SIANTAR, SENTERNEWS
Kalau di kota Siantar terjadi gempa, dapat langsung diketahui karena ada Cek Wening Recivers Systim (WRS) di kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pemko Siantar, Jalan Porsea, Kecamatan Siantar Barat.
“Kota Siantar memang bukan daerah lintasan gempa. Tapi, kalau terjadi gempa, WRS langsung dapat mengetahuinya,” kata Anugerah PB Zendrato ST MSi sembari memperlihatkan monitor WRS ukuran besar di ruang kerjanya, Rabu (7/8/2024).
Kemudian, apabila terjadi gempa di Kota Siantar, ada kotak alarm akan mengeluarkan suara cukup keras. “Siantar tidak pernah dilanda gempa dan mudah-mudahan itu tidak terjadi. Kalau di Sumatera Utara, daerah lintasan gempa itu Simarjarunjung dan Samosir,” katanya
Dijelaskan, di Samosir sempat terjadi gempa, Minggu (3/3/2024) berkekuatan magnitudo (Mag) 4,2 SR. Persisnya di sekitar Kabupaten Toba atau 35 Km dari Samosir dan 39 Km dari Simalungun.
“Karena memiliki kedalaman 169 Km dari permukaan tanah, gempa di Samosir tidak dirasakan sampai ke Kota Siantar. Itu kita ketahui dari WRS yang diberikan BMKG,” kata Anugerah.
WRS juga dapat mengetahui gempa di berbagai belahan nusantara. Termasuk berapa besar kekuatannya. Seperti yang terjadi di Makasar Sulawesi, Rabu (7/8/2024) dan Karang Asem Bali, Selasa (6/8/2024). Tetapi berada di dasar laut yang cukup dalam dan tidak berdampak kuat di daratan. (In)






