SIANTAR, SENTERNEWS
Dengan mengusung puluhan poster, puluhan pelajar Sekolah Menengah Pertama Islam Terpadu (SMPIT) Ulil Albab, Jalan Dalil Tani Ujung) Kota Siantar, didampingi para guru turun ke jalan menyuarakan “Stop Bullying” di Jalan Merdeka depan Lapangan Merdeka, Kamis (15/11/2024) sekira pukul 10.00 WIB.
“Kita sengaja turun ke jalan untuk mengkampanyekan stop bullying yang sering terjadi di Indonesia karena itu dapat merusak mental anak, ” kata Ustadz Fitra salah seorang guru melalui orasinya.
Ditegaskan lagi, selain berdampak pada korban, bullying juga berdampak kepada pelaku, dan orang lain yang menyaksikan atau mengetahui perbuatan tersebut. Untuk itu masyarakat dan orang tua harus mengawasi lingkungan dan keluarga masing-masing.
Sementara, Abdi salah seorang guru lain mengatakan , kampanye yang dilakukan dengan mengajak para pelajar, menggunakan metode pendidikan bertajuk “Stop Buly Bhineka Tunggal Ika, “. Artinya stop bullying dengan mengusik suku, agama maupun lainnya.
“Di sekolah, kita juga menyuarakan kepada anak didik untuk tidak membuly temannya. Baik secara fisik, verbal, siber maupun psikologis. Di Indonesia banyak kasus bullying mencuat ke permukaan. Kalau di Siantar juga ada meski belum banyak dipermasalahkan, ” kata Abdi.
Sementara, sejumlah pelajar yang diwawancarai media ini mengatakan, kalau ada teman mereka yang kena bully pasti diberi semangat dan pelaku bully akan diingatkan agar tidak melakukan bully lagi kepada lainnya.
“Di sekolah, kami juga diingatkan supaya jangan membully. Pokoknya, stop bullying, ” kata sejumlah pelajar bersamaan.
Usai berorasi secara bergantian sekitar satu jam, aksi kampanye “Stop Bullying” akhirnya membubarkan diri dengan tertib. (In)






