Senter News
Senin, 23 Maret 2026
No Result
View All Result
  • HEADLINE
  • SIANTAR-SIMALUNGUN
  • SUMUT
  • ANEKA RAGAM
  • NASIONAL
  • SEREMONIAL
  • VIDEOGRAM
  • PODCAST
  • HEADLINE
  • SIANTAR-SIMALUNGUN
  • SUMUT
  • ANEKA RAGAM
  • NASIONAL
  • SEREMONIAL
  • VIDEOGRAM
  • PODCAST
No Result
View All Result
Senter News
No Result
View All Result
  • HEADLINE
  • SIANTAR-SIMALUNGUN
  • SUMUT
  • ANEKA RAGAM
  • NASIONAL
  • SEREMONIAL
  • VIDEOGRAM
  • PODCAST
Home NEWS HEADLINE
Kawasan hutan yang gundul

Kawasan hutan yang gundul

PT LDN Diduga Gunduli Hutan Register Sitahoan, Tak Perduli Bakal Terjadi Bencana?

Penulis: Redaksi Senternews.com
21 Maret 2024 | 22:06 WIB
Rubrik: HEADLINE
Share on FacebookShare on WhatsappShare on Telegram

SIMALUNGUN,SENTERNEWS  

Aksi penebangan liar yang diduga dilakukan PT LDN, membuat kawasan  Hutan Lindung Register II Sibatu Loting, Kecamatan Girsang  Sipanganbolon, Kabupaten Simalungun gundul. Sehingga, terkesan tidak perduli bencana alam akan datang.

Pembalakan liar itu diperkirakan sudah  berlangsung sejak tahun 2021 lalu. Dan, beberapa hari lalu, sejumlah elemen masyarakat  yang kawatir terjadi bencana seperti tahun sebelumnya, turun ke lokasi. Menyatakan, pembalakan liar itu harus dihentikan dan pelakunya  diusut tuntas untuk diberikan diberi hukuman sesuai ketentuan yang berlaku.

Pantauan awak media, Kamis (21/3/2024) yang turun langsung melakukan investigasi dan mewawancarai sejumlah sumber, pembalakan liar tersebut diperkirakan sudah meluas sampai seratusan hektar. Bahkan, diperkirakan akan terus  merambah ke kawasan lain yang seharusnya dilindungi karena merupakan kawasan penganyangga Danau Toba.

Akibat penggundulan pepohonan yang sampai ke akar-akarnya, terjadi pengikisan. Saat hujan tiba, sering terjadi banjir. Bahkan, kawasan tertentu telah mengalami longsor. Bahkan, ada yang sampai ke badan jalan. Sementara,  jalan yang seharusnya dilalui masyarakat, malah dipagar dan ditutup.

Kuat dugaan bahwa PT LDN yang tidak memiliki izin, seenaknya saja melakukan pembalakan dan kayu-kayunya dilansir untuk diangkut dan dijual ke kabupaten Toba. Ironisnya lagi, diduga melibatkan oknum Polisi yang bertugas di kabupaten Toba.

Menurut warga, malam sekira jam 20.00 WIB, Rabu (20/3/2024), ada dua truk yang akan mengangkut kayu gelondongan. Namun, karena terhambat hujan deras. Akhirnya tertunda. “Nggak tau, apakah kayu itu jadi diangkut lagi,” kata sumber bermarga Sinaga di sekitar kawasan hutan yang gundul tersebut.

“Kemarin, banyak masyarakat yang datang ke lokasi kawasan hutan yang gundul ini. Masyarakat sangat keberatan. Tapi, anehnya, ada oknum tertentu yang disebut dari pihak perusahaan membagi-bagi amplop berisi uang 150 ribu. Tapi, tidak semua menerima. Yang keberatan adanya pembalakan liar itu malah menolak,” ujar sumber lagi.

Dijelaskan juga, penggundulan hutan di dua lokasi, Nagori Simalungun dan Kelurahan Girsang yang disebut dilakukan  PT LDN yang kantornya berpusat di Pekan Baru itu    menggunakan alat berat seperti eksapator dozer, chainsaw dan lainnya.

“Kita meragukan soal izin yang dimiliki PT LDN itu. Termasuk iizin penebangan, amdal maupun izin pembukaan jalan,” ujar Sinaga sembari merasa heran mengapa baru beberapa hari kemarin ada pihak Polhut dan Dinas Kehutanan yang turun ke lokasi. Termasuk membawa tiga batang kayu sebagai barang bukti ke Polsek Parapat.

Sementara,  sesuai   investigasi  media ini juga, kawasan hutan yang digundul malah ditanami pohon alpokat. Bahkan, untuk menutupi aksi illegal itu, PT LDN mengorek parit gajah sebagai batas antara lahan miliknya dengan  kawasan hutan register.

Warga lainnya yang diwawancaraai awak media ini menyatakan, aktifitas tersebut  sudah berlangsung lama dan menggunakan alat berat. “Saya yang tahu persis mana yang dibilang Enclave dan mana hutan. Tapi semua digunduli ,” pukas Ambarita, warga  Sipangan Bolon.

Sementara, masyarakat sangat berharap kasus tersebut diungkap sampai ke akar-akarnya. Karena bukan hanya akan menimbulkan bencana yang menyengsarakan rakyat. Lebih dari itu telah terjadi kerugian negara yang cukup besar.

Seperti yang disampaikan warga lainnya yang akrab disapa dengan Pak Polen Sinaga (63). “Pokoknya   kegiatan yang dilakukan PT LDN harus segera dihentikan dan segera melakukan penanaman ulang.

Kemudian, kepada pihak terkait seperti Kadis  Kehutanan   Simalungun dan Sumatera Utara serta aparat penegak hukum segera menindaklanjuti keberatan warga yang kawatir akan datangnya bencana alam.

“Selama ini, warga memang tidak pernah melakukan mediasi kepada PT LDN karena kami belum ada yang mendampingi. Tapi, dengan munculnya permasalahan ini, sebenarnya aparat penegak hukum sudah harus segera bertindak,” tegas Ambarita.

Dijelaskan juga, ulah PT LDN  disebut tidak pernah mempertimbangkan kepentingan umum. Terbukti, akses jalan menuju Tanah Jawa malah sudah ditutup dan digunakan untuk kepentingan pihak perusahaan.

“Kalau terjadi bencana seperti banjir, akibatnya juga akan terimbas. Sebenarnya, masyarakat di Tanah Jawa juga sudah  kawatir dan  takut kalau bencana datang sewaktu-waktu akibat penggundulan kawasan hutan ini,” ujarnya.

Seperti diberitakan sebelumnya Neta Natanael Sinaga sebagai Direktur Eksikutif  LSM Sahabat Lingkungan (Saling) menegasakan, kawasan Hutan Sibatuloting merupakan daerah penyangga kawasan Danau Toba.

Setelah mengumpul berbagai fakta di lapangan akibat kerusakan hutan itu, pihaknya segera membuat laporan ke Kapolres Simalungun, Kapolda bahkan sampai ke Kapolri. Untuk itu, pembalakan liar harus dihentikan sebelum datang bencana seperti tahun 2023 lalu.

Sejauh ini, permasalahan penggundulan hutan Register itu belum berhasil dikonfirmasi kepada pihak-pihak terkait. Termasuk apakah aktifitas sudah dihentikan atau belum. Yang jelas akibat keresahan masyarakat aparat penegak hukum sudah saatnya bertindak tegas sebelum terjadi bencana. (Ro)

ShareSendShare

Berita Terkait

HEADLINE

Soal Dugaan Mark Up Eks Rumah Singgah Covid-19 Rp14,5 Miliar, DPRD Siantar Tunggu  Hasil Kajian Kejagung

18 Maret 2026 | 18:29 WIB

SIANTAR, SENTERNEWS Terkait Dugaan Penyimpangan Prosedur Administrasi dan Dugaan Mark Up Harga Pembelian Eks Rumah Singgah Covid-19 senilai Rp14,5 miliar...

Read moreDetails
HEADLINE

Demo Soal Dugaan Mark Up & KKN Rp14,5 Miliar di Kejagung “Panggil dan Periksa Walikota Siantar !”

13 Maret 2026 | 16:38 WIB

JAKARTA, SENTERNEWS Dugaan mark up pembelian eks Rumah Singgah Covid-19 senilai Rp14,5 miliar  tahun  2025 yang dilakukan Pemko Siantar sesuai...

Read moreDetails
HEADLINE

Mark Up Pembelian Eks Rumah Singgah Covid-19 Rp14,5 Miliar, Resmi Diserahkan DPRD Siantar ke  Kejagung  

5 Maret 2026 | 14:42 WIB

SIANTAR,SENTERNEWS Dugaan mark up pembelian Eks Rumah Singgah Covid-19 senilai Rp14,5 miliar hasil temuan Panitia Khusus (Pansus) DPRD Siantar, resmi...

Read moreDetails
Juru Bicara  Fraksi DPRD Siantar
HEADLINE

Mark Up Pembelian Eks Rumah Singgah Rp 14,5 Miliar, Mayoritas Fraksi Setuju ke Kejagung

26 Februari 2026 | 22:02 WIB

SIANTAR, SENTERNEWS Dugaan Penyimpangan Prosedur Administrasi dan Dugaan Mark Up Harga Pembelian Eks Rumah Singgah Covid-19 senilai Rp14,5 miliar yang...

Read moreDetails
Pansus serahkan hasil kerja kepada pimpinan DPRD S|iantar
HEADLINE

Kasus Pembelian Eks Rumah Singgah Covid-19 Rp14,5 Miliar Menyalahi & Pansus DPRD Siantar Minta Disampaikan ke Kejagung

26 Februari 2026 | 14:06 WIB

SIANTAR, SENTERNEWS Terkait  pembelian Eks Rumah Singgah Covid-19 senilai Rp14,5 miliar lebih yang dilakukan Pemko Siantar diminta  agar dilaporkan kepada...

Read moreDetails
HEADLINE

Meski Kenaikan NJOP 1.000 Persen Sudah Ditinjau, Malah Ada Tambah Naik

13 Februari 2026 | 08:29 WIB

SIANTAR, SENTERNEWS Dari hasil peninjauan kembali terkait kenaikan Nilai Jual Objek Pajak (JOP) yang dilakukan Pemko Siantar, ada yang mengalami...

Read moreDetails

Berita Terbaru

ANEKA RAGAM

Perempuan Warga Siantar Timur Meninggal Ditabrak Kereta Api

22 Maret 2026 | 19:12 WIB
ANEKA RAGAM

Suasana Masih Lebaran, Pedagang Ikan Basah di Pajak Parluasan Siantar Sepi

22 Maret 2026 | 09:22 WIB
SIANTAR-SIMALUNGUN

Pemkab Simalungun Gelar Shalat Idul Fitri 1447 H di Halaman Kantor Bupati

22 Maret 2026 | 08:54 WIB
SIANTAR-SIMALUNGUN

Kapolres Simalungun: Wisatawan Meningkat 40 Persen, “Periksa Ketat Alat Kelayakan Keselamatan di Pelabuhan”

21 Maret 2026 | 20:14 WIB
SIANTAR-SIMALUNGUN

Kapolres Simalungun Lakukan Pengecekan Kapal Wisata: “Utamakan Keselamatan”

21 Maret 2026 | 17:46 WIB
ANEKA RAGAM

Walikota Siantar  Bersama Unsur Forkopimda Lepas  Pawai Takbir  Hari Raya Idul Fitri 1447 H/2026 M

21 Maret 2026 | 08:18 WIB
ANEKA RAGAM

Pawai Obor 1000 Obor BKM Masjid Raya Siantar Semarakkan Malam Takbiran Hari Raya Idul Fitri 1447 H

21 Maret 2026 | 08:16 WIB
ANEKA RAGAM

Sholat Idul Fitri 1447 H Muhammadiyah Kota Siantar, Aman dan Kondusif

20 Maret 2026 | 10:04 WIB
SIANTAR-SIMALUNGUN

Kapolres Simalungun: Pintu Tol Panei Dibuka 07.00 WIB Sampai 21.00 WIB

19 Maret 2026 | 22:50 WIB
SIANTAR-SIMALUNGUN

Live Report Kapolres: Arus Lalu Lintas Meningkat, Jalur Lingkar Luar Parapat Bantu Urai Kemacetan

19 Maret 2026 | 19:48 WIB
NASIONAL

Di Bawah Bayang-Bayang Teror: Masa Depan Demokrasi Dipertaruhkan

18 Maret 2026 | 22:39 WIB
HEADLINE

Soal Dugaan Mark Up Eks Rumah Singgah Covid-19 Rp14,5 Miliar, DPRD Siantar Tunggu  Hasil Kajian Kejagung

18 Maret 2026 | 18:29 WIB

barak barak barak barak barak barak

  • Redaksi
  • Pedoman
  • Terms
  • Policy
  • Visi & Misi

© 2024 Senternews.com

rotasi barak berita hari ini danau toba sinata

No Result
View All Result
  • HEADLINE
  • SIANTAR-SIMALUNGUN
  • SUMUT
  • ANEKA RAGAM
  • NASIONAL
  • SEREMONIAL
  • VIDEOGRAM
  • PODCAST

© 2024 Senternews.com

rotasi barak berita hari ini danau toba sinata