SIANTAR, SENTERNEWS
Kondisi perubahan iklim global yang terjadi saat ini telah berpengaruh terhadap kehidupan masyarakat kota Siantar. Perubahan cuaca ektrim yang terjadi bahkan menyebabkan kerusakan lingkungan dan tempat tinggal warga, rumah ibadah dan fasilitas publik lainnya.
Pernyataan itu disampaikan melalui pandangan umum Fraksi Nurani Keadilan DPRD Siantar melalui juru bicara Frans Haloho menanggapi Rancangan Peraturan Daerah tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) Tahun 2025- 2045 pada rapat paripurna, Senin (02/11/2024).
Untuk itu, Walikota diminta lebih meningkatkan lagi kewaspadaan dan upaya pencegahan bencana terhadap masyarakat dan Pemko Siantar segera melakukan tindakan tindakan antisipatif dengan mempersiapkan regulasi penanganan bencana dan kesiapan mitigasi.
Kemudian, Pemko diminta mengalokasikan anggaran yang cukup. Sehingga dapat langsung disalurkan kepada korban yang terkena bencana. Sehingga tercipta rasa nyaman di tengah tengah masyarakat.
Terkait pernyataan Fraksi Nurani Keadilan itu, Walikota melalui nota jawaban yang disampaikan Sekda Kota Siantar, Junaedi Sitanggang pada rapat paripurna, Senin (02/12/204), Pemko Siantar telah menerapkan beberapa strategi dalam penanggulangan bencana.
“Terkait mitigasi perubahan iklim dan penanggulangan bencana dapat disampaikan bahwa strategi yang dilakukan pemerintah kota adalah melakukan komunikasi, informasi dan edukasi serta simulasi kebencanaan bagi masyarakat di daerah rawan bencana,” kata Sekda.
Upaya itu dilakukan dengan melakukan sosialisasi, pelatihan tenaga penanggulangan bencana, pemenuhan sarana dan prasarana penanggulangan bencana dan tahun 2025 kota Siantar telah menganggarkan pengadaan logistik bagi korban bencana.
“Selain itu, pemerintah kota Pematangsiantar telah memiliki surat keputusan tentang tim reaksi cepat penanggulangan bencana Kota Pematangsiantar,” kata Junaedi.
Sekedar informasi, terkait dengan perubahan iklim global di Kota Siantar, iklim yang cerah, tiba-tiba dapata berubah mendung dan hujan. Sementara, bencana angin kecang seperti puting beliung pernah terjadi di Kecamatan Siantar Martoba dan lainnya. (In)






