SIANTAR, SENTERNEWS
Terkait bentrok dengan masyarakat dari Forum Tani Sejahtera Indonesia (Futasi) beberapa hari lalu, pihak PTPN 3 Kebun Bangun yang berubah nama menjadi PTPN 4 Wilayah I Kebun Bangun, membantah mengerahkan preman.
Pernyataan itu disampaikan Manager Kebun Bangun Sunggul Wandi Sialoho didampingi Irman Sutoyo sebagai APK dan Irvan Asisten Afdeling IV Kebun Bangun di kantor Afdeling IV, Kelurahan Gurilla, Kecamatan Siantar Sitalasari, Selasa (10/6/2024).
“Sebelum terjadi bentrok tanggal 5 Juni 2024 malam, masyarakat mendatangi petugas keamanan di Posko HKI, di situ ada karyawan kita atas nama Hasiono mengalami luka pada bagian kepala dan harus mendapat perawatan di rumah sakit,” ujar Sunggul Wandi Sialoho.
Kemudian, kalau pihak PTPN dituding mengerahkan preman, Sunggul mengatakan, tidak mungkin pengaman PTPN mengalami luka-luka dan tanaman sawit PTPN dirusak usai Futasi unjuk rasa di kantor DPRD Siantar, Senin (27/6/2024) lalu yang pada malamnya terjadi bentrok dan karyawan atas nama Riduanto Silalahi juga mengalami cidera.
“Kita tidak ada mengerahkan preman, yang jelas di lapangan ada Papam, karyawan dan Pam Swakarsa untuk melindungi tanaman di lahan kita sebagai asset negara,” kata Sunggul yang juga membantah pihaknya melakukan perusakan terhadap tanaman pihak Futasi.
Terkait dengan diamankannya pelaku penganiayaan terhadap karyawan PTPN, Sunggul Wandi Sialoho berterimakasih kepada Polres Siantar. Bahkan, pihaknya tetap taat peratruan dan menyerahkan permasalahana tersebut sesuai dengan hokum yang berlaku.
“Kita tetap berkoordinasi dengan pihak Polres Siantar agar kita tidak mengalami kerugian yang lebih besar atas terjadinya perusakan tanaman. Karena, kerugian kita selama ini sudah sampai ratusan juta,” ujar Sunggul.
Ke depannya, anggota Futasi diharap dapat meninggalkan lahan PTPN seluas 66 hektar karena lahan tersebut merupakan HGU PTPN 3. Bahkan, gugatan pihak Futasi terkait HGU tersebut di PTUN sudah ditolak sampai tingkat kasasi. (In)






