SIANTAR, SENTERNEWS
Karena sempat mengalami pendarahan, gadis kecil berusia 6 tahun sebagai korban pemerkosaan atau kekerasan seksual orang dewasa, harus menjalani perawatan di RSUD Djasamen Saragih Kota Siantar.
Bahkan, Pemko Siantar melalui Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Siantar, Johannes Sihombing sudah menjenguk korban yang sudah ditangani dokter spesial obgyn dan dokter spesialis anak.
“Korban harus menjalani rawat inap. Korban berasal dari keluarga miskin. Bahkan, kedua orang tuanya sudah bercerai ,” jelas Johannes, Senin (20/5/2024).
Dijelaskan, setiap OPD jajaran Pemko Siantar saling bersinergi melengkapi pemenuhan berkas JKN BPJS Kesehatan korban. Dinas Sosial turut memberi perhatian dan Dinas Kesehatan mempersiapkan gizi serta asupan vitamin. Sedangkan Dinas Pendidikan Kota Siantar, mempersiapkan alat sekolah karena setelah pulih diharap dapat segera masuk sekolah.
Informasi yang dihimpun, keluarga korban mendatangi Polres Siantar untuk melaporkan kejadian , Kamis (16/5/2024). Karena ketiadaan biaya, visum baru dilakukan untuk melengkapi laporan resmi ke Polres Siantar, Senin (20/5/2024).
Hal itu dibenarkan Kasat Reskrim Polres Siantar, AKP Made Wira. Bahkan, pihaknya sedang mendalami kasus dimaksud dengan memeriksa saksi-saksi pelapor. Bahkan, identitas terduga pelaku sudah diketahui dan segera menindaklanjuti informasi tersebut.
Diketahui, peristiwa kekerasan seksual terhadap anak itu diketahui keluarga korban saat korban meringis kesakitan saat buang air kecil. Bahkan, saat diperiksa, mengeluarkan bercak darah.
Meski awalnya seperti takut, korban yang berhasil dibujuk keluarga akhirnya bercerita tentang kejadian yang dialaminya. Bahkan, terduga pelaku juga disebut secara lugu.
Sementara, kuasa hukum korban, Roberto Sagala kepada wartawan mengatakan bahwa terduga pelaku belum ditangkap. Karena menyangkut kasus kemanusiaan, Polisi diminta segera menangkap terduga pelaku.
“Harapan kita, kepolisian bisa segera menangkap pelaku. Ini kasus tidak biasa dan akan kita kawal sampai selesai,” kata Roberto Sagala. (In)






