SIANTAR,SENTER NEWS
Memasuki hari kedua Bulan Ramadhan 1445 H, harga cabe merah di Pasar Dwikora atau Pajak Parluasan dan Pasar Horas Kota Siantar terus melejit seperti tak terkendali mencapai Rp 80 ribu per kilogram, Rabu (13/3/2024).
Kenaikan itu menurut sejumlah pedagang karena harga beli juga naik. Sehingga, harga jual kepada pengecer juga naik. Dan, kenaikan harga cabe merah itu pada dasarnya sudah berlangsung sebelum bulan Ramadhan.
“Sebelum puasa kemarin, harga cabe merah sudah Rp65 ribu per kilo. Memasuki hari pertama naik lagi menjadi Rp 72 ribu dan sekarang hari kedua bulan puasa terus naik menjadi Rp 80 ribu per kilo,” kata Boru Sinaga pedagang cabe di Pasar Horas, Rabu (13/3/2024).
Pedagang cabe merah boru Sinaga itu mengatakan, memang ada harga Rp 75 per kilogram. Tetapi tidak terlalu segar. Dan, pembeli juga tidak boleh memilih satu persatu. “Kalau ditanya kenapa harga naik, pasokan berkurang karena petani belum panen,” ujarnya.
Kenaikan harga cabe merah itu menurut sejumlah pedagang merupakan tertinggi pada setengah tahun terakhir.Sedangkan tahun awal tahun 2023 lalu sempat mencapai Rp100 ribu per kilogram. Namun, untuk harga terendah awal Februari lalu, malah Rp 20 ribu per kilogram.
Kemudian, karena pasokan berkurang khususnya dari petani lokal, cabe yang beredar di pasaran justru berasal dari Brebes yang biasa disebut cabe kotak yang ukurannya tegolong besar dan warnanya merah merona. Hanya saja, soal rasa, cabe lokal dipastikan lebih pedas.
Sementara harga cabe merah di Pasar Dwikora atau Pajak Parluasan dapat dikatakan lebih murah sekitar Rp3000 perkilogram dibanding dengan di Pasar Horas. Masalahnya, cabe maupun hasil pertanian yang datang ke Siantar diturunkan di Pasar Dwikora.
Kemudian, dari Pasar Dwikora disalurkan ke Pasar Horas dan pasar pagi maupun warung-warung sekitar kota Siantar untuk dijual kembali. Hanya saja, meski pedagang di Pasar Dwikora sudah buka sejak subuh jam 05.00 WIB, tetapi jam 09.30 WIB rata-rata sudah tutup.
Beda dengan di Pasar Horas yang buka mulai jam 06.00 WIB dan baru tutup menjelang sore. Karena itu, masyarakat yang membeli hasil pertanian termasuk untuk dijual lagi, selalu berbelanja di Pasar Dwikora. (In)






