SIANTAR, SENTERNEWS
Gebyar Milad ke 112 Muhammadiyah Kota Siantar yang diwarnai dengan pemberian santuan kepada anak yatim dan dihadiri lebih dari 500-an keluarga besar Muhammadiyah dan Aisyiyah, berlangsung di lantai 4 GOR, Gedung Merdeka Kota Siantar, Minggu (17/11/2024).

Ketua Pimpinan Daerah (PD) Muhammadiyah Kota Siantar, H Sailan Nasution melalui sambutannya, mengucapkan terimakasih atas kehadiran Unsur Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Prof Dr K H Sa’ad Ibrahim MA dan Ketua Pimpinan Wilayah (PW) Muhammadiyah Sumut Prof Dr H Hasyimsyah Nasution.
Hadir juga PD Muhammadiyah Kota Siantar. Di antaranya M Fahrudin Sagala, Dr A Fitrianto serta pengurus lainnya. Pengurus Lazismu Kota Siantar. serta Ketua PD Aisyiyah Kota Siantar Hanifah Harahap SPd didampingi pengurus lainnya. Pengurus PD Muhammamdiyah Simalungun serta Tebing Tinggi.
“Muhammadiyah menghadirkan kemakmuran untuk semua,” kata Ketua PD Muhammadiyah Kota Siantar, H Sailan Nasution dihadapan para undangan. Di antaranya, Sekretaris Umum MUI Kota Siantar H A Ridwansyah Putra, anggota DPRD Sumut, H Hefriansyah, Gusmiyadi, Anggota DPRD Siantar Muhammad Tigor Harahap dan mewakili Forkopimda Kota Siantar.
Hadir juga Ketua Dewan Masjid Indonesia Kota Siantar, H M Natsyir Armaya Siregar, Ketua Ikatan Keluarga Islam Simalungun (IKEIS) Kota Siantar, Lisman Saragih dan sejumlah pengurus organisasi Islam lainnya.
Pada kesempatan itu H Sialan Nasution mengatakan, PD Muhammadiyah Kota Siantar selalu bekerja sama dengan sejumlah organisasi Islam. Kemudian, memaparkan tentang lahan di Kampung Melayu, Kecamatan Tanah Jawa Kabupaten Simalungun untuk lokasi pembangunan Madrasyah Aliyah Muhammadiyah.
Lahan tersebut dikatakan peninggalan pengurus Muhammadiyah yang awalnya datang dari Sumatera Barat. Untuk itu, mewujdkan pembangunannya membutuhkan dana yang cukup besar dan perlu dilakukan penggalangan dana.
Sementara, Ketua PW Muhammadiyah Sumut Prof Dr H Hasyimsyah Nasution menjelaskan secara ringkas tentang berdirinya Muhammadiyah 112 tahun lalu di Yogjakarta. Ke depannya Muhammadiyah harus semakin maju dan berkembang sebagai amal jariah.
“Berinfaq itu bagus dan lebih bagus lagi kalau banyak berinfaq melalui Muhammadiyah menuju jalan ke surga,” kata Prof Dr H Hasyimsyah Nasution
Selanjutnya, Al Ustadz Hamdan Nasution menuntut penggalangan dana pembangunan Madrasyah Aliyah Muhammadiyah . Faktanya cukup membanggakan. Mulai dari para tokoh Muhammadiyah Kota Siantar dan Sumut sampai tingkat ranting, langsung menyampaikan infaq masing-masing.
Demikian juga Penasehat PD PD Aisyiyah Kota Siantar, dr Susanti Dewayani SpA yang saat ini menjadi Calon Walikota berinfaq sebesar Rp 3.333. 300. Dan H Kesuma Erizal Ginting juga berinfaq dengan jumlah yang sama.
Sementara, Prof Dr K H Sa’ad Ibrahim MA menyatakan siap berinfaq sebesar Rp 20 juta. Hanya saja, dana tersebut untuk dibagikan kepada masyarakat yang berada di sekitar lahan pembangunan Madrasyah Aliyah Muhammadiyah.
“Dana Rp 20 juta itu bagikan kepada masyarakat sekitar lahan pembangunan Madrasyah Aliyah Muhammadiyah tanpa memandang apa sukunya dan apa agamanya,” kata Prof Dr K H Sa’ad Ibrahim MA sembari mengatakan bahwa Muhammadiyah sangat komit dengan NKRI.
Dipaparkan juga dengan Universitas Muhammadiyah yang ada di Kupang dan Papua yang mahasiswanya dominan berasal dari kalangan non Islam. Dijelaskan, Muhammadiyah merupakan organisasi keagamaan yang terkaya di dunia.
Kalau pembangunan Madrasyah Aliyah Muhammadiyah di Tanah Jawa tidak punya dana, menurutnya lebih baik meminjam. “Meminta itu itu orang gagal, meminjam lebih terhormat,” beber Prof Dr K H Sa’ad Ibrahim MA yang berharap Madrasyah Aliyah Muhammadiyah sudah selesai sebelum dilakukan Muktamar Muhammadiyah tahun 2027.
Di penghujung Gebyar Milad ke 112 Muhammadiyah itu, diumumkan dana yang terkumpul sebesar Rp 64 juta lebih. (In)






