SIANTAR, SENTERNEWS
Terkait deklarasi Parsadaan Simanjuntak Sitolu Sada Ina, Boru (PSSSI-B) Kota Siantar beberapa hari lalu untuk mendukung salah satu pasangan calon Walikota/Wakil Walikota Siantar, menuai kritik dari sejumlah marga Simanjuntak.
Seperti yang disampaikan Amri Sianjuntakn Ketua PSSSI-B Sektor VII Pokok Bambu, Jalan Melanton Siregar, Kecamatan Siantar Marihat. “PSSSI-B jangan dibawa mendukung salah satu pasangan calon tertentu karena itu menyalahi dan tidak ada dalam AD/ART,” ujarnya, Kamis (24/10/2024).
Dikatakan, marga Simanjuntak juga ada menyebar di empat pasangan calon Walikota/Wakil Walikota Siantar. “Marga Simanjuntak tidak hanya ada di pasangan calon nomor urut dua. Tetapi ada di nomor satu, nomor tiga dan nomor empat. Itu jelas,” katanya.
Ditegaskan juga, ada beberapa pengurus PSSSI-B yang menjabat sebagai Ketua Sektor maupun anggota punguan yang mendukung pasangan lain. Artinya tidak mendukung pasangan calon seperti yang dideglarasikan itu.
Karenanya, pihak yang melakukan deklarasi harus memahami dan sadar bahwa anggotanya juga banyak tidak sepaham dengan deklarasi mendukung salah satu calon yang tidak tidak punya hubungan dengan yang didukungnya.
“Simanjuntak justru punya hubungan dengan pasangan calon nomor urut empat. Namun demikian, secara pribadi marga Simanjuntak dipersilahkan mendukung pasangan calon masing-masing,” kata Amri Simanjuntak..
Sementara, Pardomuan Nauli Simanjuntak sebagai tokoh marga Simanjuntak Siantar-Simalungun mengatakan, marga Simanjuntak bukan marga “kaleng-kaleng”. Tetapi marga yang besar dan secara organisasi tidak pernah melakukan dukung mendukung.
“Saya yakin, deklarasi itu tidak ada artinya karena secara pribadi, marga Simanjuntak ada di semua pasangan calon Walikota/Wakil Walikota. Marga Simanjuntaka juga ada pengurus partai politik yang mengusung pasangan calon masing-masing yang berbeda,” imbuhnya.
Kalau Ada statemen dukung mendukung dari Parpunguan Simanjuntak, dapat menimbulkan perpecahan. Untuk itu, biarkan saja Pilkada berjalan dengan semestinya. Sedangkan PSSSI-B mengurusi masalah “paradaton” dan jangan membuat dukung mendukung melalui deklarasi. Pardomuan Nauli Simanjuntak yang beberapa kali menjadi ketua PSSSI-B mengaku tidak pernah membuat dukung mendukung. Apalagi mendukung yang tidak punya hubungan dengan marga. Karena, itu dapat memecah belah marga Simanjuntak.
“Banyak yang tidak setuju dengan dukung mendukung itu. Karena, na mardongan tubu, marboru dan marhula-hula harus saling mendoakan supaya maju. Simanjuntak ada juga prinsip, Sisada lulu, sisada lungun dan sisada las ni roha,” imbuhnya mengakhiri. (In)






