SIANTAR, SENTERNEWS
Kota Siantar sepertinya sudah tidak aman dan nyaman lagi. Pasalnya, masyarakat takut keluar rumah pada malam hari karena maraknya aksi begal maupun geng motor. Karenanya, Polres Siantar harus bertindak tegas menangkap para pelaku dan melakukan pencegahan sejak dini.
Pernyataan itu disampaikan ketua Komisi I DPRD Siantar, Andika Prayogi Sinaga. Masalahnya, kalau kota Siantar tidak aman, bukan hanya masyarakat yang takut. Aktifitas perekonomian juga akan berhenti.Para pedagang yang beroperasi pada malam hari, akan kehilangan pembeli.
“Polres Siantar dan seluruh jajaran di tingkat Polsek kita minta aktif melakukan patroli rutin setiap malam di lokasi-lokasi rawan. Bila perlu dibentuk tim khusus atau kembali mengaktifkan Tim Reaksi Cepat dari unit Sabhara di setiap Polsek,” ujar Andika Parayogi, Senin (27/5/2024).
Dengan adanya antisipasi sejak dini, tentu dapat mempersempit ruang gerak geng motor maupun begal. Sementara, informasi tentang banyaknya daerah rawan kejahatan malah banyak beredar melalui media sosial.
Ketua Fraksi Partai Hanura itu juga mengatakan, para begal maupun geng motor di Siantar harus dibasmi dan harus dikenakan sanksi berat untuk menberi efek jera. Jangan diberi ruang untuk melakukan aksi.
Dijelaskan, dua orang warga Kisaran yang ditemukan tewas di sungai Bah Kora kemarin, bukan tidak mungkin karena kejahatan jalanan meski itu tugas Polisi untuk mengungkapnya. Namun, maraknya aksi kejahatan, dapat dihubungkan dengan maraknya peredaran Narkoba di Kota Siantar.
“Maraknya peredaran Narkoba, kita pikir menjadi salah satu pemicu ganasnya aksi kejahatan,” imbuh Andika Prayogi sembari mengatakan, pelaku kejahatan jalanan malah melibatkan anak remaja usia sekolah.
Untuk itu, khusus di kota Siantar, perlu dilakukan kerjasama antara Pemko Siantar melalui Dinas Pendidikan dengan Polres Siantar. Termasuk melibatkan peran serta masyarakat.
Sektor pendidikan pada dasarnya memiliki peranan penting untik mengarahkan anak-anaka sekolah agar prilakunya tidak melakukan aksi kejahatan dan terjerumus dalam Narkoba.
Sekolah melakukan pendidikan, Polisi melakukan pengamanan dan masyarakat melalui orang tua harus mengamati prilaku anaknya masing-masing.Kemudian, lingkungan harus peka terhadap munculnya akasi kejahatan terhadap anak muda dan remaja.
“Jadikan rumah sebagai tempat yang aman dan nyaman bagi anak-anak. Sehingga, mereka betah di rumah dan tidak berkeliaran bebas bergaul dengan orang dewasa yang menjerumuskan anak itu dalam aksi kejahatan,” kata Andika Prayogi.
Selain peran sekolah, kepolisian dan orang tua, AndikaPrayogi juga berharap agar masyarakat harus perduli dengan lingkungannya masing-masing. Terutama peran RT maupun RW bahkan Lurah, tidak membiarkan anak-anak muda atau remaja melakukan tindakan yang menyimpang.
“Peran lingkungan sosial sekitar juga sangat efektif mencegah aksi kejahatan. Partisipasi masyarakat sangat dibutuhkan. Kalau melihat ada anak remaja berkumpul melakukan tindakan yang mengarah kepada perbuatan negatif, masyarakat harus berani menegur dan membuarkan anak-anak itu,” kata Andika Prayogi Sinaga mengakhiri. (Ro)






