SIMALUNGUN,SENTERNEWS
Gerakan Aspirasi Mahasiswa Pembela Rakyat (GAMPAR) gelar pengabdian masyarakaat di nagori Sipolha Horison, Kecamatan Pamatang Sidamanik, Kabupaten Simalungun. Mulai 28 Juli sampai 28 Agustus 2024.
Kegiatan tersebut sebagai upaya GAMPAR untuk mengimplementasikan peran kontrol sosial di tengah-tengah masyarakat. Masalahnya, kondisi sekolah masaih memprihatinkan. Baik ruangan kelas maupun fasilitas lainnya yang kurang memadai.
“Kalau hujan tiba, ruangan kelas satu dua dan tiga bocor dan sangat tidak layak dijadikan ruangan proses belajar mengajar. Karena itu, murid harus digabung ke kelas empat, lima dan enam. Parahnya lagi, tidak ada parit di depan kelas sehingga air jadi tergenang,” kata Ketua Panitia, Sabar, Senin (26/8/2024).
Hal lain yang ditemukan, kondisi WC juga sangat tidak layak apalagi airnya sering mati dan beberapa fasilitas lain juga masih sangat membutuhkan perhatian.
“Pengabdiana masyarakat ini dilakukanuntuk membangun karakter, disiplin, moral anak dan menyampaikan pentingnya pendidikan bagi masyarakat,” ujar Sabar sembari berharap kehadiran GAMPAR memberikan manfaat. Apalagi ada banyak hal yang didikusikan dengan para guru.
Sementara, Gadri sebagai Koordinator GAMPAR berharap pengabdian masyarakat itu dapat menciptakan kondisi yang lebih baik baik dari sebelumnya. Begitu juga dengan sumber daya manusia yang ada.
“Harapan kami, stake holder dan kepala sekolah dan para guru dapat melakukan perubahan dan pendidikan yang selayaknya,” ungkap Gadri pada pengabdian masyarakat yang juga dihadiri Frans Sipayung sebagai Alumni dari GAMPAR yang memberikan apresiasi terhadap kegiatan sebagai aplikasi Tri Dharma Perguruan Tinggi itu.
“Kita juga berharap kedepannya semakin banyak mahasiswa bersedia dan memberi waktu untuk mengedukasi di desa-desa yang membutuhkan demi mencerdaskan anak bangsa,” kata Frans Sipayung. (In)






