SIANTAR, SENTERNEWS
Hujan yang berlangsung pada tiga hari berturut-turut, bukan hanya membuat permukaan sungai Bah Bolon yang meluk-liuk membelah kota Siantar naik. Lebih dari itu airnya juga berwarna kecoklat-coklatan seperti kopi susu.
“Pada tiga hari terakhir, sore dan malam harinya hujan deras. Pertama hujan, permukaan air cukup tinggi. Lantai dapur di bagian belakang rumah kami, sampai sebetis,” kata Mora yang rumahnya berada di tepian Bah Bolon, Kelurahan Tomuan, Kecamatan Siantar Timur, Sabtu (20/4/4/2024).
Sementara, berubahnya warna air Bah Bolon yang sebelumnya lebih jernih menjadi seperti warna kopi susu kecoklatan karena bercampur lumpur, dialirkan dari bagian hulu Gunung Simbolon Kabupaten Simalungun.
“Karena di bagian hulu juga hujan, tentu membawa lumpur sampai ke hilir seperti ke kota Siantar ini,” ujar Mora berstatus mahasiswa itu.
Sementara, karena air sungai berubah menjadi warna seperti kopi susu, warga tidak ada yang mencuci memanfaatkan air Bah Bolon seperti selama ini. Bahkan, warga enggan mandi kecuali anak-anak yang bermain bercempung ria sambil menyelam.
“Ketinggian air sudah agak surut. Kalau tadi malam naik sampai satu meter. Warna air coklat seperti ini sudah tiga hari terakhir,” kata Wanca (32), warga Kelurahan Tomuan yang mengamati anak-anak mandi berkecimpung ria.
Kemudian, dengan kondisi air keruh kental, warga juga enggan memancing atau menjala ikan. Karena, diyakini ikan sulit didapat. “Kalau tidak hujan lagi di hulu, air sungai Bah Bolon ini akan kembali seperti biasa jernih,” kata Wanca mengakhiri. (In)






