SIANTAR,SENTER NEWS
Kondisi kota Siantar di sejumlah lokasi pada malam hari tampaknya gelap. Pasalnya, Lampu Penerangan Jalan Umum (LPJU) banyak padam dan meresahkan warga karena takut terjadi tindak kejahatan.
Bukan saja di Jalan Gunung Simanuk-manuk, Kelurahan Teladan, Kecamatan Siantar Barat, di beberapa lokasi lain sejumlah kelurahan demikian juga. Termasuk di jalan kecil termasuk gang yang bisa dilintasi mobil.
Namun demikian, masih bisa dikatakan untung kalau lampu teras rumah warga di tepi jalan menyala. Kalau tidak, jelas menjadi gelap gulita. Sehingga, pengendera harus hati-hati karena jalan banyak berlobang.
Di Jalan Gunung Simanuk-manuk, mulai dari simpang jalan MH Sitorus depan Taman Hewan sampai sebelum Rumah Sakit TNI, lampu jalan tidak menyala. Bahkan, kondisi itu sudah berlangsung lama. Kemudian, di jalan-jalan tertentu, memang ada LPJU yang menyala. Namun, kalau dicermati, diantara LPJU itu, ditemukana juga yang padam.
Seperti yang disampaikan Adam (29) sebagai warga setempat. Akibat gelap, jalan tersebut dianggap rawan kejahatan. Bahkan, pernah terjadi aksi jamret yang korbannya orang melintas. “Pernah ada jamret di Jalan Gunung Simanuk-manuk ini. Tapi, pelakunya lari ke arah
Jalan Simbolon,” katanya, Sabtu malam, (18/11/2023).
Agar tidak semakin rawan dan menunggu korban berjatuhan, Pemko Siantar melalui dinas terkait diharap segera bertindak memperbaiki lampu jalan yang tidak berfungsi. Apalagi Jalan Gunung Simanuk-manuk itu tempat masyarakat keluar masuk dari Rumah Sakit TNI.
Berbeda dengan di jalan atau Gang Tangga Surga, Jalan Rajawali, Kelurahan Silimakuta, Kecamatan Siantar Barat. Gang yang bisa dimasuki mobil pribadi dengan kondisi menanjak tersebut, tampak seperti angker. Masalahnya, dari depan gang sama sekali gelap dan saat posisi rumah juga berjauhan.
“Ini namanya gang atau Jalan Tangga Surga. Kalau malam, ya gelap apalagi saat hujan dan setelah hujan harus hati-hati karena licin. Tapi, kalau kita jatuh, langsung masuk surga,” kata tiga orang anak remaja yang melintas menuju jalan besar sembari tertawa.
Dijelaskan, Jalan Tangga Surga itu sudah lama gelap karena lampu tidak diperbaiki. Untuk itu, pihak kelurahan diminta tanggap dan memberitahukannya kepada pihak Pemko Siantar. “Tak mungkin Lurah tidak tau masyarakat butuh penerangan. Tapi, nggak taulah,” ujar remaja itu lagi.
Sementara, terkait dengan LPJU pada dasarnya sudah menjadi perhatian DPRD Siantar. Terbukti, saat dilakukan rapat kerja pembahasan Rancangan APND Siantar Tahun Anggaran (TA) 2024, Komisi III sudah menyuarakannya kepada Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman (PTKP) Kota Siantar.
“Melalui rekomendasi Komisi III pada rapat gabungan kita sampaikan. Dalam menyusun program atau kegiatan untuk revitalisasi LPJU, Dinas PRKP kita minta membuat skala prioritas melalui observasi yang faktual dan data yang akurat,” kata anggota Komisi III, Irwan.
Kemudian, karena banyak gang yang masih gelap karena tiada penerangan, Dinas PRKP juga diminta merancang teknis untuk revitalisasi tiang LPJU di lokasi jalan kecil atau gang dengan mengurangi atau menyesuaikan tinggi tiang LPJU.
Sebelumnya, anggota DPRD Siantar, Andika Prayogi Sinaga mengatakan, Pemko Siantar wajib memperbaiki atau menyalakan LPJU yang padam. Pasalnya, masyarakat sudah membayar rekening LPJU itu.
“LPJU merupakan hak dari masyarakat karena sudah membayar rekening setiap bulan. Jadi, tidak ada alasan Pemko melalui dinas terkait untuk tidak memperbaiki LPJU yang padam supaya dinyalakan,” ujarnya mengakhiri. (In)






