Senter News
Selasa, 14 Juli 2026
No Result
View All Result
  • HEADLINE
  • SIANTAR-SIMALUNGUN
  • SUMUT
  • ANEKA RAGAM
  • NASIONAL
  • SEREMONIAL
  • VIDEOGRAM
  • PODCAST
  • HEADLINE
  • SIANTAR-SIMALUNGUN
  • SUMUT
  • ANEKA RAGAM
  • NASIONAL
  • SEREMONIAL
  • VIDEOGRAM
  • PODCAST
No Result
View All Result
Senter News
No Result
View All Result
  • HEADLINE
  • SIANTAR-SIMALUNGUN
  • SUMUT
  • ANEKA RAGAM
  • NASIONAL
  • SEREMONIAL
  • VIDEOGRAM
  • PODCAST
Home NEWS NASIONAL

Karut-Marut RKAB Diduga Jadi Pangkal Krisis Pasokan Batu Bara, DPP GPM Desak Polri Periksa Menteri ESDM

Penulis: Redaksi Senternews.com
13 Juli 2026 | 20:22 WIB
Rubrik: NASIONAL
Share on FacebookShare on WhatsappShare on Telegram

JAKARTA, SENTERNEWS

Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Kortas Tipikor) Polri didesak periksa Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia dan pihak lain terkait dugaan tindak pidana korupsi pengadaan batu bara di sejumlah Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU)

Pernyataan itu disampaikan, Eko sebagai Ketua Bidang ESDM Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Gerakan Pemuda Marhaenis (GPM). “Dugaan tindak pidana korupsi dalam pengadaan batu bara di sejumlah Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) itu terus menjadi perhatian publik,” ujarnya Senin (13/07/2026).

Dijelaskan,  terdapat sejumlah kondisi yang patut didalami penyidik karena diduga memiliki keterkaitan dengan memburuknya pasokan batu bara nasional.

Pertama, lebih dari 50 Izin Usaha Pertambangan (IUP) dilaporkan sempat dibekukan akibat belum memperoleh persetujuan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB). Sehingga Kondisi sejumlah perusahaan tidak dapat melakukan kegiatan produksi meski memiliki cadangan batu bara. Sehingga berpotensi memengaruhi pasokan bagi PLTU.

Kedua, persetujuan RKAB Tahun 2026 baru diterbitkan pada pertengahan kuartal pertama 2026. Padahal, dalam praktik normal, dokumen tersebut lazimnya telah diselesaikan sebelum memasuki tahun anggaran baru agar kegiatan produksi dapat berjalan sejak awal tahun.

Ketiga, perubahan kebijakan masa berlaku RKAB dari tiga tahun menjadi satu tahun dinilai meningkatkan ketidakpastian bagi pelaku usaha. Dengan kewajiban memperoleh persetujuan setiap tahun, keterlambatan penerbitan RKAB berpotensi menghentikan kegiatan produksi karena perusahaan tidak memiliki dasar hukum untuk melakukan penambangan.

Ke empat, DPP GPM  mencatat adanya informasi mengenai pemangkasan kuota produksi pada sejumlah perusahaan tambang hingga sekitar 25-40 persen.

“Apabila kondisi tersebut benar terjadi secara luas, itu  berpotensi menekan pasokan batu bara ke PLTU dan menyebabkan menurunnya Hari Operasi Pembangkit (HOP) hingga berada di kisaran 11-12 hari, jauh di bawah tingkat operasional yang selama ini dipandang lebih aman,” bebernya.

Kelima, DPP GPM memperkirakan kebutuhan batu bara PLN pada tahun ini mencapai sekitar 154 juta ton. Sementara pasokan yang tersedia diperkirakan hanya sekitar 134 juta ton. Sehingga, terdapat potensi defisit sekitar 20 juta ton yang menurut Sentinel perlu dijelaskan secara terbuka kepada masyarakat.

“Bagi kami, ini bukan lagi sekadar persoalan administrasi. Ketika keterlambatan persetujuan RKAB, pembekuan izin usaha pertambangan, dan pemangkasan kuota produksi diduga berkontribusi terhadap terganggunya pasokan batu bara nasional, maka persoalan tersebut telah berkembang menjadi isu ketahanan energi yang harus dipertanggungjawabkan secara transparan,” tegas Eko.

Apabila penyidikan hanya berhenti pada perusahaan atau pejabat teknis, sementara pengambil kebijakan tidak pernah dimintai keterangan, publik tentu akan mempertanyakan sejauh mana penyidikan dilakukan secara menyeluruh.

“Karena itu, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia patut dimintai keterangan guna memberikan penjelasan mengenai berbagai kebijakan strategis yang berada di bawah kewenangannya,” ujar Eko Ketua bidang ESDM DPP GPM

Selain itu, DPP GPM juga meminta penyidik memeriksa Direktur Jenderal Mineral dan Batubara, Tri Winarno, sebagai pejabat yang memiliki tugas menyelenggarakan perumusan, pelaksanaan, pembinaan, pengendalian, dan pengawasan kebijakan di sektor mineral dan batu bara.

DPP GPM menyatakan akan terus mengawal proses penyidikan agar berlangsung secara profesional, independen, transparan, dan bebas dari intervensi. Sehingga setiap pihak yang memiliki peran dalam rantai kebijakan maupun pelaksanaan dapat dimintai pertanggungjawaban sesuai ketentuan hukum yang berlaku. (Rel)

ShareSendShare

Berita Terkait

Imran Simanjuntak
NASIONAL

Gejolak Republik, Menggelitik: SDA Dikuasai Oligarki, Gerakan Terbelah dan Konflik Diproduksi Algoritma

19 Juni 2026 | 20:18 WIB

Penulis : Imran Simanjuntak Republik ini sedang berada dalam fase gejolak yang tidak sederhana. Di permukaan, kita melihat demonstrasi mahasiswa,...

Read moreDetails
Imran Simanjuntak
NASIONAL

Serangan Terhadap Budiman, Upaya  Memutus Ingatan Kolektif

17 Juni 2026 | 20:26 WIB

Penulis : Imran Simanjuntak MA (Dosen STAI SAMORA Pematangsiantar) Tulisan ini menganalisis serangan terhadap Budiman Sudjatmiko sebagai bagian dari strategi...

Read moreDetails
NASIONAL

DPP GARANSI dan AMPPUH Geruduk KPK Serahkan Bukti Dugaan Korupsi Eks Rumah Singgah Covid 19 

4 Juni 2026 | 18:37 WIB

JAKARTA, SENTERNEWS Massa  dari Dewan Pimpinan Pusat Gerakan Rakyat Anti Diskriminasi (DPP GARANSI) dan Aliansi Mahasiswa dan Pemuda Peduli Hukum...

Read moreDetails
Torop MH Sihombing dan Ferry Simarmata
NASIONAL

Gerak Nusantara : Hilirisasi dan Kemandirian Dimulai dari UMKM Sebagai Fondasi Pembangunan Ekonomi Yang Tepat

1 Juni 2026 | 15:34 WIB

“Tanpa reformasi struktural, UMKM hanya jadi slogan. Keadilan ekonomi dimulai dari perlindungan pelaku usaha rakyat” Gerak Nusantara, sebagai salah satu...

Read moreDetails
NASIONAL

Langsung Dipimpin  Presiden Prabowo, Polres Simalungun Sukseskan Panen Raya Jagung Serentak Kuartal II 2026  

16 Mei 2026 | 19:25 WIB

SIMALUNGUN,SENTERNEWS Polres Simalungun,  bersama seluruh pemangku kepentingan lintas sektor sukses  laksanakan Panen Raya Jagung Serentak Kuartal II Tahun 2026 di...

Read moreDetails
NASIONAL

Merawat Nalar Kritis di Tengah Krisis Demokrasi: Kelompok Cipayung Siantar Nobar Film “Pesta Babi”

7 Mei 2026 | 21:08 WIB

SIANTAR, SENTERNEWS Kelompok Cipayung Kota Pematangsiantar yang terdiri dari GMKI, GMNI dan  HMI gelar kegiatan nonton bareng (nobar) dan diskusi...

Read moreDetails

Berita Terbaru

NASIONAL

Karut-Marut RKAB Diduga Jadi Pangkal Krisis Pasokan Batu Bara, DPP GPM Desak Polri Periksa Menteri ESDM

13 Juli 2026 | 20:22 WIB
SEREMONIAL

Walikota Diwakili Sekda Buka Siantar Car Free Day

13 Juli 2026 | 20:15 WIB
SIANTAR-SIMALUNGUN

Kontingen Simalungun Raih Terbaik III di Jamdasu XI 2026

13 Juli 2026 | 18:50 WIB
ANEKA RAGAM

Pelaku Curat Rumah Lansia Dibekuk Sat Reskrim Polres Siantar   

13 Juli 2026 | 18:48 WIB
ANEKA RAGAM

Ada Apa Mayoritas Fraksi DPRD Siantar Tolak Bahas Laporan Keuangan Pemko?

13 Juli 2026 | 18:37 WIB
SIANTAR-SIMALUNGUN

Suami Lebih Dulu Masuk, IRT Pengedar Sabu Diamankan Polsek Bosar Maligas

12 Juli 2026 | 18:08 WIB
SIANTAR-SIMALUNGUN

Front Justice Soroti Lambannya Penanganan Laporan Dugaan Korupsi di Pemkab Simalungun

11 Juli 2026 | 15:56 WIB
SIANTAR-SIMALUNGUN

Bupati Simalungun: Pembangunan Daerah Dilaksanakan Secara Bertahap dan Terencana

11 Juli 2026 | 15:52 WIB
SIANTAR-SIMALUNGUN

Bupati Simalungun Tinjau Kondisi Bendungan Daerah Irigasi Bahilang

10 Juli 2026 | 13:33 WIB
ANEKA RAGAM

Kekuatan di Balik Kesabaran

9 Juli 2026 | 21:13 WIB
ANEKA RAGAM

Walikota Hadiri Seni dan Budaya Kota Siantar di PRSU 2026

9 Juli 2026 | 19:39 WIB
ANEKA RAGAM

DPRD Pematangsiantar Rapat Pimpinan Bahas Program Kerja Prioritas

9 Juli 2026 | 18:17 WIB

barak barak barak barak barak barak

  • Redaksi
  • Pedoman
  • Terms
  • Policy
  • Visi & Misi

© 2024 Senternews.com

rotasi barak berita hari ini danau toba sinata

No Result
View All Result
  • HEADLINE
  • SIANTAR-SIMALUNGUN
  • SUMUT
  • ANEKA RAGAM
  • NASIONAL
  • SEREMONIAL
  • VIDEOGRAM
  • PODCAST

© 2024 Senternews.com

rotasi barak berita hari ini danau toba sinata