Senter News
Rabu, 5 Agustus 2026
No Result
View All Result
  • HEADLINE
  • SIANTAR-SIMALUNGUN
  • SUMUT
  • ANEKA RAGAM
  • NASIONAL
  • SEREMONIAL
  • VIDEOGRAM
  • PODCAST
  • HEADLINE
  • SIANTAR-SIMALUNGUN
  • SUMUT
  • ANEKA RAGAM
  • NASIONAL
  • SEREMONIAL
  • VIDEOGRAM
  • PODCAST
No Result
View All Result
Senter News
No Result
View All Result
  • HEADLINE
  • SIANTAR-SIMALUNGUN
  • SUMUT
  • ANEKA RAGAM
  • NASIONAL
  • SEREMONIAL
  • VIDEOGRAM
  • PODCAST
Home NEWS SUMUT
Gary Siagian

Gary Siagian

Pendidikan Indonesia: Ambisi Setinggi Langit, Realita Sedalam Jurang

Penulis: Redaksi Senternews.com
3 Mei 2026 | 08:17 WIB
Rubrik: SUMUT
Share on FacebookShare on WhatsappShare on Telegram

Oleh: Gary Siagian  (Aktivis GMNI Tapanuli Utara)

Kalau pendidikan adalah kunci masa depan, maka barangkali kita sedang memegang kunci yang salah. Atau, lebih tepatnya, kunci yang belum pernah dicoba membuka pintu yang benar.

Setiap tahun, negara ini dengan penuh percaya diri mengumumkan ambisi besar menuju Generasi Emas 2045. Sebuah cita-cita yang terdengar megah, seolah kita sudah berlari kencang.  Padahal, kenyataannya masih sibuk mencari arah di persimpangan.

Di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo, optimisme kembali dipompa. Program-program diluncurkan, jargon diperindah, dan harapan digantung setinggi langit.

Tapi sayangnya, langit tidak pernah benar-benar turun untuk melihat bagaimana kondisi sekolah-sekolah di pelosok negeri.

Di sana, pendidikan tidak berbicara tentang inovasi, melainkan tentang atap bocor, papan tulis usang, dan kursi yang lebih pantas disebut artefak sejarah.

Kita sering mendengar istilah “pemerataan pendidikan”. Sebuah kalimat yang terdengar mulia, namun terasa seperti janji yang terlalu sering diulang hingga kehilangan makna. Di kota, siswa belajar dengan teknologi canggih.

Sementara, di daerah terpencil, kehadiran guru saja sudah dianggap kemewahan. Mungkin inilah definisi baru dari keadilan: semua orang berhak bermimpi, meskipun tidak semua diberi kesempatan yang sama untuk bangun dan mewujudkannya.

Lalu kita bicara soal kurikulum. Ah! ini bagian yang paling menarik. Kurikulum di Indonesia tampaknya lebih dinamis daripada cuaca. Berganti-ganti dengan semangat pembaruan, namun sering lupa bahwa yang beradaptasi bukan hanya kertas kebijakan, melainkan manusia di dalamnya.

Guru dipaksa menjadi pelari maraton tanpa garis finis yang jelas, sementara siswa dijadikan penumpang dalam kendaraan yang terus berganti arah tanpa pemberitahuan.

Di ruang kelas, kita masih memuja hafalan seolah itu adalah ukuran kecerdasan tertinggi. Anak-anak diajarkan untuk mengingat, bukan memahami.  Mereka dilatih menjawab soal, bukan menyelesaikan masalah.

Mungkin kita memang sedang menyiapkan generasi yang hebat dalam mengulang, tapi gagap ketika diminta menciptakan.

Ironi berikutnya datang dari mereka yang menjadi ujung tombak pendidikan: para guru. Kita menuntut mereka mencetak generasi unggul. Sementara kesejahteraan mereka sendiri sering kali tertinggal jauh.

Guru honorer, dengan segala pengabdian, masih harus berjuang dengan penghasilan yang nyaris tidak masuk akal. Barangkali ini cara kita menguji dedikasi, seberapa lama seseorang bisa bertahan dalam ketidakpastian.

Digitalisasi pendidikan pun tak luput dari ironi. Kita berbicara tentang kelas online dan transformasi digital, namun lupa bahwa tidak semua siswa memiliki akses internet. Apalagi perangkat yang memadai.

Di beberapa tempat, sinyal masih menjadi barang langka. Tapi tentu saja, itu tidak menghalangi kita untuk terus berbicara tentang kemajuan, Karena dalam retorika, semua tampak mungkin.

Saya tidak mengatakan, “Tidak ada usaha dari pemerintah”. Program ada, kebijakan dibuat, dan niat baik tentu bisa ditemukan di sana.

Namun persoalannya bukan pada apa yang direncanakan, melainkan pada apa yang benar-benar terjadi. Evaluasi sering kali lebih terdengar seperti formalitas, bukan refleksi yang jujur.

Pada akhirnya, pendidikan di Indonesia bukan kekurangan mimpi. Kita punya terlalu banyak mimpi, bahkan mungkin berlebihan. Yang kita kekurangan adalah keberanian untuk jujur melihat kenyataan, dan komitmen untuk memperbaikinya secara konsisten.

Jika tidak, maka Generasi Emas 2045 hanya akan menjadi slogan yang indah dipajang, dipuji, lalu dilupakan. Seperti janji-janji yang terlalu sering diucapkan tanpa pernah benar-benar ditepati.” Ambisi Setinggi Langit, Realita Sedalam Jurang”. (***)

ShareSendShare

Berita Terkait

SUMUT

Gubsu Buka Rakor Asistensi dan Monitoring Penggunaan TKD 2026 dan Dihadiri Walikota Siantar

14 Juli 2026 | 18:40 WIB

MEDAN, SENTERNEWS Alokasi Dana Transfer Ke Daerah (TKD) 2026 (TKD) untuk Sumatera Utara tahun 2027 diharap tidak mengalami penurunan, dan...

Read moreDetails
Unjukrasa di depan Kejati Sumut
SUMUT

Korupsi di Siantar Menggurita! Aliansi CS KERAS Geruduk Kejati Sumut dan Bakar Poster Foto Walikota  

18 Juni 2026 | 20:32 WIB

MEDAN, SENTERNEWS Setelah sebelumnya gelombang desakan rakyat terhadap penuntasan berbagai dugaan  korupsi di Kota Siantar yang begitu menggurita semakin menguat,...

Read moreDetails
SUMUT

Unjukrasa PRO-PUBLIC Institute : Desak Kejatisu Periksa Hotbinson Damanik dan M Ali Damanik Terkait Dugaan Korupsi di PUTR Simalungun

17 Juni 2026 | 18:35 WIB

MEDAN,SENTERNEWS Massa PRO-PUBLIC Institute desak Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejatisu) segera memeriksa Hotbinson Damanik dan M Ali Damanik  karean diduga...

Read moreDetails
SUMUT

Aktivis Mahasiswa Gerry Siagian: Presiden Lupa Kesejahteraan Rakyat

15 Juni 2026 | 21:37 WIB

SUMATERA UTARA , SENTERNEWS Presiden Prabowo Subianto meminta masyarakat tidak terburu-buru menilai berbagai program pemerintah yang sedang dijalankan saat ini....

Read moreDetails
SUMUT

Walikota Siantar Bersama Gubsu & Kepala Daerah se Sumut, Saksikan Semi Final Piala AFF U-19 2026  

12 Juni 2026 | 16:05 WIB

DELI SERDANG, SENTERNEWS Walikota Siantar Wesly Silalahi  bersama Gubernur Sumatera Utara (Gubsu)  Muhammad Bobby Afif Nasution SE MM dan para...

Read moreDetails
SUMUT

Rusak Akibat Cuaca Ekstrem, PLN  Pulihkan Sistem Kelistrikan 12 Tower Transmisi

5 Juni 2026 | 17:56 WIB

MEDAN,, SENTERNEWS PT PLN (Persero) bergerak cepat pulihkan sistem kelistrikan yang mengalami  kerusakan 12 tower transmisi akibat cuaca ekstrem berupa...

Read moreDetails

Berita Terbaru

SEREMONIAL

Walikota Siantar Hadiri Peresmian Renovasi Makam dr Djasamen Saragih  

4 Agustus 2026 | 20:32 WIB
ANEKA RAGAM

Kondisi Kesehatan Paskibra Siantar Masih Tetap Prima 

4 Agustus 2026 | 18:20 WIB
ANEKA RAGAM

Kasus 4.800 Bungkus Rokok Ilegal dan Dua pelaku,  Dilimpahkan Polres Siantar ke Bea Cukai

4 Agustus 2026 | 17:26 WIB
SIANTAR-SIMALUNGUN

Dua Ruko Prabot dan Elektronik di Perdagangan Terbakar, Polsek Bandar Huluan  Amankan TKP

4 Agustus 2026 | 17:23 WIB
SIANTAR-SIMALUNGUN

Pelaku Pencurian Uang Rp46,2 Juta Diamanankan Tim Jatanras Polres Simalungun dari Riau  

4 Agustus 2026 | 17:18 WIB
SIANTAR-SIMALUNGUN

Sempat Buron, Maling Puluhan Botol Oli Diringkus Polsek Bandar Huluan

4 Agustus 2026 | 08:45 WIB
SEREMONIAL

Sekda Pematangsiantar Pembina Upacara Bendera di UPTD SMP Negeri 12

4 Agustus 2026 | 08:42 WIB
SIANTAR-SIMALUNGUN

GMKI Siantar-Simalungun Siap Laksanakan Pengabdian Masyarakat  

4 Agustus 2026 | 08:36 WIB
SIANTAR-SIMALUNGUN

Kompak Curi Sepeda Motor, Abang dan Adik Diringkus Polsek Dolok Batu Nanggar   

4 Agustus 2026 | 08:35 WIB
ANEKA RAGAM

Dipeluk Seorang Wanita di THM, Video Oknum Ketua Organisasi Kepemudaan Islam Viral

3 Agustus 2026 | 19:23 WIB
SIANTAR-SIMALUNGUN

Dekranasda Simalungun Promosikan Wastra Khas Daerah di BTN IFW 2026

3 Agustus 2026 | 18:24 WIB
SIANTAR-SIMALUNGUN

Pemkab Simalungun Bersama Kemendagri, Kawal Investasi Cable Car Danau Toba Sesuai Regulasi

3 Agustus 2026 | 18:03 WIB

barak barak barak barak barak barak

  • Redaksi
  • Pedoman
  • Terms
  • Policy
  • Visi & Misi

© 2024 Senternews.com

rotasi barak berita hari ini danau toba sinata

No Result
View All Result
  • HEADLINE
  • SIANTAR-SIMALUNGUN
  • SUMUT
  • ANEKA RAGAM
  • NASIONAL
  • SEREMONIAL
  • VIDEOGRAM
  • PODCAST

© 2024 Senternews.com

rotasi barak berita hari ini danau toba sinata