SIANTAR, SENTERNEWS
Diiringi rasa duka yang mendalam, Keluarga Besar PAC Pemuda Pancasila Kecamatan Siantar Barat, turut mengantarkan jenazah, almarhum Febriardi Siregar, orang tua dari Khalid Siregar, salah seorang pengurus PAC Pemuda Pancasila Siantar Barat ke pemakaman umum, Sabtu (30/9/2023).
Sebelumnya, Ketua PAC Pemuda Pancasila Siantar Barat, Andika Prayogi Sinaga SE dan pengurus, rekan juang Pemuda Pancasila Siantar Barat termasuk Pengurus Ranting, lebih dulu melayat ke rumah duka di Jalan Menambin, Kelurahan Timbang Galung, Kecamatan Siantar Barat.
Setelah dimandikan dan dikafani, jenazah diusung menuju Masjid Raya, Kelurahan Timbang Galung, Kecamatan Siantar Barat untuk disholatkan usai Sholat Zuhur. Kemudian, para rekan juang Pemuda Pancasila mengusung dan mengiringi jenazah menuju ke Pemakaman Umum Muslim di Jalan Pane, Kota Siantar.
Di sela-sela suasana duka tersebut, Andika Prayogi Sinaga SE sebagai Ketua PAC Pemuda Pancasila Siantar Barat, turut mengucapkan rasa belasungkawa dan memberi kata penghibur kepada Khalid Siregar yang orang tuanya telah meninggal dunia.

“Semoga almarhum ayahanda dari pengurus PAC Pemuda Pancasila Siantar Barat ini diterima di sisi Allah SWT dengan sebaik-baiknya dan keluarga yang ditinggalkan selalu tabah dan tawaqal menghadapi musibah ini,” kata Andika Prayogi Sinaga.
Kemudian, kepada keluarga bessar Pemuda Pancasila khususnya PAC Pemuda Pancasila Siantar Barat dan seluruh Pimpinan Ranting serta para rekan juang lainnya diharap turut memberi semangat kepada rekan juang yang ditimpa kemalangan tersbut.
“Terimakasih kepada seluruh rekan juang atas peran serta dan partisipasinya dalam rangka pelaksanaan fardukifayah sampai ke pemakaman. Hanya Alllah SWT yang dapat membalasnya,” kata Andika yang juga dikenal sebagai anggota DPRD Siantar dari Fraksi Partai Hanura itu.
Lebih lanjut dikatakan, kehadiran keluarga Besar Pemuda Pancasila Siantar Barat saat ada keluarga pengurus maupun anggota masyarakat yang meninggal dunia, bukan hanya sekedar kegiatan rutinitas saja.

Lebih dari itu, selain memberi perhatian mendalam sebagai ucapan turut berduka cita, juga melakukan penjagaan atau pengamanan saat mengusung jenazah ke pemakaman yang harus melintasi jalan umum.
“Bukan hanya dalam keadaan duka, dalam suasana suka seperti pesta atau penghelatan perkawinan atau perayaan keagamaan lainnya, kita selalu intruksikan agar turut berperan aktif. Tanpa memandang suku dan agama maupun status sosial,” katanya mengakhiri. (Ab)






