SIANTAR, SENTERNEWS
Saat Simulasi Pemungutan dan Perhitungan Suara Pilkada Serentak 2024 yang dilakukan KPU Sumatera Utara, banyak warga tidak membawa KTP saat mendaftar kepada kelompok Penyelenggaran Pemungutan Suara (KPPS) di Tempat Pemilihan Suara (TPS). Berlangsung di lapangan H Adam Malik, Kota Siantar, Selasa (23/10/2024).
Karenanya warga diingatkan, saat mendatangi Tempat Pemilihan Suara (TPS) untuk memilih calon Gubernur/Wakil Gubernur, calon Walikota/Wakil Walikota, harus membawa KTP elektronik dan undangan yang sebelumnya telah diterima dari Panitia Pemilihan Suara (PPS) sebelum hari pemilihan 27 November 2024.
Sebelumnya, Raja Ahap Damanik Komisoner KPU Sumatera Utara, Koordinator Devisi Teknis Penyelenggara KPU Sumatera Utara mengatakan, simulasi yang dilaksanakan KPU Sumatera Utara juga dihadiri 33 KPU Kabupaten dan Kota se Sumatera Utara.
“Dipilihnya kota Pematangsiantar sebagai pusat simulasi karena lokasinya strategis dan kondusif,” ujar Raja Ahap Damanik pada sambutannya sembari mengatakan, secara teknis dan proses simulasi disesuaikan seperti pelaksanaan pemilihan tanggal 27 November 2024. Namun, terkait dengan surat suara berbeda.
“Simulasi sebagai tinjauan KPU Sumatera Utara untuk mengetahui proses sejak awal sampai akhir dan berapa lama waktunya. Sehingga dapat diketahui kendala yang dihadapi dan bagaimana kesiapan proses Pemungutan dan Perhitungan Suara,” imbuhnya.
Tujuan Simulasi, agar masyarakat dapat memahami pelaksanaan Pilkada untuk memilih Gubernur/Wakil Gubernur, Walikota/Wakil Walikota dan sasarannya diharap meningkatkan partisipasi pemilih mencapai 90 persen.
Pantauan di lokasi, KPU menetapkan lokasi pemilihan di TPS 5, pemilih sebanyak 453 orang. Proses pemilihan dimulai dari calon pemilih menunggu panggilan untuk mendaftar. Selanjutnya melakukan pencoblosan yang diakhiri dengan pemberian tinta pada jari tangan.
Usai pemilihan, Panitia Pemilihan Suara (PPS) melakukan perhitungan suara, disaksikan perangkat pengawas Pilkada dan saksi calon Gubernur serta saksi calon Walikota. Pada akhirnya, simulasi berlangsung sesuai rencana.
Simulasi dihadiri unsur Forkopimda dan komisioner KPU Sumatera Utara serta Pematangsiantar, Bawaslu Pematangsiantar dan pengurus partai pendukungan pasangan calon. (In)






