SIMALUNGUN, SENTERNEWS
Perkelahian sesama supir yang sempat viral melalui media sosial akhirnya dimediasi Polsek Bangun Resort Polres Simalungun melalui Restorative Justice untuk melakukan perdamaian secara kekeluargaan melalui Restorative Justice (RJ).
Kapolsek Bangun, AKP Esron Siahaan membenarkan perdamaian tersebut. Proses perdamaian, Minggu (11/8/2024) berlangsung di Polsek Bangun dan dihadiri kedua belah pihak,” ujarnya, Senin (12/8/2024)
Kasus itu melibatkan supir angkot PT. GMSS Jaya yang berkelahi di Jalan H Ulakma Sinaga, Nagori Pematang Simalungun, Kecamatan Siantar, Kabupaten Simalungun, Kamis, 8 Agustus 2024, sekitar pukul 16.45 WIB.
Melalui mediasi tersebut, Irwansyah Siregar (36) (Pihak I), dan Samuel Nainggolan (29), serta Donny Fernandes Nainggolan (31) (Pihak II) yang ketiga merupakan warga Jalan H Ulakma Sinaga, Nagori Pematang Simalungun, Kecamatan Siantar, Kabupaten Simalungun.
Proses mediasi ini dihadiri sejumlah saksi, termasuk penasihat hukum, mandor, dan direksi PT GMSS Jaya, serta orang tua Pihak II. Pada pertemuan itu, Pihak I, langsung menyampaikan permintaan maaf atas tindakan penganiayaan atau kekerasan fisik terhadap Pihak II.
“Permintaan maaf pihak I itu tanpa unsur paksaan. Kedua belah pihak sepakat untuk menyelesaikan permasalahan ini secara kekeluargaan, mengingat mereka memiliki hubungan keluarga yang dekat,” kata AKP Esron Siahaan,
Point kesepakatan damai mencakup beberapa poin penting. Diantaranya, kedua belah pihak bersepakat tidak mengungkit-ungkit kembali masalah itu di kemudian hari. Apabila salah satu pihak melanggar kesepakatan, akan diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
“Proses mediasi ini berjalan dengan lancar, aman, dan tertib. Kesepakatan damai yang dicapai melalui pendekatan Restorative Justice ini menjadi solusi yang adil bagi kedua belah pihak dan mencegah eskalasi konflik lebih lanjut,” beber AKP Esron Siahaan.
Dengan tercapainya kesepakatan damai ini, Polsek Bangun berharap agar kejadian serupa tidak terulang di masa depan dan masyarakat dapat lebih mengedepankan dialog serta penyelesaian masalah secara damai. (In)






