SIANTAR, SENTERNEWS
Ketika induk Harimau Benggala keluar dari kandang kecil dan melihat dua anaknya yang dilahirkan di Taman Hewan Kota Siantar (Siantar Zoo) berada di kandang besar, ketiganya tampak begitu akrab untuk saling berkomunikasi, Selasa (16/1/2024).
Rolan bercorak kuning belang dan Rolin putih belang tampak bergumul akrab dengan sang induk yang sedang terbaring. Bahkan, kedua bayinya itu seperti tidak ingin jauh dari sang induk saat berjalan tenang mengitari kandang yang disaksikan puluhan pasangan mata pengunjung Siantar Zoo.
Ketua Perhimpunan Kebun Binatang Se-Indonesia (PKBSI) Rahmat Shah, pengelola Siantar Zoo, Jalan Gunung Simanuk-manuk itu memberi nama sepasang bayi Harimau Benggala yang lahir 30 Oktober 2023 lalu, agar mudah diingat karena mirip dengan nama dua putra dan putrinya sendiri.

Sebelum Rolan dan Rolin dimasukkan kekandang bertemu dengan sang induk, Rahmat Shah memperkenalkan kedua bayi Harimau Benggala asal India dan Banglades itu sebagai warga baru Siantar Zoo seluas sekitar 3 hektar untuk menambah koleksi spesies hewan lainnya yang juga lahir di tahun 2023.
Hewan yang lahir tahun 2023 itu, antara lain, Tapir Indonesia, Common Marmoset, Wallaby, Bangau Mahkota, Merak Biru, Nuri bayan, Walabi, Rusa Arjuna, Rusa Tutull, Rusa Timor, Kijang Muncai, Berang berang Junai Mas dan lainnya sebanyak 17 spesies dengan jumlah 49 ekor yang terdiri dari unggas dan mamalia menyusui.
“Hewan yang lahir hasil dari pengembangan konservasi akan kita rawat dengan baik agar dapat berkembang biak,” ujar Rahmat Shah yang sudah lima kali menjabat sebagai Ketua PKBSI.
Dijelaskan, pengelolaan Siantar Zoo yang dilakukan sejak tahun 1996 semasa Walikota Siantar dijabat Abu Hanifah memang akan berakhir. Namun, pihaknya siap memperpanjang pengelolaan dengan menambah sejumlah fasilitas dengan investasi Rp 10 miliar..
Fasilitas yang akan ditambah tersebut antara lain sarana dan prasarana pendukung. Termasuk bagaimana caranya mengantisipasi kemacetan lalulintas saat pengunjung Siantar Zoo ramai pada hari libur. Kemudian, akan ada aquarium, café yang nyaman dan beberapa jenis permainan anak.
Untuk mengelola Siantar Zoo dikatakan tidak mudah, apalagi kondisi sebelumnya begitu memprihatinkan dan investasi awal yang dikucurkan antara Rp 15 miliar sampai Rp 20 miliar. Kemudian, setelah dikelola dengan profesional Siantar Zoo dengan kategori kecil berhasil menyandang Zoo terbaik se Indonesia.
“Awalnya kita tentu tidak bisa mengharap keuntungan,” ujar peraih Bintang Mahaputra itu yang juga mengatakan, semasa Covid-19 justru banyak pengeluaran untuk memberi makanan dan minuman serta pemeliharaan hewan. Sedangkan kemasukan sama sekali nihil.
Namun, berkat ketekunan dan penanganan secara profesional , setelah berjalan 15 tahun akhirnya membuahkan hasil,” ujar Rahmat Shah kelahiran Kota Perdagangan Kabupaten Simalungun yang mengaku punya kepuasan batin dapat mengembangkan Siantar Zoo. (In)






