Senter News
Sabtu, 7 November 2026
No Result
View All Result
  • HEADLINE
  • SIANTAR-SIMALUNGUN
  • SUMUT
  • ANEKA RAGAM
  • NASIONAL
  • SEREMONIAL
  • VIDEOGRAM
  • PODCAST
  • HEADLINE
  • SIANTAR-SIMALUNGUN
  • SUMUT
  • ANEKA RAGAM
  • NASIONAL
  • SEREMONIAL
  • VIDEOGRAM
  • PODCAST
No Result
View All Result
Senter News
No Result
View All Result
  • HEADLINE
  • SIANTAR-SIMALUNGUN
  • SUMUT
  • ANEKA RAGAM
  • NASIONAL
  • SEREMONIAL
  • VIDEOGRAM
  • PODCAST
Home NEWS HEADLINE
Kawasan hutan yang gundul

Kawasan hutan yang gundul

PT LDN Diduga Gunduli Hutan Register Sitahoan, Tak Perduli Bakal Terjadi Bencana?

Penulis: Redaksi Senternews.com
21 Maret 2024 | 22:06 WIB
Rubrik: HEADLINE
Share on FacebookShare on WhatsappShare on Telegram

SIMALUNGUN,SENTERNEWS  

Aksi penebangan liar yang diduga dilakukan PT LDN, membuat kawasan  Hutan Lindung Register II Sibatu Loting, Kecamatan Girsang  Sipanganbolon, Kabupaten Simalungun gundul. Sehingga, terkesan tidak perduli bencana alam akan datang.

Pembalakan liar itu diperkirakan sudah  berlangsung sejak tahun 2021 lalu. Dan, beberapa hari lalu, sejumlah elemen masyarakat  yang kawatir terjadi bencana seperti tahun sebelumnya, turun ke lokasi. Menyatakan, pembalakan liar itu harus dihentikan dan pelakunya  diusut tuntas untuk diberikan diberi hukuman sesuai ketentuan yang berlaku.

Pantauan awak media, Kamis (21/3/2024) yang turun langsung melakukan investigasi dan mewawancarai sejumlah sumber, pembalakan liar tersebut diperkirakan sudah meluas sampai seratusan hektar. Bahkan, diperkirakan akan terus  merambah ke kawasan lain yang seharusnya dilindungi karena merupakan kawasan penganyangga Danau Toba.

Akibat penggundulan pepohonan yang sampai ke akar-akarnya, terjadi pengikisan. Saat hujan tiba, sering terjadi banjir. Bahkan, kawasan tertentu telah mengalami longsor. Bahkan, ada yang sampai ke badan jalan. Sementara,  jalan yang seharusnya dilalui masyarakat, malah dipagar dan ditutup.

Kuat dugaan bahwa PT LDN yang tidak memiliki izin, seenaknya saja melakukan pembalakan dan kayu-kayunya dilansir untuk diangkut dan dijual ke kabupaten Toba. Ironisnya lagi, diduga melibatkan oknum Polisi yang bertugas di kabupaten Toba.

Menurut warga, malam sekira jam 20.00 WIB, Rabu (20/3/2024), ada dua truk yang akan mengangkut kayu gelondongan. Namun, karena terhambat hujan deras. Akhirnya tertunda. “Nggak tau, apakah kayu itu jadi diangkut lagi,” kata sumber bermarga Sinaga di sekitar kawasan hutan yang gundul tersebut.

“Kemarin, banyak masyarakat yang datang ke lokasi kawasan hutan yang gundul ini. Masyarakat sangat keberatan. Tapi, anehnya, ada oknum tertentu yang disebut dari pihak perusahaan membagi-bagi amplop berisi uang 150 ribu. Tapi, tidak semua menerima. Yang keberatan adanya pembalakan liar itu malah menolak,” ujar sumber lagi.

Dijelaskan juga, penggundulan hutan di dua lokasi, Nagori Simalungun dan Kelurahan Girsang yang disebut dilakukan  PT LDN yang kantornya berpusat di Pekan Baru itu    menggunakan alat berat seperti eksapator dozer, chainsaw dan lainnya.

“Kita meragukan soal izin yang dimiliki PT LDN itu. Termasuk iizin penebangan, amdal maupun izin pembukaan jalan,” ujar Sinaga sembari merasa heran mengapa baru beberapa hari kemarin ada pihak Polhut dan Dinas Kehutanan yang turun ke lokasi. Termasuk membawa tiga batang kayu sebagai barang bukti ke Polsek Parapat.

Sementara,  sesuai   investigasi  media ini juga, kawasan hutan yang digundul malah ditanami pohon alpokat. Bahkan, untuk menutupi aksi illegal itu, PT LDN mengorek parit gajah sebagai batas antara lahan miliknya dengan  kawasan hutan register.

Warga lainnya yang diwawancaraai awak media ini menyatakan, aktifitas tersebut  sudah berlangsung lama dan menggunakan alat berat. “Saya yang tahu persis mana yang dibilang Enclave dan mana hutan. Tapi semua digunduli ,” pukas Ambarita, warga  Sipangan Bolon.

Sementara, masyarakat sangat berharap kasus tersebut diungkap sampai ke akar-akarnya. Karena bukan hanya akan menimbulkan bencana yang menyengsarakan rakyat. Lebih dari itu telah terjadi kerugian negara yang cukup besar.

Seperti yang disampaikan warga lainnya yang akrab disapa dengan Pak Polen Sinaga (63). “Pokoknya   kegiatan yang dilakukan PT LDN harus segera dihentikan dan segera melakukan penanaman ulang.

Kemudian, kepada pihak terkait seperti Kadis  Kehutanan   Simalungun dan Sumatera Utara serta aparat penegak hukum segera menindaklanjuti keberatan warga yang kawatir akan datangnya bencana alam.

“Selama ini, warga memang tidak pernah melakukan mediasi kepada PT LDN karena kami belum ada yang mendampingi. Tapi, dengan munculnya permasalahan ini, sebenarnya aparat penegak hukum sudah harus segera bertindak,” tegas Ambarita.

Dijelaskan juga, ulah PT LDN  disebut tidak pernah mempertimbangkan kepentingan umum. Terbukti, akses jalan menuju Tanah Jawa malah sudah ditutup dan digunakan untuk kepentingan pihak perusahaan.

“Kalau terjadi bencana seperti banjir, akibatnya juga akan terimbas. Sebenarnya, masyarakat di Tanah Jawa juga sudah  kawatir dan  takut kalau bencana datang sewaktu-waktu akibat penggundulan kawasan hutan ini,” ujarnya.

Seperti diberitakan sebelumnya Neta Natanael Sinaga sebagai Direktur Eksikutif  LSM Sahabat Lingkungan (Saling) menegasakan, kawasan Hutan Sibatuloting merupakan daerah penyangga kawasan Danau Toba.

Setelah mengumpul berbagai fakta di lapangan akibat kerusakan hutan itu, pihaknya segera membuat laporan ke Kapolres Simalungun, Kapolda bahkan sampai ke Kapolri. Untuk itu, pembalakan liar harus dihentikan sebelum datang bencana seperti tahun 2023 lalu.

Sejauh ini, permasalahan penggundulan hutan Register itu belum berhasil dikonfirmasi kepada pihak-pihak terkait. Termasuk apakah aktifitas sudah dihentikan atau belum. Yang jelas akibat keresahan masyarakat aparat penegak hukum sudah saatnya bertindak tegas sebelum terjadi bencana. (Ro)

ShareSendShare

Berita Terkait

Berjualan di depan pintu masuk ruangan kantor Walikota
HEADLINE

Pengunjukrasa Berjualan Hasil Pertanian dan Masak Kolak di Kantor Wali Kota Siantar

24 September 2026 | 14:48 WIB

SIANTAR, SENTERNEWS Sembari menuntut pembebasan lahan, puluhan kaum ibu dari Front Gerilyawan (Gerakan Rakyat Melawan) yang berunjukrasa  di Kantor Walikota...

Read moreDetails
Sweeping ruang kerja Walikota
HEADLINE

Aksi Gerakan Rakyat Melawan “Sweeping” Ruangan Kerja Walikota Siantar

27 Agustus 2026 | 18:30 WIB

SIANTAR, SENTERNEWS Karena Walikota Wesly Silalahi tidak kunjung datang menemui pengunjukrasa dan sempat diinformasikan berada di ruangan kerjanya, massa aksi...

Read moreDetails
PKL di halaman rumah dinas Walikota
HEADLINE

Unjukrasa PKL Bawa Keranda Tolak Relokasi, Terobos Rumah Dinas Walikota Siantar

27 Agustus 2026 | 17:43 WIB

SIANTAR, SENTERNEWS   Dengan mengusung spanduk, poster dan pengeras suara dan keranda, ratusan massa  dari Ikatan Pedagang Kaki Lima Pematangsiantar...

Read moreDetails
Warga perlihatkan korban yang diduga karena sarang burung walet
HEADLINE

Sarang Walet Ambil Korban, DPRD Siantar Minta Pemko Bongkar Bangunan

19 Agustus 2026 | 17:20 WIB

SIANTAR, SENTERNEWS    Komisi I  DPRD Pematangsiantar  marah saata melakukan   Rapat  Dengar Pendapat (RDP) dengan masyarakat dan Pemko Pematangsiantar. Berlangsung ...

Read moreDetails
HEADLINE

Aliansi CS KERAS Soal Dugaan Korupsi Eks Rumah Singgah Covid-19, Desak Kejari Siantar Periksa Walikota

22 Juni 2026 | 15:52 WIB

SIANTAR, SENTERNEWS Setelah  berunjukrasa ke Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejatisu), Aliansi CS KERAS (Control Sosial- Kumpulan Elemen Rakyat Anti Suap)...

Read moreDetails
HEADLINE

Pasar Dwikora (Pajak Parluasan) Siantar Membara, Ratusan Kios Terbakar

18 Juni 2026 | 07:02 WIB

SIANTAR, SENTERNEWS Menjelang subuh buta, Kamis (18/06/2026) sekira pukul 02.49 WIB, kobaran api di  Pasar Dwikora atau Pajak Parluasan Kota...

Read moreDetails

Berita Terbaru

SIANTAR-SIMALUNGUN

Green Policing di Mako Polres Simalungun, Kapolres dan Bhayangkari Tanam 30 Pohon Mangga dan Durian

6 November 2026 | 18:00 WIB
SIANTAR-SIMALUNGUN

Pemkab Simalungun Sosialisasi dan Penertiban Pedagang di Kota Perdagangan

6 November 2026 | 17:38 WIB
ANEKA RAGAM

Kayu Penebangan di Hutan Hatonduhan Diduga Diangkut ke Sejumlah Kilang di Siantar, Tim Wartawan Dihalangi Melakukan Peliputan

6 November 2026 | 16:09 WIB
SEREMONIAL

Disdukcapil Pematangsiantar Luncurkan SILENTERA KIPAS, Permudah Penerbitan Akta Kelahiran Bayi Pasca Melahirkan 

6 November 2026 | 15:37 WIB
SIANTAR-SIMALUNGUN

Kasat Lantas Polres Simalungun : Selama Operasi Patuh Toba 2026, Laka Lantas Turun 30 Persen

6 November 2026 | 08:40 WIB
ANEKA RAGAM

Dua Nikmat yang Sering Dilalaikan

6 November 2026 | 06:38 WIB
SIANTAR-SIMALUNGUN

BPKP Perwakilan Prov. Sumut Gelar Workshop Evaluasi Pengelolaan Keuangan dan Pembangunan Desa Tahun 2026 di Kabupaten Simalungun

5 November 2026 | 21:07 WIB
SIANTAR-SIMALUNGUN

Soal Hutan Rondang Digunduli, Komisi A DPRD Sumut Tunggu Hasil Pemeriksaan dan Segera Turun, Kepala UPTD KPH Wil II Mengaku Baru Mengetahui

5 November 2026 | 19:51 WIB
ANEKA RAGAM

Andika Prayogi Sinaga kepada Wali Kota Siantar: Kelurahan Jangan Persulit Warga Urus Dokumen Sertifikat

5 November 2026 | 18:43 WIB
ANEKA RAGAM

DPRD Siantar Tetapkan Renja dan Sampaikan Pokok Pikiran kepada Wali Kota  

5 November 2026 | 17:46 WIB
SIANTAR-SIMALUNGUN

Saat Kumpul Bersama Wakapolres Simalungun, Warga Sampaikan Soal Pencurian, Test Urine Pelajar dan Knalpot Brong,

5 November 2026 | 09:45 WIB
SIANTAR-SIMALUNGUN

Bupati Simalungun Lantik 15 Pangulu dan 93 Anggota Maujana Nagori

4 November 2026 | 21:39 WIB

barak barak barak barak barak barak

  • Redaksi
  • Pedoman
  • Terms
  • Policy
  • Visi & Misi

© 2024 Senternews.com

rotasi barak berita hari ini danau toba sinata

No Result
View All Result
  • HEADLINE
  • SIANTAR-SIMALUNGUN
  • SUMUT
  • ANEKA RAGAM
  • NASIONAL
  • SEREMONIAL
  • VIDEOGRAM
  • PODCAST

© 2024 Senternews.com

rotasi barak berita hari ini danau toba sinata