SIANTAR, SENTERNEWS
Setelah mayat balita perempuan ditemukan di sungai Bah Bolon, sekitar Gang H Rupino, Kelurahan Tomuan, Kecamatan Siantar Timur, Kota Siantar, Kamis (13/6/2024) sekira jam 17.20 WIB, balita lelaki lain yang belum ditemukan masih dalam pencarian.
Pernyataan itu disampaikan personel Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Siantar. “Pencarian balita laki-laki yang diperkirakan hanyut dengan balita perempuan yang sudah ditemukan itu, masih dilakukan,” kata Boy Zend, Kamis (13/6/2024) sekira jam 20.00 WIB.
Dijelaskan, balita yang sudah ditemukan, Dzakira Siregar (4), putri dari Aruna Irani Lubis, warga Gang Kopral, Jalan Diponegoro, Kelurahan Teladan, Kecamatan Siantar Barat. Sedangkan lelaki yang belum ditemukandan rumahnya tak jauh dari korban sebelumnya, Taya Siregar (3,5).
“Setelah balita perempuan kita antarakan ke rumahnya sesuai permintaan keluarga dan tidak diautopsi, Tim BPBD, Damkar bersama pihak Kepolisian dibantu keluarga korban dan masyarakat, melanjutkan pencarian terhadap satu orang korban lagi,” ujar Boy Zend.
Pencarian dilakukan dengan menelusuri sungai belakang rumah korban sampai ke sekitar Pabrik ES Badak. Bahkan, meski kolam penampungan air dikeringkan dengan menutup pintu air dari sungai Bah Bolon, hasilnya masaih nihil.
Sementara, Kepala BPBD Kota Siantar Agustina Sihombing mengatakan, saat pencarian, hujan deras datang, tim terpaksa mundur apalagi sudah malam. Tapi, keluarga dan masyarakat masih melakukan pencarian.
“Karena cuaca tidak mendukung, pencarian kita hentikan sementara,” ujarnya sembari berharap agar bayi lelaki itu dapat ditemukan. Sehingga, esok harinya, Jumat (14/6/2024), korban tidak perlu lagi dicari.
Hasil pantauan di rumah duka, masyarakat tampak ramai melayat. Sedangkan ibu korban taka hentinya mengelkus kening putrinya Dzakira. Sedangkan ayah korban menurut warga berada di luar kota.
Diberitakan sebelumnya Dzakira awalnya ditemukan seorang pemancing mengapung dan sangkut di sekitar keramba. Dan, temuan itu langsung diberitahu kepada warga.
Selanjutnya, sosok bayi itu diangkat dari sungai dan dibaringkan ke atas keramba, ditutup dengan kain gendong. Meski sempat dibaringkan sekitar satu jam, masyarakat yang ramai berkerumun belum mengetahui keluarga korban.
Terakhir, ibu korban yang diketahui sebagai karyawati Suzuya datang dan bayi tersebut dievakuasi ke rumah duka. Informasinya, balita tersebut sempat dicari-cari pihak keluarga dan masyarakat sekitar sekira jam 16.00 WIB. (In)






