SIMALUNGUN, SENTERNEWS
Terkait dua supir angkutan umum yang berantam karena berebut penumpang di Jalan Asahan menuju Jalan H. Ulakma Sinaga, Kabupaten Simalungun dan viral melalui media, menjadi perhatian Kapolsek Bangun, AKP Esron Siahaan.
“Insiden itu merupakan dugaan penganiayaan yang melibatkan dua supir perusahaan transportasi GMSS. Kejadiannya, Kamis (8/8/3024) sore, sekitar pukul 16.45 WIB, “ujar Kapolsek, Jumat (9/8/2024).
Dijelaskan, awalnya, Samuel Nainggolan (30), warga Jalan Bahagia Bawah, Kelurahan Asuhan, Kecamatan Siantar Timur, Kota Siantar yang melintas di Jalan Asahan, melihat abangnya, Donny Fernandes Nainggolan (34), sopir GMSS,, bertengkaran dengan Iwan Siregar (35) yang juga sopir GMSS, Nagori Pamatang Simalungun, Kecamatan Siantar, Kabupaten Simalungun.
Pertengkaran itu memanas apalagi Iwan tampak memegang pisau sabit. Melihat kondisi kakaknya dalam bahaya, Samuel langsung mendekati Iwan dan menanyakan kepada abangnya Donny tentang apa yang terjadi.
Donny pun menjelaskan bahwa ia sedang bertengkar dengan Iwan. Namun, ketika ingin meredakan situasi, Iwan malah mengancam Samuel dengan berkata, “Kau pun kubacok,” sembari mengayunkan pisau sabit ke arahnya.
Samuel berhasil menghindar bahkan mendorong Iwan sampai terjatuh. Namun, situasi kembali memanas ketika Iwan mengambil kunci roda dan memukul kepala Samuel sampai luka.
“Kejadian itu menarik perhatian warga sekitar, namun karena banyaknya orang yang mulai berkumpul, para pihak yang terlibat, segera meninggalkan tempat kejadian, ” kata Kaposek sembari mengatakan bahwa kejadian itu ada yang mengabadikannya menjadi video dan viral melalui media sosial.
Menanggapi video perkelahian yang menjadi viral di media sosial itu, Piket Polsek Bangun turun ke lokasi dan memastikan kejadian tersebut benar adanya. Selanjutnya, Samuel Nainggolan, Iwan Siregar, Donny Fernandes Nainggolan dan saksi Yohannes Radisman Parulian Aruan, dibawa ke Polsek Bangun untuk dimintai keterangan lebih lanjut.
Dalam proses interogasi, kejadian tersebut memperkuat dugaan adanya penganiayaan. Namun, pada perkembangannya, Iwan Siregar meminta maaf. Sehingga kedua belah pihak sepakat berdamai secara kekeluargaan.
Meskipun telah berdamai, Polsek Bangun tetap melanjutkan beberapa langkah untuk memastikan keselamatan dan kesejahteraan para pihak yang terlibat. Samuel Nainggolan dibawa ke Puskesmas Perumnas Batu 6 untuk menjalani visum dan mendapatkan perawatan medis.
Selain itu, Polsek Bangun bersama dengan direksi CV. GMSS, yang diwakili Doan Sijabat, akan mengadakan mediasi lanjutan untuk memastikan bahwa konflik serupa tidak terjadi lagi di masa depan.
AKP Esron Siahaan mengingatkan, semua pihak bahwa persaingan dalam pekerjaan harus dihadapi dengan kepala dingin dan komunikasi yang baik. Sehingga, dapat menciptakan hubungan kerja yang lebih harmonis di masa depan, khususnya di lingkungan perusahaan GMSS, sehingga insiden serupa dapat dihindari. (In)






