SIANTAR,SENTERNEWS
Warga Siantar dihimbau tetap waspada terkait adanya potensi gempa Megatrhust seperti Surat Edaran (SE) Pemko Siantar No 001/300.2/7347/IX-2024 sebagai tindak lanjut Press Release BMKG Stasiun Geofisika Kelas I Deli Serdang.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Siantar, Agustina B Sihombing mengatakan, SE Walikota tertanggal 10 September itu sudah disampaikan kepada Camat untuk diteruskan ke Lurah yang selanjutnya disampaikan lagi ke tingkat RW dan RT .
“Surat itu sebagai himbauan untuk disosialisasikan kepada masyarakat. Kita memang tidak mengetahui kapan terjadi gempa. Tapi, paling tidak masyarakat mengetahui supaya tetap waspada,” kata Agustina B Sihombing, Kamis (12/09/2024).
Meski harus tetap waspada atau hati-hati, masyarakat tidak perlu kawatir, apalagi ada istilah, gempa itu tidak membunuh atau mematikan. Tapi yang mematikan adalah reruntuhan. “Ya, memang belum ada prediksi kapan terjadi gempa di kawasan Pantai Barat,” ujarnya lagi.
Dijelaskan juga, kota Siantar bukan bagian dari Pantai Barat, melainkan dataran tinggi. Namun demikian, perlu diketahui adanya potensi gempa di sekitar Kota Siantar.
“Potensi bencana di Kota Siantar itu bukan gempa, tetapi banjir, longsor maupun puting beliung. Untu Kitu, masyarakat yang membangun rumah, kontruksinya memang harus baik,” katanya.
Diinformasikan, SEWalikota Siantar itu menjelaskan agar segenap unsur terkait dihimbau meningkatkan kesiapsiagaan, baik mitigasi struktural maupun nonstruktural dengan membangun kapasitas masyarakat untuk melakukan aksi dini agar selamat jika musibah terjadi.
Lindungi diri dari reruntuhan bangunan dengan berlindung di bawah meja. Lindungi kepala dan segera ke luar dari bangunan menuju ke lapangan terbuka. Jauhi pohon, tiang listrik, bangunan tinggi dan jembatan.
“Waspada pada gempa susulan. Pelajari dan ketahui jalur evakuasi dan titik kumpul yang ada di lingkungan sekitar,” kata Agustina sesuai dengan surat edaran Pemko Siantar. (In)






