SIANTAR, SENTERNEWS
Tiga unit rumah di areal padat penduduk terbakar. Persisnya di Jalan Madura Bawah, Gang Jespam, Kelurahan Bantan, Kecamatan Siantar Barat, Kota Siantar, Jumat (30/8/1024 sekiranya jam 09.30 WIB.
Informasi yang dihimpun, awalnya warga melihat ada asap tebal keluar dari salah satu rumah yang dihuni keluarga Wagimun yang pintunya dikunci dari luar.
“Tadi saya jemur pakaian melihat ada asap keluar dari rumah itu, terus saya teriak dan warga berdatangan. Setelah pintu rumah didobrak, api ternyata sudah marak, ” ujar salah seorang ibu rumah tangga, Lamsir Tumanggor (47).
Sebelum 4 unit mobil pemadam kebakaran (Damkar) dari Pemko Siantar dan 1 dari PT STTC tiba, masyarakat berusaha memadamkan api dengan seadanya. Namun, karena jalan masuk begitu sempit, api akhirnya menghanguskan tiga rumah. Masing -masing dihuni, Wagimun (60), Kamu sama (75) dan Hizkia Ginting (32).
Setelah petugas Damkar berjibaku memasuki gang sempit dan menyemprotkan air ke rumah yang lokasinya agak rendah di sebelah Masjid Rahman, api akhirnya berhasil dipadamkan sekiranya jam 10.20 WIB.
Sementara Lurah Bantan Rizki Daulay mengatakan, banyak barang- barang yang tak sempat diselamatkan termasuk surat-surat berharga.
“Kalau surat kependudukan seperti kartu keluarga .ataupun KTP akan kita bantu supaya diurus, ” kata Lurah sembari mengatakan bahwa pihaknya sudah berkoordinasi dengan Camat agar Pemko Siantar memberi bantuan.
Saat api benar-benar padam, warga tiba-tiba dihebohkan dengan seorang warga yang dinyatakan pingsan bernama Anto yang rumahnya luput dari kobaran api, meski hanya berjarak dinding dengan rumah yang terbakar.
Selanjutnya, warga menggotong lelaki tersebut menjauh dari lokasi kebakaran.”Mungkin dia masih trauma, ” kata warga.
Sementara, Rencus Sitompul dari Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Siantar mengatakan, asal api diduga dari korsleting listrik. Namun demikian tetap masih dalam penyelidikan. Sedangkan kerugian materi diperkirakan lebih dari Rp 100 juta. (In)






