SIANTAR, SENTERNEWS
Walikota Siantar, dr Susanti Dewayani SpA mengaku takjub melihat progres pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN)di Kabupaten Penajam Paser Utara, Propinsi Kalimantan Timur. Bahkan, mengapresiasi Presiden Jokowi yang telah menginisiasi Pembangunan IKN.
Pernyataan itu disampaikan Walikota Siantar, dr Susanti yang berkumpul bersama Presiden Joko Widodo dan 38 gubernur, 97 Walikota, serta 416 bupati seluruh Indonesia di Istana Garuda, Ibu Kota Nusantara (IKN), Kalimantan Timur, Selasa (13/8/2024).
“Seperti dikatakan Bapak Presiden Joko Widodo, ini katanya baru 20 persen. Kalau sudah 100 persen, pastinya lebih bagus dan mewah. Luar biasa,” kata dr Susanti.
dr Susanti juga melihat berbagai fasilitas mulai berdiri di sekitar IKN, seperti rumah sakit, sekolah, dan juga hotel. “Saya yakin, IKN akan menjadi ibukota baru yang maju,” tukasnya.
Sementara, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian pada pertemuan tersebut yang dikutip dari YouTube Sekretariat Presiden mengatakan, ada 35 kepala daerah tidak hadir dalam pertemuan dengan Presiden Jokowi di IKN.
“Untuk penjabat, sebanyak 273 orang. Gubernur ada 10 yang definitif dan 28 penjabat. Hadir saat ini langsung 517 Gubernur, Walikota, bupati baik penjabat maupun yang definitif, dan 35 kepala daerah berhalangan hadir,” kata Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian.
Kepala daerah yang tidak hadir memiliki beberapa alasan, seperti Gubernur Kalimantan Selatan yang sedang sakit dan Gubernur Sumatera Barat yang ibundanya sedang sakit. “Tapi juga ada yang kebetulan tidak mendapatkan transportasi karena rebutan pesawat untuk ke Balikpapan, Bapak (Presiden),” kata Tito.
Dijelaskan juga, para Gubernur yang hadir di IKN telah tiba sejak Senin (12/8) dan menginap di Hotel Nusantara. Sementara, Bupati dan Walikota menginap di Balikpapan, Kalimantan Timur. Sekitar pukul 06.00 WITA, para Bupati dan Walikota berangkat ke IKN untuk menerima pengarahan dari Presiden Jokowi.
Sebelumnya, para kepala daerah melakukan kunjungan keliling IKN, termasuk ke kawasan Sumbu Kebangsaan. Sementara, Presiden Jokowi dalam arahannya kepada kepala daerah se-Indonesia mengatakan, pembangunan IKN masih 10-15 tahun lagi.
“Kita ingin menunjukkan, kita punya kemampuan untuk juga membangun ibu kota sesuai keinginan kita, sesuai desain kita, tetapi memang masih memerlukan waktu yang panjang. Ini belum selesai, jangan keliru, mungkin baru 20-an persen,” kata Jokowi, di Istana Garuda, IKN.
Jokowi menyebut pembangunan IKN tidak hanya membangun gedung-gedung pemerintahan, tetapi termasuk sejumlah fasilitas umum seperti properti, rumah sakit, sekolah, hingga hotel. Kemudian, titik-titik spot yang dibangun bukan hanya kawasan inti pemerintahan yang ada Istana Presiden dan Istana Wapres.
“Kemudian Kemenko, Kementerian, banyak yang masih belum dibangun. Tetapi di luar dari ini juga banyak kawasan-kawasan yang telah dibangun baik berupa hotel, universitas, rumah sakit,” katanya. (rel)






