dengan adanya tambahan satu unit alat berat tersebut, petugas di kawasan TPA dikatakan semakin ringan untuk mengurai sampai dengan volume sekitar 10 ton perhari. Sehingga, tidak terjadi lagi antrian terhadap truk yang akan membuang sampah ke TPA Tanjung Pinggir yang kondisinya dikatakan masih senagat memadai.
Pantauan di sekitar TPA Tanjung Pinggir, saat sampah akan turun, sejumlah masyarakat lebih dulu menyorir sampah untuk dikumpulkan. Misalnya, sampah plastik akan dibersihkan kemudian dijemur sampai kering untuk dijual. Kemudian, ada mengambil jenis-jenis sayuran maupun taman yang akan dicampur tanah untuk dijadikan kompos.
“Kami memang selalu memilih sampaah yang dapat dijual untuk menambah penghsilan,” kata seorang lelaki yang dibantu istrinya untuk mengumpul sampah plastik. “Ini nanti dibersihkan lagi dan dijemur. Setelah dikumpul sampai banyak baru dijual,” katanya.
Sementara, sampah setelah ditumpahkan dari truk maupun mobil pickcup, langsung di tarik eskapator untuk ditolak ke lokasi TPA agar tidak menumpuk di lokasi pembuangan. Namun, karena eskapator hanya satu unit, tidak bisa langsung bekerja cepat. Sehingga, sampah tampak begitu menggunung. (In)






