Senter News
Sabtu, 23 Mei 2026
No Result
View All Result
  • HEADLINE
  • SIANTAR-SIMALUNGUN
  • SUMUT
  • ANEKA RAGAM
  • NASIONAL
  • SEREMONIAL
  • VIDEOGRAM
  • PODCAST
  • HEADLINE
  • SIANTAR-SIMALUNGUN
  • SUMUT
  • ANEKA RAGAM
  • NASIONAL
  • SEREMONIAL
  • VIDEOGRAM
  • PODCAST
No Result
View All Result
Senter News
No Result
View All Result
  • HEADLINE
  • SIANTAR-SIMALUNGUN
  • SUMUT
  • ANEKA RAGAM
  • NASIONAL
  • SEREMONIAL
  • VIDEOGRAM
  • PODCAST
Home NEWS ANEKA RAGAM
Samsuddin Siregar M PdI

Samsuddin Siregar M PdI

Dari IPNU ke Pesantren: Jejak Panjang Tuan Guru Bah Joga Menjaga Api NU dari Akar Rumput

Penulis: Redaksi Senternews.com
22 Mei 2026 | 07:44 WIB
Rubrik: ANEKA RAGAM
Share on FacebookShare on WhatsappShare on Telegram

Oleh: Samsuddin Siregar M PdI

Di tengah dinamika kepemimpinan organisasi, masyarakat sering hanya melihat seseorang  saat menjelang kontestasi. Publik menyaksikan figur ketika mulai muncul di ruang-ruang pertemuan, ketika namanya mulai disebut-sebut, atau ketika ia mulai diposisikan sebagai bagian dari peta persaingan.

Padahal ada perjalanan panjang yang sering luput dari perhatian. Ada proses yang tidak dibangun dalam hitungan bulan, tetapi dalam hitungan puluhan tahun. Ada pengabdian yang tidak selalu terekam dalam berita, tetapi hidup dalam ingatan orang-orang yang pernah berjalan bersama.

Demikian pula ketika nama KH Erayadi  M Pd atau yang lebih dikenal masyarakat sebagai Tuan Guru Bah Joga (Syekh Karimudin), mulai diperbincangkan di kalangan warga nahdliyin.

Sebagian orang mungkin mengenalnya sebagai pimpinan Pesantren Darul Hikmah Bah Joga. Sebagian mengenalnya sebagai dosen, dan sebagian lainnya mengenalnya sebagai tokoh yang dekat dengan masyarakat.

Namun sesungguhnya perjalanan itu dimulai jauh sebelum nama tersebut menjadi pembicaraan banyak kalangan. Perjalanan itu bermula dari lorong-lorong kaderisasi. Perjalanan itu tumbuh dari semangat seorang kader muda yang memilih bekerja, bukan sekadar tampil. Perjalanan itu lahir dari Nahdlatul Ulama  (NU) akar rumput.

Mengawali Langkah dari IPNU: Tahun-Tahun Pengabdian yang Sunyi

Tahun 2002 bukan sekadar angka dalam perjalanan organisasi. Bagi KH. Erayadi, masa itu menjadi salah satu titik awal yang membentuk jalan panjang pengabdiannya di lingkungan NU.

Pada masa tersebut, beliau dipercaya sebagai Sekretaris Pengurus IPNU Simalungun, ketika kepemimpinan PC NU Simalungun berada di bawah ayahanda Ahmad Fauzi Sagala.

Posisi sekretaris bagi sebagian orang mungkin hanya tampak sebagai jabatan administratif. Namun mereka yang pernah tumbuh di organisasi memahami bahwa sekretaris sering kali menjadi jantung pergerakan.

Di sanalah proses belajar dimulai. Di sanalah seorang kader belajar mengatur ritme organisasi. Di sanalah seseorang belajar memahami bagaimana sebuah gerakan dibangun. bukan dengan sorotan. Tetapi dengan kerja. Di masa itu, berbagai aktivitas kaderisasi menjadi bagian dari perjalanan yang dijalani.

Mulai dari kegiatan pengkaderan IPNU tingkat wilayah Sumatera Utara di Medan, pelatihan kepemimpinan, hingga proses pembentukan CBP (Corps Brigade Pembangunan) di tubuh IPNU.

Bagi generasi NU, kaderisasi bukan sekadar pelatihan formal. Beliau merupakan ruang pembentukan karakter, tempat menempa mental. Beliau  menjadi sekolah kehidupan.

Tidak berhenti di sana, keterlibatan dalam kegiatan seni Generasi Muda NU di gedung MUI Jalan Asahan Kabupaten Simalungun juga menjadi bagian dari perjalanan tersebut.

Sebab NU sejak awal tidak hanya membangun aspek keagamaan semata. Tetapi juga membangun kebudayaan. NU tumbuh melalui dakwah. NU tumbuh melalui pendidikan. NU tumbuh melalui budaya. Dan kader-kadernya tumbuh melalui ruang-ruang kecil seperti itu.

Menjadi Kader yang Bergerak, Bukan Menunggu

Perjalanan kader sejati sering kali tidak selalu berjalan pada jalan yang lurus. Ada masa ketika seseorang berada dalam struktur. Ada masa ketika ia bekerja di luar struktur. Tetapi semangat pengabdian tidak pernah berhenti.

Setelah berbagai proses kaderisasi tersebut, KH. Erayadi juga turut mendorong kepemimpinan ayahanda Ahmad Rifa’i Damanik sebagai Ketua PC NU Simalungun. Namun yang menarik, perjalanan berikutnya tidak semata bergerak melalui jalur struktural.

Beliau justru memilih membangun NU melalui jalur kultural. Pilihan itu mungkin tampak sunyi. Tetapi sering kali justru jalan-jalan sunyi itulah yang meninggalkan jejak panjang. Karena membangun organisasi tidak selalu harus melalui kursi kepengurusan.

Kadang-kadang organisasi dibangun melalui sekolah. Kadang-kadang melalui pesantren. Kadang-kadang melalui pendidikan masyarakat. Dan kadang-kadang melalui pengabdian yang nyaris tidak terlihat.

Ketika Banyak Orang Mengejar Jabatan, Beliau Memilih Membangun Pesantren

Tahun 2009 menjadi salah satu fase penting dalam perjalanan hidupnya.

Di tengah kesibukan membangun Pesantren Darul Hikmah di Bah Joga Kabupaten Simalungun,beliau justru memilih jalan yang tidak mudah. Pesantren tersebut dibangun secara swadaya. Membangun pesantren bukan pekerjaan sederhana, bukan sekadar mendirikan bangunan dan bukan sekadar menyediakan ruang belajar.

Pesantren berarti membangun manusia. Pesantren berarti menyiapkan generasi. Pesantren berarti menanam pohon yang hasilnya mungkin baru dipetik bertahun-tahun kemudian.

Di zaman ketika banyak orang mencari pekerjaan yang mapan dan nyaman, membangun pesantren secara mandiri tentu bukan pilihan yang ringan. Ada keterbatasan. Ada tantangan. Ada berbagai persoalan yang harus dihadapi. Tetapi bagi orang-orang yang memiliki keyakinan besar, keterbatasan sering kali tidak menjadi alasan untuk berhenti.

Dan, mungkin karena itulah masyarakat Bah Joga kemudian mengenalnya bukan sekadar sebagai pimpinan pesantren. Tetapi juga sebagai Tuan Guru Bah Joga. Karena gelar yang diberikan masyarakat biasanya lahir bukan dari jabatan. Melainkan dari penerimaan.

Menjadi Dosen, tetapi Tidak Meninggalkan Akar

Pada tahun yang sama, di tengah proses pembangunan pesantren, kesempatan lain datang. KH Erayadi memperoleh amanah menjadi dosen di STAI SAMORA Pematangsiantar.

Bagi sebagian orang, menjadi akademisi mungkin dapat menjadi alasan untuk mengambil jarak dari aktivitas sosial. Namun yang terjadi justru sebaliknya.

Aktivitas akademik tidak membuatnya meninggalkan akar pengabdiannya. Beliau kembali aktif dalam NU struktural melalui PC NU Kota Pematangsiantar. Perjalanan ini menarik karena menunjukkan bahwa dunia pendidikan, dunia pesantren, dan dunia organisasi tidak berjalan sendiri-sendiri.

Ketiganya saling bertemu. Ketiganya saling menguatkan. Dan ketiganya menjadi ruang pengabdian yang berjalan bersamaan.

Bersama Almarhum H.M. Nuh Nasution: Menjaga Tradisi Pengabdian

Dalam perjalanan organisasi, seseorang tidak pernah berjalan sendiri. Ada guru. Ada sahabat. Ada senior. Ada orang-orang yang menjadi tempat belajar.

Dalam perjalanan di NU Kota Pematangsiantar, salah satu sosok yang memiliki kedekatan perjalanan dengannya ialah almarhum Drs HM Nuh Nasution M Pd. Kebersamaan itu terus berlanjut dari satu periode kepengurusan ke periode berikutnya. Hingga kemudian namanya tercatat sebagai Wakil Rois PC NU Kota Pematangsiantar.

Jabatan itu mungkin penting. Tetapi yang lebih penting ialah proses panjang yang mengantarkan seseorang sampai pada posisi tersebut. Karena jabatan dapat diberikan dalam satu hari. Tetapi kepercayaan biasanya dibangun bertahun-tahun.

Mengapa Akar Rumput Menjadi Kekuatan?

Barangkali ada yang bertanya: Mengapa figur seperti KH Erayadi sering dikaitkan dengan akar rumput? Jawabannya mungkin sederhana. Karena akar rumput mengenal perjalanan. Mereka melihat proses. Mereka melihat bagaimana seseorang tumbuh. Mereka melihat siapa yang hadir ketika masyarakat membutuhkan. Mereka melihat siapa yang berjalan bersama mereka.

Dan kedekatan seperti itu tidak dapat dibangun secara instan. Di banyak tempat, akar rumput bukan sekadar kelompok pendukung. Mereka adalah memori sosial. Mereka mengingat siapa yang hadir. Mereka mengingat siapa yang bekerja. Dan mereka mengingat siapa yang tetap bersama masyarakat ketika tidak ada sorotan.

Ikhtiar untuk Memberi Manfaat

Di penghujung perjalanan panjang itu, ada satu hal yang tampaknya selalu menjadi pegangan. Bahwa hidup bukan semata tentang posisi. Bukan semata tentang jabatan.  Tetapi tentang manfaat. Sebagaimana hadis Rasulullah SAW: “Sebaik-baik manusia adalah yang paling banyak memberikan manfaat bagi manusia lainnya.”.

Barangkali kalimat itu bukan sekadar kutipan. Barangkali kalimat itu pula yang selama ini menjadi jalan hidupnya. Karena pada akhirnya, perjalanan seseorang tidak diukur dari berapa banyak jabatan yang pernah diduduki. Tetapi dari seberapa besar manfaat yang ditinggalkan.

Dan, mungkin itulah sebabnya, ketika nama Tuan Guru Bah Joga mulai diperbincangkan banyak orang, yang sesungguhnya berbicara bukan hanya tentang seorang figur. Yang berbicara adalah perjalanan panjang. Yang berbicara adalah pengabdian. Yang berbicara adalah jejak seorang kader yang tumbuh dari bawah.

Dan sejarah sering kali menunjukkan: pohon yang akarnya paling dalam biasanya lebih kuat menghadapi badai. (Penulis:  Dosen STAI Samora/Mahasiswa  S3  PPs Islamic Studies UIN Walisongso Semarang)

ShareSendShare

Berita Terkait

ANEKA RAGAM

Di Masa Walikota Siantar Wesly Silalahi, Indeks Reformasi Birokrasi Meningkat

23 Mei 2026 | 10:18 WIB

SIANTAR, SENTERNEWS Indeks Reformasi Birokrasi (RB) Kota Siantar Tahun 2025 meningkat dibandingkan Indeks RB Tahun 2024 yang berada di angka...

Read moreDetails
Majelis Rakyat Menggugat (Oposisi Sipil)
ANEKA RAGAM

Gagal RDP, Aliansi Rakyat Berdaulat Kecewa kepada DPRD Siantar

22 Mei 2026 | 17:49 WIB

SIANTAR, SENTERNEWS Aliansi Rakyat Berdaulat (Oposisi Sipil) yang terdiri dari HMI dan GMNI Siantar, mengaku kecewa kepada DPRD Siantar. Pasalnya,...

Read moreDetails
ANEKA RAGAM

Simpan Ganja 7,17 Kg, Pemilik  Vespa Antik Ditangkap

22 Mei 2026 | 10:59 WIB

SIANTAR, SENTERNEWS Seorang pria pemilik Vespa antik berinisial PPS (30) ditangkap personel Sat Narkoba Polres Siantar karena  menyimpan ganja kering...

Read moreDetails
ANEKA RAGAM

Kejari Siantar Musnahkan Barang Bukti Perkara Tindak Pidana & Dihadiri Walikota

21 Mei 2026 | 22:27 WIB

SIANTAR, SENTERNEWS Pemusnahan barang bukti dari puluhan perkara tindak pidana yang berkekuatan telah hukum tetap (inkracht) di halaman Kejaksaaan Negeri...

Read moreDetails
Aliansi Mahasiswa dan Rakyat Menggugat
ANEKA RAGAM

Tanpa Dihadiri Sekda dan DPRD Siantar, Aliansi Mahasiswa dan Rakyat Menggugat Tolak RDP

21 Mei 2026 | 18:44 WIB

SIANTAR, SENTERNEWS Karena tidak dihadiri Sekda Pemko Siantar, Junaedi Sitanggang dan DPRD Siantar, Aliansi Mahasiswa dan Rakyat Menggugat menolak Rapat...

Read moreDetails
Pelapor di Polres Siantar
ANEKA RAGAM

Mengaku Dirantai dan Disiram Air Kotor, Pasien Rehab di Siantar Melapor ke Polisi

21 Mei 2026 | 12:01 WIB

SIANTAR,SENTERNEWS Karena mengaku mendapat perlakukan tidak manusiawi,  seorang pasien rehabilitasi napza di salah satu panti rehabilitasi di Kecamatan Siantar Martoba,...

Read moreDetails

Berita Terbaru

SIANTAR-SIMALUNGUN

Pemkab Simalungun Perkuat Sinergi Sambut Perayaan Hari Raya Idul Adha 1447 H

23 Mei 2026 | 22:15 WIB
SIANTAR-SIMALUNGUN

Penggerebekan Gubuk di Tanah Jawa, 5 Pemilik 99,74 Gram Sabu Diringkus Polres Simalungun

23 Mei 2026 | 22:03 WIB
ANEKA RAGAM

Di Masa Walikota Siantar Wesly Silalahi, Indeks Reformasi Birokrasi Meningkat

23 Mei 2026 | 10:18 WIB
SIANTAR-SIMALUNGUN

Ketua Tim Pembina Posyandu Kabupaten Simalungun: Posyandu Sudah Bertransformasi Pelayanan 6 Siklus Hidup

23 Mei 2026 | 10:13 WIB
SUMUT

Ketua DPD GMNI Sumut Michael Situmeang Apresiasi Ketegasan Gubsu Bobby Nasution Tolak Proyek Mark Up

22 Mei 2026 | 18:07 WIB
ANEKA RAGAM

Gagal RDP, Aliansi Rakyat Berdaulat Kecewa kepada DPRD Siantar

22 Mei 2026 | 17:49 WIB
ANEKA RAGAM

Simpan Ganja 7,17 Kg, Pemilik  Vespa Antik Ditangkap

22 Mei 2026 | 10:59 WIB
SIANTAR-SIMALUNGUN

Polsek Bandar Huluan Razia THM dan Patroli Blue Light Tengah Malam  

22 Mei 2026 | 08:11 WIB
ANEKA RAGAM

Dari IPNU ke Pesantren: Jejak Panjang Tuan Guru Bah Joga Menjaga Api NU dari Akar Rumput

22 Mei 2026 | 07:44 WIB
ANEKA RAGAM

Kejari Siantar Musnahkan Barang Bukti Perkara Tindak Pidana & Dihadiri Walikota

21 Mei 2026 | 22:27 WIB
SEREMONIAL

Musyda XIII PD IPA Kota Siantar Dihadiri Walikota 

21 Mei 2026 | 19:37 WIB
SUMUT

DPD KNPI Sumut Tunggu Nama Kepengurusan Baru KNPI Siantar 2026-2029

21 Mei 2026 | 19:06 WIB

barak barak barak barak barak barak

  • Redaksi
  • Pedoman
  • Terms
  • Policy
  • Visi & Misi

© 2024 Senternews.com

rotasi barak berita hari ini danau toba sinata

No Result
View All Result
  • HEADLINE
  • SIANTAR-SIMALUNGUN
  • SUMUT
  • ANEKA RAGAM
  • NASIONAL
  • SEREMONIAL
  • VIDEOGRAM
  • PODCAST

© 2024 Senternews.com

rotasi barak berita hari ini danau toba sinata