Senter News
Kamis, 18 Juni 2026
No Result
View All Result
  • HEADLINE
  • SIANTAR-SIMALUNGUN
  • SUMUT
  • ANEKA RAGAM
  • NASIONAL
  • SEREMONIAL
  • VIDEOGRAM
  • PODCAST
  • HEADLINE
  • SIANTAR-SIMALUNGUN
  • SUMUT
  • ANEKA RAGAM
  • NASIONAL
  • SEREMONIAL
  • VIDEOGRAM
  • PODCAST
No Result
View All Result
Senter News
No Result
View All Result
  • HEADLINE
  • SIANTAR-SIMALUNGUN
  • SUMUT
  • ANEKA RAGAM
  • NASIONAL
  • SEREMONIAL
  • VIDEOGRAM
  • PODCAST
Home NEWS NASIONAL
Imran Simanjuntak

Imran Simanjuntak

Serangan Terhadap Budiman, Upaya  Memutus Ingatan Kolektif

Penulis: Redaksi Senternews.com
17 Juni 2026 | 20:26 WIB
Rubrik: NASIONAL
Konsep Otomatis
ADVERTISEMENT
Share on FacebookShare on WhatsappShare on Telegram

Penulis : Imran Simanjuntak MA (Dosen STAI SAMORA Pematangsiantar)

Tulisan ini menganalisis serangan terhadap Budiman Sudjatmiko sebagai bagian dari strategi delegitimasi terhadap aktivis yang memasuki ruang kekuasaan.

Dalam konteks meningkatnya ketidakpercayaan publik terhadap negara, terutama terkait proyek strategis nasional, korupsi sistemik, dan kembalinya dominasi militer, gerakan mahasiswa kembali menjadi aktor penting dalam dinamika politik.

Namun, gerakan ini berada dalam pusaran kepentingan elite dan oligarki yang berusaha mengendalikan arah perlawanan rakyat. Serangan terhadap Budiman dipahami sebagai upaya sistematis untuk menghapus memori kolektif tentang aktivisme masa lalu.

Sekaligus melemahkan figur-figur baru seperti Tiyo Ardianto yang mulai mendapat perhatian publik.

Artikel ini menggunakan kerangka teori oligarki, memori kolektif, dan politik delegitimasi untuk menjelaskan bagaimana serangan terhadap figur historis berfungsi sebagai mekanisme kontrol terhadap gerakan rakyat dan mahasiswa.

Indonesia tengah berada dalam fase krisis legitimasi publik. Kritik terhadap negara meningkat seiring dengan kontroversi seputar proyek strategis nasional seperti MBG, KMP, Kereta Cepat, serta korupsi yang massif dan kembalinya dominasi militer dalam berbagai sektor pemerintahan, juga merambah pada wilayah sipil yang meluas.

Kondisi ini memunculkan gelombang ketidakpuasan rakyat yang semakin vokal, terutama di ruang digital. Dalam situasi tersebut, gerakan mahasiswa kembali bangkit sebagai kekuatan moral dan politik.

Demonstrasi massif yang terjadi belakangan ini menunjukkan potensi konsolidasi gerakan rakyat yang lebih luas. Namun, gerakan ini tidak steril dari kepentingan elite.

Setiap momentum protes selalu menjadi arena perebutan pengaruh antara kelompok politik, modal, dan negara.

Dalam konteks inilah serangan terhadap Budiman Sudjatmiko harus dipahami. Ia bukan sekadar kritik terhadap individu, tetapi bagian dari strategi delegitimasi yang lebih luas terhadap aktivis yang memasuki ruang kekuasaan.

Serangan ini juga memiliki implikasi terhadap figur-figur baru seperti Tiyo Ardianto, mantan Ketua BEM UGM, yang kini menjadi salah satu suara kritis paling diperhatikan publik.

Teori Oligarki dan Kontrol Politik

Dalam teori oligarki, kekuasaan negara tidak hanya ditentukan oleh institusi formal, tetapi juga oleh modal ekonomi yang mengendalikan arah kebijakan dan opini publik.

Oligarki beroperasi melalui kontrol media,pendanaan politik,dan pengaruh terhadap institusi negara.

Delegitimasi terhadap aktivis yang masuk sistem merupakan strategi untuk menjaga agar ruang kekuasaan tetap steril dari aktor independen.

Teori Memori Kolektif

Memori kolektif adalah konstruksi sosial tentang masa lalu yang membentuk identitas politik suatu bangsa. Figur seperti Budiman berfungsi sebagai penanda sejarah (memory carrier) yang mengingatkan publik pada perjuangan melawan otoritarianisme. Menghapus legitimasi figur seperti ini berarti menghapus memori kolektif tentang perlawanan.

Teori Delegitimasi Aktivis

Delegitimasi adalah proses sistematis untuk menghilangkan otoritas moral seseorang melalui, pelabelan negatif, distorsi sejarah, dan amplifikasi narasi melalui media dan algoritma.

Delegitimasi aktivis yang berada dalam sistem bertujuan untuk mencegah regenerasi kepemimpinan yang berbasis idealisme.

Konteks Politik: Negara dalam Krisis Legitimasi

Kritik publik terhadap negara saat ini meningkat karena beberapa faktor, kontroversi proyek strategis nasional, korupsi yang massif hampir di segala lini, dominasi militer dalam sektor sipil, dan ketimpangan ekonomi yang semakin tajam. Situasi ini menciptakan ruang perlawanan rakyat yang semakin besar.

Gerakan mahasiswa menjadi katalis utama dalam dinamika ini. Namun, negara dan oligarki melihat potensi ini sebagai ancaman terhadap stabilitas kekuasaan.

Analisis: Serangan terhadap Budiman sebagai Strategi Delegitimasi

Menghapus legitimasi moral aktivis senior Budiman Sudjatmiko adalah simbol aktivisme era 1990-an. Ia membawa memori kolektif tentang perjuangan melawan otoritarianisme. Melabelinya sebagai “pengkhianat” adalah cara untuk memutus hubungan antara sejarah perjuangan dan politik hari ini, menghapus otoritas moral aktivis dalam sistem, menciptakan preseden bahwa aktivis yang masuk sistem pasti kehilangan idealisme. Ini adalah bentuk pembunuhan karakter berbasis memori.

Mengendalikan Arah Gerakan Mahasiswa

Gerakan mahasiswa yang massif berpotensi menjadi gerakan rakyat. Negara dan oligarki berusaha mengendalikan arah gerakan ini dengan menciptakan musuh bersama palsu, mengalihkan fokus dari isu struktural ke figur personal, memecah konsolidasi gerakan melalui polarisasi. Serangan terhadap Budiman berfungsi sebagai distraksi politik.

Menghalangi Regenerasi Aktivis dalam Sistem.

Jika aktivis senior dapat dihancurkan reputasinya, maka aktivis muda akan takut masuk sistem. Ini menguntungkan oligarki karena ruang kebijakan tetap dikuasai elite, tidak ada infiltrasi idealisme ke dalam struktur negara, gerakan mahasiswa kehilangan jalur transformasi politik.

Implikasi Erosi Daya Kritis Aktivis Baru

Serangan terhadap Budiman menciptakan narasi bahwa aktivis yang masuk sistem pasti berkhianat. Ini berdampak langsung pada Tiyo Ardianto, yang kini menjadi figur kritis yang diperhatikan publik.

Kritiknya dapat dianggap tidak otentik karena preseden delegitimasi yang sudah dibangun. Pengaburan Peran Aktivis dalam sistem delegitimasi terhadap Budiman menciptakan dilema bagi aktivis baru, jika tetap kritis, dianggap tidak memahami realitas politik, jika adaptif, dianggap berkompromi. Ini melemahkan posisi Tiyo sebagai aktor aktivis politik baru.

Pelemahan Gerakan Rakyat dan Mahasiswa

Dengan melemahkan simbol masa lalu (Budiman) dan simbol masa kini (Tiyo), oligarki berhasil, memutus kesinambungan gerakan, menghilangkan figur rujukan moral, dan mengendalikan arah perlawanan rakyat.

Delegitimasi terhadap aktivis adalah bagian dari strategi besar untuk menjaga stabilitas kekuasaan, mengontrol narasi publik, dan memastikan bahwa gerakan rakyat tidak pernah menjadi ancaman nyata.

Serangan terhadap Budiman adalah serangan terhadap memori kolektif, sedangkan implikasinya terhadap Tiyo adalah serangan terhadap masa depan gerakan.

Serangan terhadap Budiman Sudjatmiko tidak dapat dipahami sebagai konflik personal atau perbedaan pilihan politik. Ia adalah bagian dari strategi delegitimasi yang lebih luas, yang bertujuan untuk menghapus memori kolektif tentang perjuangan demokrasi, melemahkan legitimasi aktivis dalam sistem, dan mencegah munculnya figur-figur baru seperti Tiyo Ardianto yang dapat menjadi katalis perubahan.

Dengan demikian, delegitimasi ini merupakan mekanisme kontrol oligarki untuk memastikan bahwa gerakan rakyat dan mahasiswa tetap berada dalam batas yang dapat dikendalikan. (**)

ShareSendShare

Berita Terkait

NASIONAL

DPP GARANSI dan AMPPUH Geruduk KPK Serahkan Bukti Dugaan Korupsi Eks Rumah Singgah Covid 19 

4 Juni 2026 | 18:37 WIB

JAKARTA, SENTERNEWS Massa  dari Dewan Pimpinan Pusat Gerakan Rakyat Anti Diskriminasi (DPP GARANSI) dan Aliansi Mahasiswa dan Pemuda Peduli Hukum...

Read moreDetails
Torop MH Sihombing dan Ferry Simarmata
NASIONAL

Gerak Nusantara : Hilirisasi dan Kemandirian Dimulai dari UMKM Sebagai Fondasi Pembangunan Ekonomi Yang Tepat

1 Juni 2026 | 15:34 WIB

“Tanpa reformasi struktural, UMKM hanya jadi slogan. Keadilan ekonomi dimulai dari perlindungan pelaku usaha rakyat” Gerak Nusantara, sebagai salah satu...

Read moreDetails
NASIONAL

Langsung Dipimpin  Presiden Prabowo, Polres Simalungun Sukseskan Panen Raya Jagung Serentak Kuartal II 2026  

16 Mei 2026 | 19:25 WIB

SIMALUNGUN,SENTERNEWS Polres Simalungun,  bersama seluruh pemangku kepentingan lintas sektor sukses  laksanakan Panen Raya Jagung Serentak Kuartal II Tahun 2026 di...

Read moreDetails
NASIONAL

Merawat Nalar Kritis di Tengah Krisis Demokrasi: Kelompok Cipayung Siantar Nobar Film “Pesta Babi”

7 Mei 2026 | 21:08 WIB

SIANTAR, SENTERNEWS Kelompok Cipayung Kota Pematangsiantar yang terdiri dari GMKI, GMNI dan  HMI gelar kegiatan nonton bareng (nobar) dan diskusi...

Read moreDetails
NASIONAL

PMKRI Pematangsiantar Nobar Film “Pesta Babi”,  Suarakan Perlawanan Terhadap Kolonialisme Modern di Tanah Papua

6 Mei 2026 | 20:48 WIB

SIANTAR, SENTERNEWS Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Pematangsiantar Santo Fransiskus dari Assisi  gelar nonton bareng (nobar) dan diskusi...

Read moreDetails
NASIONAL

Penyesuaian Harga BBM Nonsubsidi: Ini Daftar Harganya

18 April 2026 | 20:48 WIB

JAKARTA,  SENTERNEWS Mulai Sabtu (18/04/2026), pemerintah Indonesia melalui Kementerian ESDM, resmi menyesuaikan harga BBM nonsubsidi sesuai dengan harga pasar global....

Read moreDetails

Berita Terbaru

NASIONAL

Serangan Terhadap Budiman, Upaya  Memutus Ingatan Kolektif

17 Juni 2026 | 20:26 WIB
SEREMONIAL

Walikota Siantar Bersama Bunda PAUD Hadiri Pelepasan Anak Didik PAUD-SAB  

17 Juni 2026 | 20:18 WIB
SIANTAR-SIMALUNGUN

Kejuaraan Rally Pasifik 2026 di Kabupaten Simalungun Berlangsung Agustus 2026 

17 Juni 2026 | 20:03 WIB
SUMUT

Unjukrasa PRO-PUBLIC Institute : Desak Kejatisu Periksa Hotbinson Damanik dan M Ali Damanik Terkait Dugaan Korupsi di PUTR Simalungun

17 Juni 2026 | 18:35 WIB
SIANTAR-SIMALUNGUN

Disambar Petir : Ibu Meninggal, Suami Dirawat di ICU dan Tiga Anak Selamat

17 Juni 2026 | 17:34 WIB
ANEKA RAGAM

Pemko Siantar Usulkan Tujuh Ranperda Kepada DPRD Kota Siantar

17 Juni 2026 | 16:16 WIB
ANEKA RAGAM

Pledoi Seorang Kawan: “Membela Budiman dari Pinggiran Kota”

16 Juni 2026 | 22:47 WIB
SEREMONIAL

MAPER Gelombang III 2026 GMKI Siantar-Simalungun Sukses  

16 Juni 2026 | 20:09 WIB
ANEKA RAGAM

Wakil Walikota Siantar Mewakili Walikota, Hadiri Pembukaan MTQN ke-40 Tingkat Sumut

16 Juni 2026 | 20:09 WIB
SIANTAR-SIMALUNGUN

Semester I Tahun 2026, Polres Simalungun Ungkap  43 Kasus Kejahatan  3C dengan 69 Tersangka  

16 Juni 2026 | 09:19 WIB
SIANTAR-SIMALUNGUN

Polres Simalungun Ungkap Perdagangan Satwa Dilindungi  

15 Juni 2026 | 22:09 WIB
ANEKA RAGAM

Walikota Siantar Responden Pertama Sensus Ekonomi 2026 

15 Juni 2026 | 22:04 WIB

barak barak barak barak barak barak

  • Redaksi
  • Pedoman
  • Terms
  • Policy
  • Visi & Misi

© 2024 Senternews.com

rotasi barak berita hari ini danau toba sinata

No Result
View All Result
  • HEADLINE
  • SIANTAR-SIMALUNGUN
  • SUMUT
  • ANEKA RAGAM
  • NASIONAL
  • SEREMONIAL
  • VIDEOGRAM
  • PODCAST

© 2024 Senternews.com

rotasi barak berita hari ini danau toba sinata