SIMALUNGUN,SENTERNEWS
Saat pulang dari arisan marga, sang ibu terkejut melihat anaknya berinisial JSR (45) dalamkeadaan kaku dengan posisi tergantung di ruang dapur rumahnya, Nagori Sejahtera, Kecamatan Siantar, Kabupaten Simalungun, Minggu (27/09/2026) sekira pukul 16.15 WIB.
Karena, terkejut, sang ibu sempat menjerit dan bergegas mendatangi bengkel tambal ban milik saksi Maruli Hutabarat yang berada di seberang rumah untuk minta tolong.
Kedua saksi kemudian masuk ke rumah untuk memastikan kondisi korban. Karena tidak bergerak, temuan itu akhirnya disampai kepada keluarga dan kepada Gamot Huta 1 Nagori Sejahtera yang diteruskan ke Polsek Bandar Huluan.
“Saat ibunya berangkat arisan sekira pukul 12.00 WIB, korban masih terlihat menonton televisi,” kata Kapolsek Gunung Malela AKP Hengki B. Siahaan SH MH, Senin (28/09/2026).
Sementara, tim Polsek Gunung Malela dan INAFIS melakukan pemeriksaan kondisi jenazah dan lingkungan TKP dengan meminta keterangan dari para saksi. Sekaligus mengamankan sejumlah barang bukti, termasuk pakaian korban.
Kapolsek juga menjelaskan, jenazah juga menjalani visum luar oleh dokter Puskesmas Perumnas Batu 6, dr. Roni Monica Purba, MKM didampingi orang tua korban dan personel Polsek Gunung Malela.
“Pihak keluarga menyatakan menolak dilakukan autopsi dan visum dalam, dan hal itu dituangkan dalam surat pernyataan serta video pernyataan keluarga,” jelasnya sembari mengatakan, korban diduga mengakhiri hidup dengan cara gantung diri.
Kepada polisi, ibu kandung mengatakan bahwa anaknya selama ini memang memiliki riwayat sakit dan rutin menjalani pemeriksaan di rumah sakit di Pematangsiantar. “Keterangan tersebut menjadi bagian dari informasi yang kami himpun dalam proses penyelidikan,” tuturnya.
Untuk tindak lanjut, polisi menyerahkan jenazah kepada keluarga, mengambil hasil visum luar, memeriksa saksi-saksi, dan melaporkan perkembangan kepada pimpinan. “Situasi di lokasi aman dan kondusif,” pungkas AKP Hengki B. Siahaan. (In)






