SIANTAR, SENTERNEWS
Dengan mengusung tema “Mengokohkan Kepemimpinan Pelajar Al-Washliyah Menuju Pematangsiantar yang Cerdas, Sehat, Kreatif, dan Selaras”, Ikatan Pelajar Al-Washliyah (IPA) gelar Musyawarah Daerah (Musyda) XIII Pimpinan Daerah (PD) IPA Kota Siantar, Kamis (21/05/2026).
Walikota Siantar Wesly Silalahi yang turut menghadiri Musyda di Gedung Serbaguna Pemko Siantar melalui sambutannya mengatakan, selama ini, PD IPA Kota Siantar terus aktif membina generasi muda melalui kegiatan positif, edukatif, dan nilai-nilai ke-Islaman.
“Pemerintah Kota tentu mendukung keterlibatan generasi muda dalam pembangunan daerah, terutama dalam bidang Pendidikan sosial, keagamaan, dan penguatan karakter,” kata Wesly yang turut hadir bersama Ketua TP PKK Ny Liswati Wesly Silalahi.
Kemudian, ditegaskan, Muysda bukan sekadar agenda organisasi. Tetapi juga menjadi momentum penting untuk melahirkan gagasan, program kerja, dan kepemimpinan baru yang mampu membawa organisasi semakin maju dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
Wesly berharap IPA dapat terus menjadi wadah pembinaan generasi muda yang berakhlak mulia, memiliki wawasan kebangsaan, serta mampu menjadi pelopor persatuan dan toleransi di tengah masyarakat.
Ketua PD Al-Alwashliyah Kota Siantar Muhammad Ishak Hutasuhut mengharapkan Musyda menjadi momentum bagi kalangan pelajar untuk bergerak dan berpikir ke arah positif. Antar lain menjauhi perbuatan asusila, narkoba, dan lainnya.
“Pemuda pemudi harus berpikir maju ke depan. IPA adalah wadah yang bergerak ke depan. Organisasi di bawah Al-Washliyah harus berpikir untuk Al-Washliyah, dan berguna untuk masyarakat serta lingkungan. Termasuk untuk kondusivitas kota kita,” sebut Ishak.
Sementara, Ketua KNPI hasil Musda KNPI Pematangsiantar ke XIV, Arif Harahap SEI menegaskan, kehadiran Wesly di acara Musyda IPA bukan sekadar seremoni. Namun merupakan simbol Pemko Siantar menempatkan pemuda sebagai mitra strategis.
“Kiprah IPA tidak diragukan di Kota Pematangsiantar. Karena sudah terbukti menjadi laboratorium kader terbaik Al Washliyah. IPA tetap menjaga nilai moral, spiritual, dan ke-Islaman. Juga sebagai agent of change yang dituntut kreatif dan adaptif di era digital saat ini,” tandasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Arif memohon kepada Wesly agar mengajak pemda dalam menentukan kebijakan di Kota Pematangsiantar.
Ketua PD IPA Kota Pematangsiantar Ahmad Nurdin SH didampingi Sekretaris Fizar MI Hutasoit dan Bendahara Afidah A Nurfahriza melalui sambutannya mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang mendukung kesuksesan Musyda.
“Hari ini kita bermusyda di Gedung Serbaguna atas dukungan Pemko Pematangsiantar. Terima kasih kepada seluruh pihak,” sebutnya.
Sementara, Ketua Pimpinan Wilayah (IPA) Provinsi Sumatera Utara (Sumut) Ahmad Irham Tajhi menekankan, generasi muda harus memiliki adab. Jika tidak ada adab, cita-cita Indonesia Emas 2045 dikatakan akan sia-sia.
“Saya tidak mau IPA hancur oleh pemikiran-pemikiran yang tidak baik!” tegasnya.
Sebelumnya, Ketua Panitia Musyda Muhammad Arif Ibrahim dalam laporannya mengatakan, peserta yang sudah mendaftar ada tiga orang.
Turut hadir, mewakili Forkopimda, anggota DPRD Sumut Dr H Hefriansyah, Penasehat KNPI Pematangsiantar Ilal Mahdi Nasution SHI, dan lainnya. (In)






