SIMALUNGUN, SENTERNEWS
Dini hari menjelang subuh sekira jam 03.00 Wib, warga menemukan Oslen Siregar (72) terkapar bersimbah darah tak bernyawa di teras rumahnya, Huta 8 Batu 7, Nagori Silau Malaha, Kecamatan Siantar, Kabupaten Simalungun, Kamis (25/7/2024).
Pertama menemukan korban, Uba Marudut Sitanggang (52) yang keluar dari rumah. Melihat kondisi tersebut, saksi langsung berteriak dan mengundang warga berdatangan ke lokasi. Selanjutnya, peristiwa itu disampaikan kepada pihak Gamot setempat dan Babinsa untuk selanjutnya sampai kepada Polsek Bangun yang turun ke lokasi kejadian.
Informasi yang dihimpun, korban Oslen Siregar (72) tewas dibacok Perdi Siregar (28). Sebelumnya, kedua bersaudara itu bertengkar sekira jam 01.48 dini hari. Saata itu, korban marah dan melarang pelaku tidur di rumah.
Berkisar jam 01.48 WIB, Perdi Siregar datang lagi ke rumah itu untuk meminta maaf kepada Oslen Siregar. Namun, terjadi lagi pertengkaran bahkan Oslen menyerang Perdi yang berujung perkelahian. Akhirnya, Oslen dibacok beberapa kali. Pagi menjelang subuh ditemukan warga tidak bernyawa.
Pihak Polsek Bangun telah melakukan Olah TKP serta meminta keterangan dari sejumlah saksi. Sementara, pelaku berhasil diamankan tanpa perlawanan dan digiring ke Polsek Bangun. “Pelaku sudah diamankan Polisi dan sudah dibawa ke kantor Polisi,” ujar salah seorang warga sekitar.

Masih dari informasi yang dihimpun, pelaku sering sakit hati karena dimarahi korban dan diduga itu juga motif pelaku membunuh korban.
Hasil pemeriksaan Tim Inafis di lokasi, ditemukan tanda-tanda bekas delapan luka bacok di kepala dan tangan korban. Sehingga korban meninggal dunia di tempat akibat kehabisan darah.
Kapolsek Bangun Iptu Esron Siahaan yang dikonfirmasi melalui pesan Wahats App, membenarkan kejadian itu. Korban sudah dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara untuk diautopsi. ” Untuk selanjutnya, nanti dikabari ya,” tulisnya. (Kl)






