SIANTAR, SENTERNEWS
KPU Siantar evaluasi hasil simulasi Pemungutan dan Perhitungan Suara (Putusura) Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, Walikota dan Wakil Walikota tahun 2024 yang berlangsung, Rabu (13/11/2024).
Meski berlangsung sesuai rencana, Komisioner KPU Siantar, Chucha Ashari sebagai koordinator Devisi Teknis dan Pelaksanaan mengatakan tetap ada yang harus diperbaiki. “Hasil simulasi itu sudah kita evaluasi,” katanya, Kamis (14/11/2024).
Hal paling dicermati, terkait soal KTP karena ada beberapa warga yang datang ke TPS tidak membawa KTP. Sehingga, terpaksa diminta pulang mengambil KTP. ”Kalau tidak punya KTP, boleh membawa identitas lainnya seperti pasport,” kata Chucha lagi.
“Terkait perhitungan suara, berjalan lancar dan selesai 1,5 jam,” imbuh Chucha sembari mengatakan, KPU Siantar segera melakukan penguatan dan pemantapan terkait pelaksanaan Putusura di TPS yang dilakukan Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS).
Penguatan dan pemantapan dilakukan dengan melakukan simulasi di delapan kecamatan pada Sabtu dan Minggu mendatang. Ketentuannya, empat kecamatan perhari. Pelaksana, Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) bersama Panitia Pemilihan Suara (PPS).
Melalui simulasi tingkat kecamatan itu, akan disetting beberapa kemungkinan buruk yang terjadi di TPS. Misalnya, ada warga yang masuk ke TPS tetapi tidak sesuai ketentuan. Sehingga, Linmas harus bertindak melakukan pengamanan. Selain itu, bisa saja ada kesalahan perhitungan suara dan kemungkinan lainnya.
Peserta pemilih pada simulasi, akan melibatkan KPPS agar penguatan dan pemantapan langsung diperagakan KPPS. Sehingga, melalui simulasi itu, Putusura tanggal 27 November 2024 berlangsung aman dan lancar dan terhindar dari adanya potensi sengketa yang disampaikan kepada Mahkamah Konstitusi.
“Kalau soal KTP, Saat membagikan undangan atau C5 kepada masyarakat, KPPS tetap mengingatkan agar masyarakat membawa KTP untuk datang ke TPS melakukan pemilihan,” kata Chucha Ashari mengakhiri. (In)






