SIANTAR, SENTERNEWS
Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Efarina Pematangsiantar, siap mengikuti Musyawarah Nasional (MUNAS) BEM Seluruh Indonesia XIX yang akan berlangsung mulai 27 Juli sampai 01 Agustus 2026 mendatang di Semarang, Jawa Tengah.
Selain membawa nama kampus, berencana mengusung aspirasi mahasiswa Pematangsiantar-Simalungun dalam forum mahasiswa terbesar di Indonesia dengan melakukan koordinasi lebih dulu.
Presiden Mahasiswa BEM Universitas Efarina, Depandes Nababan menegaskan, keikutsertaan menuju MUNAS bukan sekadar memenuhi agenda organisasi. Melainkan menjadi ruang strategis untuk menyampaikan gagasan, memperkuat konsolidasi gerakan mahasiswa, serta membangun kolaborasi antardaerah demi kemajuan bangsa. Termasuk menyuarakan berbagai isu lokal dan nasional.
“Kita juga berkomitmen memperkenalkan potensi Pematangsiantar-Simalungun kepada peserta MUNAS dari seluruh Indonesia,” katanya, Jumat (17/07/2026).
Potensi strategis yang sudah didata untuk Pematangsiantar dan Kabupaten Simalungun di antaranya, sektor pariwisata, budaya, pendidikan, UMKM, pertanian dan sumber daya daerah. Sehingga, diharap dapat semakin dikenal dan membuka peluang kolaborasi yang bermanfaat bagi pembangunan daerah.
“Pada forum MUNAS itu, BEM Universitas Efarina akan mendorong agar arah gerakan BEM SI tetap berpijak pada kepentingan rakyat, konstitusi, dan nilai-nilai demokrasi,” kata Depandes Nababan .
Dijelaskan juga, sejumlah isu strategis yang akan menjadi perhatian antara lain penguatan pemberantasan korupsi melalui dorongan terhadap pengesahan Rancangan Undang-Undang Perampasan Aset, peningkatan transparansi dan akuntabilitas penyelenggaraan negara.
Selain itu, penguatan kualitas pendidikan nasional, perlindungan hak-hak masyarakat adat, pemerataan pembangunan, serta perluasan kesempatan kerja bagi generasi muda.
“Isu RUU Perampasan Aset telah lama menjadi bagian dari wacana publik dan berbagai gerakan masyarakat sipil sebagai salah satu instrumen untuk memperkuat pemberantasan korupsi,” tegas Depandes Nababan.
Hal lain yang dinilai perlu, persoalan Papua harus terus mendapat perhatian serius melalui pendekatan yang mengedepankan dialog, penghormatan terhadap hak asasi manusia, pemerataan pembangunan, peningkatan kualitas pendidikan dan kesehatan, penyelesaian konflik secara damai sesuai prinsip negara hukum.
BEM Universitas Efarina juga menilai, gerakan mahasiswa harus tetap responsif terhadap berbagai persoalan nasional yang menjadi perhatian publik. Seperti tata kelola pemerintahan yang bersih, pemberantasan korupsi, penguatan demokrasi, kesejahteraan masyarakat, perlindungan lingkungan hidup, serta kebijakan publik yang berdampak langsung terhadap kehidupan rakyat.
“Kita berharap, pada MUNAS, dapat memberikan kontribusi pemikiran yang konstruktif bagi arah gerakan mahasiswa Indonesia sekaligus membawa nama baik Universitas Efarina serta mengharumkan Pematangsiantar-Simalungun di tingkat nasional. (In)






