SIANTAR, SENTERNEWS
Ketika Freddy Alex Damanik tiba di lokasi deklarasi bakal calon (Bacalon) Walikota Siantar, persisnya di Pamatang, Kelurahan Simalungun, Kecamatan Siantar Selatan, Kota Siantar, masyarakat dari berbagai kalangan yang hadir mengatakan,” Agak Laen Bah!!!”, Jumat (21/6/2024).
Dikatakan “agak laen” karena Freddy Alex Damanik dinilai berbeda dengan Bacalon lain yang sudah bermunculan untuk maju pada Pilkada 2024. Apalagi, merupakan Bacalon pertama yang berani melakukan deklarasi.
“Mengapa saya deklarasi di Pamatang ini? Dari Pamatang inilah Raja Sang Nauluh Damanik mulai memimpin Siantar,” ujar Freddy Alex Damanik melalui sambutannya yang juga membaca take line baliho di samping pentas bertuliskan “Agak laen Bah!!!”.
Freddy berterimakasih kepada masyarakat yang hadir. Terutama kepada masyarakat Pamatang yang menyediakan lokasi deklarasi. Namun, sebelum ke Siantar, lebih dulu bersilaturahmi dengan Keturunan Raja Sang Naualuh Damanik yang saat ini bermukim di Jakarta.
“Saya diberi nasehat dan mendapat restu untuk melakukan deklarasi. Jadi, saya datang dengan niat tulus dan bagus untuk membangun Siantar cemerlang,” tuturnya yang juga mengatakan ingin melanjutkan perjuangan dan falsafah Sang Nauluh Damanik.
“Take line agak lain dengan warna pink, jelas memberi kesan beda dengan Bacon lain. Bukan karena milenial, tapi saat jadi Walikota, tidak sepeserpun saya memakai APBD untuk kepentingan keluarga. Silahkan diawasi,” ujarnya lagi.
Lebih dari itu, sebagai Wakil Ketua Umum Projo yang tidak suka dengan janji-janji, sudah diperintahkan untuk menemui masyarakat. Bahkan, siap membawa program Prabowo Gibran sebagai Presiden dan Wakil Presiden RI terpilih sampai ke Siantar.
Meski di Kota Siantar belum begitu dikenal, masyarakat diminta melihat jejak digitalnya. Kalau soal visi dan misi akan disampaikan pada waktu yang tepat. “Mohon doa restu dan dukungan untuk maju jadi calon Walikota,” ujarnya.
Sebelumnya, sejumlah tokoh masyarakat menyatakan dukungan. Seperti yang disampaikan tokoh masyarakat Sariaman Sinaga dan Edi Sinaga dari UPAS. Karena ingin memimpin Kota Siantar dengan ikhlas, tentu harus didukung.
Apalagi Freddy bukan pendatang. Tetapi asli asal Kota Siantar. “Kalau ada keturunan Damanik ingin maju mari bersatu mendukung. Mari kita deklarasikan di hati masing-masing,” kata Edi Sinaga.
Pada kesempatan itu, sejumlah tokoh dan warga Pamatang menyugukan penganan khas Simalungun “Dayok Nabinatur” kepada Freddy Alex Damanik. Sekaligus memberi nasehat dan petuah agar dapat meraih keinginan memimpin kota Siantar.
Usai deklarasi yang dihadiri sekira 500-an masyarakat, Freddy dengan senang hati menemui sejumlah jurnalis untuk diwawancarai. “Pada dasarnya saya siap maju menjadi Walikota. Soal siapa yang menjadi pendamping, sudah ada beberapa nama,” katanya yang juga menuturkan, soal “kapal” sudah tersedia dan sudah dikoordinasikan kepada sejumlah pimpinan partai di tingkat pusat. (In)






