SIANTAR, SENTEtNEWS
Memasuki H +4 Tahun Baru 2024, Kamis (4/1/2024), arus balik dari Kota Siantar menuju Medan dan beberapa kota lainnya mengalami peningkatan. Terbukti, sejumlah stasiun bus dan taksi antar kota termasuk angkutan kereta api tampak ramai.
Pantauan di sejumlah stasiun bus seperti Eldipo dan Intra di sekitar Jalan Pattimura dan Jalan Pantoan, belakang Ramayana Plaza, penumpang begitu ramai dan padat. Demikian juga di Jalan Sisingamangaraja sekitar eks Terminal Sukadame. Namun, untuk mengangku penumpang tidak sedikit mobil pribadi. Baik menuju Medan maupun menuju Tapanuli.
Kemudian, taksi Paradep di Jalan Sutomo dan Nice di Jalan Thamrin dan Tiomas Trans di A Yani, penumpang harus membeli tiket beberapa jam sebelum berangkat. Bahkan, ada yang membeli tiket sehari sebelumnya melalui online.
Sedangkan khusus Kereta Api Siantar Medan yang berangkat dua trip mulai jam 06.40 Wib dan Jam 15.30 Wib, tidak ada lagi tiket untuk duduk kecuali berdiri. Demikian juga tiket, Kamis (4/1/2024). Hal itu dapat dilihat dari pesanan tiket melalui online.
Pantauan di stasiun bus Eldipo dan Intra, penumpang perorangan maupun yang membawa keluarga rela menunggu sampai tiga bahkan empat jam. Sehingga, tumpukan penumpang tidak terhindarkan.
“Saya sudah lebih satu jam menunggu bus untuk berangkat. Penumpang memang jauh lebih ramai dari hari biasa. Apalagi banyak mahasiswa yang sudah mulai masuk kuliah,” ujar Mery salah seorang penumpang yang mengaku harus sabar menunggu bus bersama temannya.
Bahkan, Mery yang mengaku mahasiswa salah satu perguruan tinggi swasta kota Medan itu mengaku enggan menumpang taksi karena harganya bisa dua kali lipat dibanding bus. “Sudah biasa naik bus kelas ekonomi seperti ini,” ujarnya.
Salah seorang awak bus bermarga Sinaga mengatakan, penumpukan penumpang terjadi karena penumpang memang padat dan harus menunggu bus yang datang dari Medan. “Walaupun bus berangkat satu setengah jam sekali, penumpang tidak bisa diangkut semua,” ujarnya.
Berbeda dengan mobil pribadi yang menunggu penumpang di sekitar eks Terminal Sukadame yang mematok harga tanpa tiket Rp 50 ribu. Bahkan ada yang malah Rp 60 ribu per orang menuju Medan.
Penumpang yang menggunakan jasa mobil pribadi itu memang tidak terlalu ramai karena harganya tergolong mahal. Bahkan, saat awak media ini menyamar ingin jadi penumpang malah ditawarkan ongkos Rp 55 ribu per orang ke Medan.
“Mobil terbatas, kalau mau Rp 55 ribu aja ke Medan,” kata salah seorang agen menawarkan bus jenis Kijang Inova yang menunggu penumpang tak jauh dari stasiun Intra.
Sementara, pantauan media ini di areal perkotaan seperti Jalan Sutomo dan Jalan Merdeka, terjadi peningkatan kenderaan yang didominasi mobil pribadi. Bahkan, di lokasi-lokasi tertentu mulai dari depan RSUD Djasamen Saragih sampai melewati Suzuya, kenderaan harus bergerak pelan.
Bahkan, di depan Toko Roti Ganda malah sempat macet akibat mobil yang parkir sampai tiga lapis. Sementara, petugas di lapangan harus ekstra keras engatur mobil pribadi yang penumpangnya turun dari mobil untuk membeli tori sebagai oleh-oleh.
Seperti disampaikan personel Polisi dari Polres Siantar yang berjaga-jaga di depan Pos Pam depan Deli Jalan Sutomo. “Kenderan didominasi mobil pribadi. Tapi, walaupun padat, masih tetap lancar,” katanya.(In)






