Senter News
Jumat, 25 September 2026
No Result
View All Result
  • HEADLINE
  • SIANTAR-SIMALUNGUN
  • SUMUT
  • ANEKA RAGAM
  • NASIONAL
  • SEREMONIAL
  • VIDEOGRAM
  • PODCAST
  • HEADLINE
  • SIANTAR-SIMALUNGUN
  • SUMUT
  • ANEKA RAGAM
  • NASIONAL
  • SEREMONIAL
  • VIDEOGRAM
  • PODCAST
No Result
View All Result
Senter News
No Result
View All Result
  • HEADLINE
  • SIANTAR-SIMALUNGUN
  • SUMUT
  • ANEKA RAGAM
  • NASIONAL
  • SEREMONIAL
  • VIDEOGRAM
  • PODCAST
Home NEWS ANEKA RAGAM
Cynthia SPd MM

Cynthia SPd MM

Bullying : Dosa yang Sering Dianggap Biasa

Penulis: Redaksi Senternews.com
17 Juli 2026 | 07:43 WIB
Rubrik: ANEKA RAGAM
Share on FacebookShare on WhatsappShare on Telegram

Oleh:  Cynthia SPd MM  

Di zaman sekarang, kita sering mendengar, bahkan mungkin menyaksikan sendiri, peristiwa bullying atau perundungan.

Mulai dari ejekan, panggilan nama buruk, pengucilan, penyebar gosip, hingga kekerasan fisik dan ancaman.

Sayangnya, banyak orang menganggap bullying  hanya “canda biasa”, gurauan, hiburan. Bahkan “masalah sepele”, atau “bagian dari pergaulan” sebagai suatu hiburan.

Padahal, bullyng  dapat menyakiti, menghina, merendahkan atau  mengganggu kehormatan orang lain. Sehingga, dalam pandanagana Islam, bullying adalah dosa besar, bentuk kezaliman, dan pelanggaran hak asasi manusia yang sangat dibenci Allah SWT.

Secara sederhana, bully adalah segala bentuk tindakan atau perilaku yang dilakukan dengan sengaja untuk menyakiti, merendahkan, mengintimidasi, atau merugikan orang lain yang dianggap lebih lemah, baik secara fisik, mental, maupun emosional.

Tindakan ini dilakukan berulang kali atau terus-menerus, dan biasanya terjadi karena adanya ketimpangan kekuasaan, si pelaku merasa lebih kuat, lebih banyak teman, atau memiliki posisi yang membuatnya merasa bebas bertindak sewenang-wenang.

Bully tidak hanya berupa kekerasan fisik saja, melainkan ada beberapa jenis:

1.Bully Fisik

Contoh: Memukul, menendang, mendorong, mencubit, merusak barang milik orang lain, atau mengambil barang secara paksa.

2.Bully Verbal

Contoh: Mengejek, memanggil dengan nama buruk, menghina rupa, keadaan ekonomi, atau kekurangan fisik, mengancam, serta menyebarkan gosip bohong. Ini adalah jenis yang paling sering terjadi dan sering dianggap sepele.

3.Bully Sosial / Psikis

Contoh: Mengucilkan seseorang dari pergaulan, melarang teman lain bergaul dengannya, memandang rendah, atau membuat orang lain merasa tidak berharga.

4.Bully Daring (Cyberbullying)

Contoh: Menghina atau menyebarkan aib lewat media sosial, mengirim pesan ancaman, atau menyebarkan foto/video tanpa izin untuk mempermalukan orang lain.

Allah SWT berfirman dalam QS. Al-Hujurat ayat 11:

“Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah suatu kaum mengolok-olok kaum yang lain, boleh jadi mereka yang diperolok lebih baik daripada mereka yang mengolok. Dan jangan pula perempuan-perempuan mengolok perempuan lain. Janganlah kamu saling mencela dan jangan saling memanggil dengan gelar-gelar yang buruk.” Ayat ini secara tegas melarang ejekan, hinaan, dan pemberian julukan yang menyakitkan.

Dalam Islam, bully disebut sebagai perbuatan zalim, menyakiti sesama, dan melanggar hak orang lain. Syariat Islam melarang keras segala bentuk tindakan ini, karena:

1.Menyakiti hati atau tubuh sesama manusia adalah dosa yang besar.

2.Merusak keharmonisan persaudaraan yang diwajibkan oleh Allah SWT.

3.Bukan hanya berdosa di dunia, tetapi akan dimintai pertanggungjawaban yang berat di akhirat kelak.

Rasulullah bersabda:

“Seorang Muslim adalah saudara bagi Muslim lainnya. Ia tidak menzaliminya, tidak membiarkannya terancam, dan tidak meremehkannya.” (HR. Muslim)

Secara umum, kebiasaan membully bukanlah sifat bawaan lahir, melainkan terbentuk karena berbagai faktor berikut:

1.Faktor Psikologis dan Kondisi Diri

a.Ingin merasa berkuasa dan dihormati.

Seringkali orang yang membully sebenarnya merasa kurang percaya diri, lemah, atau merasa tidak berharga.

Dengan merendahkan atau menyakiti orang lain, mereka merasa dirinya lebih kuat, lebih tinggi derajatnya, dan mendapatkan perhatian atau takut dari orang lain. Ini adalah cara salah untuk menutupi rasa tidak aman dalam dirinya.

b.Ingin melampiaskan emosi negatif.

Ada yang sedang mengalami tekanan, masalah keluarga, atau kesulitan hidup, lalu melampiaskan rasa marah, kesal, atau sakit hatinya kepada orang lain yang dianggap lebih lemah.

c.Kurang empati

Tidak mampu merasakan apa yang dirasakan orang lain. Mereka tidak menyadari atau tidak peduli bahwa ucapan atau perbuatannya menyakiti hati, merusak harga diri, bahkan menimbulkan penderitaan bagi korban.

2.Faktor Lingkungan dan Pergaulan

a.Melihat contoh buruk di sekitar

Jika di rumah, sekolah, atau lingkungan tempat tinggal sering terlihat orang lain menyakiti, menghina, atau bertindak kasar tanpa ada hukuman, maka hal itu dianggap sebagai hal yang wajar dan bisa ditiru.

b.Ingin diterima dalam kelompok

Seseorang bisa ikut membully hanya agar tidak dikucilkan atau agar dianggap bagian dari kelompok pertemanan. Mereka takut jika tidak ikut, maka giliran dirinya yang akan menjadi sasaran.

c.Anggapan salah bahwa itu hal biasa

Seperti yang dibahas dalam khutbah sebelumnya, banyak orang menganggap membully hanya “canda”, “basa-basi”, atau “bagian dari pergaulan”, sehingga mereka melakukannya tanpa merasa bersalah.

Dalam Islam, semua alasan di atas tidak bisa dijadikan pembenaran. Rasulullah ﷺ mengajarkan bahwa:

1.Kekuasaan dan kelebihan yang dimiliki harus digunakan untuk melindungi, bukan menyakiti.

2.Masalah pribadi tidak boleh dijadikan alasan untuk menyakiti hak orang lain.

3.Meniru kebiasaan buruk lingkungan tetaplah dosa, karena setiap orang bertanggung jawab atas perbuatannya sendiri.

Pada akhirnya, kita harus menyadari bahwa membully bukanlah sekadar candaan atau kebiasaan yang bisa dianggap sepele, melainkan perbuatan dosa yang menambah beban amal buruk di hadapan Allah Swt.

Setiap ejekan, hinaan, celaan, julukan yang menyakitkan, fitnah, maupun tindakan yang merendahkan martabat orang lain akan dimintai pertanggungjawaban pada hari kiamat.

Sering kali pelaku bullying merasa puas karena berhasil membuat orang lain malu atau tertawa di hadapan banyak orang. Padahal, di balik tawa itu bisa jadi ada hati yang terluka, harga diri yang hancur, bahkan masa depan seseorang yang terganggu.

Ketika seorang muslim menyakiti saudaranya, sesungguhnya ia sedang menambah dosa demi dosa yang kelak akan diperhitungkan oleh Allah SWT.

Rasulullah bersabda: “Seorang muslim adalah orang yang kaum muslimin selamat dari gangguan lisan dan tangannya.” (HR. Bukhari No. 10 dan Muslim No. 40)

Karena itu, marilah kita menjaga lisan, tulisan, dan perbuatan kita. Jangan sampai hanya karena ingin bercanda, mencari perhatian, atau mengikuti tren, kita justru mengumpulkan dosa yang terus bertambah.

Sebaliknya, jadilah pribadi yang menghadirkan rasa aman, menebarkan kasih sayang, menguatkan yang lemah, menghormati sesama, dan mengucapkan perkataan yang baik.

Semoga Allah Swt. menjauhkan kita dari sifat suka merendahkan orang lain, mengampuni dosa-dosa kita, serta membimbing kita menjadi hamba yang berakhlak mulia, yang lisan dan perbuatannya membawa manfaat, bukan mudarat, bagi sesama. Aamiin ya Rabbal ‘Alamin. (Penulis : Dosen STAI Samora Pematangsiantar)

ShareSendShare

Berita Terkait

Poto bersama
ANEKA RAGAM

FKUB Beri Penghargaan Bapak Toleransi kepada Wali Kota Siantar  

24 September 2026 | 19:42 WIB

SIANTAR, SENTERNEWS   Didampingi sejumlah Unsur Forkopimda Walikota Pematangsiantar Wesly Silalahi menerima penghargaan sebagai Tokoh Toleransi di Kota Pematangsiantar dari...

Read moreDetails
Poto bersama
ANEKA RAGAM

Polres Siantar Kembali Gelar Program Pahami AI Tingkat SMA/SMK/MA  

24 September 2026 | 08:30 WIB

SIANTAR, SENTERNEWS Kalau sebelumnya berlangsung se Kecamatan Siantar Barat,  kali ini  personel Polres Pematangsiantar kembali menggelar program pahami AI (Kecerdasan...

Read moreDetails
Putra Lubis
ANEKA RAGAM

Pemuda Muhammadiyah Kecewa, LKPD dan P-APBD Siantar Tidak Dibahas

23 September 2026 | 21:53 WIB

SIANTAR, SENTERNEWS Pemuda Muhammadiyah Kota Pematangsiantar kekecewa terhadap tidak dibahasnya Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Tahun Anggaran 2025 dan  Perubahan...

Read moreDetails
Tersangka dan barang bukti
ANEKA RAGAM

Duduk di Atas Sepeda Motor, Polres Siantar Amankan Pemilik 21,55 Gram Sabu

23 September 2026 | 20:21 WIB

SIANTAR,SENTERNEWS Pria berinisial IH (29) diamankan personel Satresnarkoba Polres Pematangsiantar yang sedang duduk di atas sepeda motor di  pinggir Jalan...

Read moreDetails
Evakuasi jenazah
ANEKA RAGAM

Warga Siopat Suhu Ditemukan Mayat Membusuk

23 September 2026 | 20:20 WIB

SIANTAR ,SENTERNEWS Temuan sosok mayat lelaki-laki,  Rahmali Panjaitan yang kondisinya sangat mengenaskan di dalam rumah menghebohkan warga Jalan perwira, Kelurahan...

Read moreDetails
MUI Pusat sampaikan arahan
ANEKA RAGAM

MUI Pusat Nilai, Pemanfaatan Digital MUI Pematangsiantar Punya Nilai Plus

23 September 2026 | 19:36 WIB

SIANTAR, SENTERNEWS  Majelis Ulama Indonresia (MUI) Pusat berkunjung ke MUI Pematangsiantar dalam rangka  monitoring dan evaluasi kelembagaan dan  kunjungan kerja...

Read moreDetails

Berita Terbaru

ANEKA RAGAM

FKUB Beri Penghargaan Bapak Toleransi kepada Wali Kota Siantar  

24 September 2026 | 19:42 WIB
HEADLINE

Pengunjukrasa Berjualan Hasil Pertanian dan Masak Kolak di Kantor Wali Kota Siantar

24 September 2026 | 14:48 WIB
ANEKA RAGAM

Polres Siantar Kembali Gelar Program Pahami AI Tingkat SMA/SMK/MA  

24 September 2026 | 08:30 WIB
ANEKA RAGAM

Pemuda Muhammadiyah Kecewa, LKPD dan P-APBD Siantar Tidak Dibahas

23 September 2026 | 21:53 WIB
SEREMONIAL

Awal Tugas, Kapolres Siantar AKBP Dhana Noer Kurniawan Silaturahmi ke Ketua PN

23 September 2026 | 21:44 WIB
SIANTAR-SIMALUNGUN

Kapolres Simalungun Jalin Silaturahmi dengan Ketua DPRD

23 September 2026 | 21:38 WIB
SIANTAR-SIMALUNGUN

Pelaku Curanmor Dibekuk Polsek Gunung Malela  

23 September 2026 | 21:37 WIB
ANEKA RAGAM

Duduk di Atas Sepeda Motor, Polres Siantar Amankan Pemilik 21,55 Gram Sabu

23 September 2026 | 20:21 WIB
ANEKA RAGAM

Warga Siopat Suhu Ditemukan Mayat Membusuk

23 September 2026 | 20:20 WIB
ANEKA RAGAM

MUI Pusat Nilai, Pemanfaatan Digital MUI Pematangsiantar Punya Nilai Plus

23 September 2026 | 19:36 WIB
ANEKA RAGAM

GAMPERA Desak DPRD Siantar Verifikasi Keabsahan Dokumen “CL” yang Diduga Bermasalah

23 September 2026 | 14:28 WIB
SIANTAR-SIMALUNGUN

Perkuat Sinergitas TNI-Polri, Kapolres Simalungun Sambangi Makorem 022/Pantai Timur

22 September 2026 | 19:28 WIB

barak barak barak barak barak barak

  • Redaksi
  • Pedoman
  • Terms
  • Policy
  • Visi & Misi

© 2024 Senternews.com

rotasi barak berita hari ini danau toba sinata

No Result
View All Result
  • HEADLINE
  • SIANTAR-SIMALUNGUN
  • SUMUT
  • ANEKA RAGAM
  • NASIONAL
  • SEREMONIAL
  • VIDEOGRAM
  • PODCAST

© 2024 Senternews.com

rotasi barak berita hari ini danau toba sinata