SIANTAR NEWS JAM 11.00 WIB
Aksi balap liar yang pelakunya diduga bagian geng motor tentu sangat meresahkan masyarakat kota Siantar. Namun, untuk mencegahnya, diharap tidak saja melalui penegakan hukum semata. Tetapi perlu alternatif pendukung seperti menggelar kejuaraan balap resmi.
Pernyataan itu disampaikan, Ketua Komisi I DPRD Siantar, Andika Prayogi Sinaga mengamati dinamika yang berkembang di kalangan remaja dan anak muda kota Siantar saat ini. Terutama terkait aksi geng motor dan begal yang sedang menyita perhatian berbagai pihak.
“Kalau sudah memakan korban dan membuat Siantar tidak aman, geng motor harus diberi sanksi tegas. Tapi, dengan adanya kejuaraan balap resmi, para pemuda itu punya wadah menyalurkan bakat,” kata Andika Prayogi, Jumat (31/5/2024).
Saat minat anak muda itu mengikuti kejuaraan balap resmi dengan membawa club masing-masing, tentu dapat didata dan dipantau untuk dibina ke arah yang positif. Bahkan, kalau tetap ada aksi balap liar atau geng motor, melacaknya juga tidak sulit karena dapat langsung melibatkan para pembalap yang sudah didata.
Andika Prayogi yang juga dikenal sebagai Ketua Pemuda Pancasila Siantar Barat itu mengatakan, masa muda memang masa yang mudah terpengaruh dengan hal negatif dari sesamanya. Sehingga, tidak perduli harus menyerempet bahaya.
“Kalau ada wadah penyaluran bakat untuk aksi balap secara resmi, tingkat kejahatan jalanan yang dilakukan anak muda tentu dapat ditekan. Jadi, pendekatan kepada anak muda memang perlu dengan cara lebih lembut,” kata Andika Prayogi.
Terkait dengan siapa yang menggelar kejuaraan balap resmi misalnya road course atau balap jalanan, tidak jadi masalah asal dilaksanakan dengan baik dan profesional. Bisa saja pihak TNI, Polres Siantar atau Pemko Siantar dan melibatkan organisasi kepemudaan dan lainnya.
Kejuaraan balap itu menurut Andika Prayogi bukan saja dapat menghindari kaum muda terlibat geng motor, juga sebagai wadah mencari bibit-bibit potensial ke tingkat regional atau masional. Lebih dari itu, menjadi tontotan atau hiburan bagi warga Kota Siantar.
“Khusus kepada Pemko Siantar melalui Walikota, saatnya melakukan aksi lebih nyata. Tidak hanya sekedar mengikuti acara serimonial atau melakukan kegiatan yang tidak bersentuhan langsung dengan masyarakat. Khususnya untuk kaum muda,” kata Andika Prayogi mengakhiri. (In)






